Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 260


Setelah beberapa hari kemudian, Aku tidak mengetahui bahwa RR sudah balik dari luar kota dan sudah bertemu dengan Mami. Aku kebetulan hari ini kerja dan meeting di kantor. Pak Steve juga ketemu denganku dikantor dan seperti biasa, Dia senyum senyum gak jelas melihat dan menyapaku.


Hingga sorenya pas Aku hendak pulang dari kantor dan sudah beres beres diruanganku, Mami menelpon dengan suara yang panik.


" Halo Mi .... " kataku santai menjawab panggilannya.


" Halo Cin .... Tolong Kamu datang ke lokasi yang sudah Aku kirim barusan, Buruan ..... !!!! " teriaknya kencang dan mematikan panggilan itu.


Aku sontak kaget dan bingung maksud Mami apa dan kenapa Dia panik. Aku langsung membuka lokasi yang dikirim Mami dan melihat itu adalah salah satu cafe tempat Kami nongkrong bersama.


Aku langsung meraih tasku serta jacket yang ada dikurski kerjaku. Aku buru buru langsung turun karena Aku telepon Mami sudah tidak diangkat lagi dan pesanku sudah tidak dibalas.


Dengan sedikit berlari, Aku langsung menuju parkiran dan membuka pintu mobilku. Aku melaju dengan cukup kencang karena panik. Pikiranku sudah kemana mana mendengar suara Mami yang histeris itu.


Jarak yang harus Aku tempuh kurang lebih 1 jam untuk sampai kesana karena memanga lumayan jauh. Untung saja sore ini jalanan rame tapi lancar dan tidak macet sehingga Aku sudah sampai kurang dari satu jam.


Aku langsung memarkir mobilku dan melihat tempat itu seperti bukan biasanya. Kursi kursi diluar kosong tanpa ada satupun Orang yang duduk menikmati pesanannya. Bahkan live musik juga tidak ada, Biasaya live musiknya berada diluar dan kali ini hanya musik dengan volume keras yang terdengar dari dalam. Hanya ada beberapa satpam dan beberapa Pria disana mengawasi pintu masuk ke dalam cafe itu.


Aku langsung mendekati Mereka dan menanyakan apa yang terjadi.


" Tutup ???? Teman Saya nelpon, Ada didalam kok. " jawabku bingung menatap Mereka yang berdiri di depan itu.


Mereka saling tatap tatapan satu sama lain hingga Aku menerobos masuk. Saat Mereka berusaha menahanku, Aku langsung mengangkat ponselku dan menunjukkan ke Mereka.


" Mau Saya telepon Polisi, Atau Saya masuk ???? " ancamku membuat Mereka mengijinkanku masuk.


Aku langsung berlari masuk ke dalam cade itu. Suara musik itu memang lumayan keras terdengar. Aku berjalan pelan masuk dan melihat semua kosong disana. Aku langsung menelpon Mami, Masuk tapi tidak diangkat. Aku takut dan berusaha untuk melihat kedalam.


Aku melihat Steve yang ketawa keras terbahak bahak disana duduk disofa. Dimana ada Mami, RR dan Pak Steve. Aku tidak melihat ada Orang lagi karena fokus sama Mereka. Langkahku terhenti saat melihat Pak Steve tertawa melihat RR dan Mami sambil meneguk minuman yang dipegangnya.


Ada beberapa botol Aku lihat dengan jelas minuman disana. Aku mengamatinya dari jauh hingga Aku juga tidak bisa mendengar apa yang dikatakan RR dan Dia memegang Mami untuk berdiri dan berjalan pelan dari sela sela meja itu.


Steve yang tertawa tiba tiba langsung mengambil botol minuman yang masih penuh yang ada di meja itu dan langsung mengayunkannya untuk membanting ke punggung RR. Aku yang melihat itu langsung spontan berlari dari pintu yang membelakangi Mereka.


" Jangan ..... ..... "


Entah apa permasalahan yang terjadi, Aku tidak tau.