Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 285


Aku melihatnya yang senyum kepadaku.


Semua seketika hening saat Aku terdiam melihat dan menatap RR.


Hampir lumayan lama Dia menunggu jawabanku hingga akhirnya Aku menghela nafasku dan mwnjawab.


" Iya. "


Suara tepuk tangan seisi gedung itu terdengar bergema menyaksikan jawabanku dan ikut bahagia untuk malam ini.


RR tersenyum dan langsung menyematkan cincin berlian itu di jari manisku dan bangkkt berdiri mencium keningku dan memelukku erat.


" I Love You, Sayang ..... Maafkan Aku. " bisiknya di telingaku dan Aku hanya tersenyum bahagia.


" Boleh dong, Mba Ranti ceritain gimana perasaannya yang lagi berbunga bunga, Hehehe ... " goda MCnya.


" Terima kasih untuk Kalian semua yang hadir, yang menyaksikan Kami, Dia yang berjanji juga di hadapan Kalian semua, Hehe .... Aku bersyukur sekali dan perasaanku masih sangat nervous karena masih tidak nyangka bahwa Dia malam ini melamarku penuh cinta di depan Kalia semua. Aku gak bisa berkata kata. Hehehee ..... Aku juga berharap dan berdoa, Hal Hal baik dan sukacita memyertai Kalian semua. " jawabku sambil senyum sedikit menundukkan kepalaku.


RR senyum melihatku dan menggenggam tanganku.


" Amin amin.... Doa yang sama juga buat Kalian berdua. Boleh ada yang mau ngucapin selamat buat Mereka berdua dari mewakili Tamu undangan ??? Yang mau menyumbangkan lagu juga boleh bangat. " kata MC nya melempar ke Tamu undangan.


Papanya Agus langsung melambaikan tangannya dan MC dengan cepat memberikan microfonnya.


" Terima kasih. Tepuk tangan dulu dong untuk kedua calon mempelai ya, Bapak gak salah kan ngomong calon mempelai, Ran ??? Hehehe. Pertama sekali, Bapak mau ngucapin selamat ulang tahun untuk Kamu, Nak. Panjang umur, sehat selalu, kebaikan selalu menyertai langkahmu. Malam ini, Bapak sangat bahagia sekali karena melihat keseriusan RR yang bukan hanya main main sama Kamu. Bapak sangat bahagia sekali, Akhirnya tidak lama lagi Kamu akan berlabuh ke lembaran baru lagi. Kamu tau kan betapa Sayangnya Bapak, Ibu sama Kamu. Bahkan Kamu sudah Kami anggap seperti Anak bungsu Kami. Apapun yang terjadi sama Kamu, Bapak selalu pesan jangan pernah lupain Bapak. Kita buka hanya partner atau rekan kerja saja. Bapak sudah menganggap Kamu seperti Anak sendiri. Harapan Saya buat RR, Saya percaya Kamu akan menjaga Ranti seperti yang Kamu bilang tadi di hadapan Kita semua. Lamaran Kami sudah di terima Anak Saya, Jadi kalau bisa jangan berlama lama lagi untuk ke pelaminan. Terima kasih. " kata Bapaknya Agus disambut tepuk tangan meriah dari semuanya.


" Dek, Kakak bahagia sekali malam ini. Akhirnya tepat di hari ulang tahunmu ini, Kamu dilamar oleh Kekasih Kamu. Kakak sangat bahagia. Doa Kakak selalu menyertai perjalan Kalian sampai ke Hari Pernikahan nanti. Satu lagi, Jangan lupa untuk ngabarin Kakak supaya ikut sibuk juga nanti, Hehehe .... Selamat ulang tahun, Sayang .... "


" Selamat ulang tahun Ran, Terima kasih sudah ikut menjadi dan menyaksikan bagian dari hari bahagiamu. Ikut bahagia untuk Kamu. Terima kasih juga sudah mau dekat, care dan sayang sama Aku. Terima kasih juga untuk dukungan yang selalu Kamu berikan samaku. Semoga rencana rencana Kalian nanti berjalan dengan lancar, dan jangan lupa untuk mengabari Kami nanti untuk ikut andil di dalamnya. Hehehe ... One more again, happy birthday Ran .... "


Tidak terasa, sudah menunjukkan jam 10 malam dan RR serta Mami mengucapkan banyak terima kasih untuk semua tamu yang hadir malam ini.


Para tamu sudah pamit pulang tinggal Keluarganya Agus saja. Setelah ngobrol dan cerita lumayan panjang lebar, Akhirnya Mereka juga pulang.


Aku dan RR berjalan ke lobby untuk mengantarkan Mereka karena mobilnya sudah stand by. Sementara Mami masih sibuk di dalam joget joget sambil nyanyi.


Setelah saling cipika cipiki, Mereka langsung meninggalkan hotel.


" I Love You ... " kata RR menatapku dengan senyuman indahnya.


" Love You too. "


*********


Setelah cukup lama dan serius ngobrol berdua sama RR. Meluapkan semua emosi dan kekesalan masing masing. Agar mulai hari itu bisa memulai hari yang baru dan lembaran baru tanpa mengungkit atau mengingat masa lalu atas kesalahan masing masing.


Kami pun sepakat untuk mengurus beberapa dokumen terlebih dahulu. Menanyakan ke Teman bagaimana dan apa yang harus di siapkan maupun diurus jika Menikah beda negara. Berhubung lumayan banyak yang harus diurus, Kami berdua memutuskan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum menentukan tanggal untuk hari bahagia itu.


Aku menyenderkan tubuhku di sofa ruang tamu saking capeknya.