Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 45


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, Makanan Kami datang dan Dia dengan sigap mempersilahkan Aku makan dan Dia hanya menatapku.


" Why ???? kenapa menatapku seperti itu ??? wahhh Aku jadi takut. " kataku sambil menatapnya dengan lemas.


" No. Aku mau melihatmu makan..." katanya dengan senyum.


" Udah ah makan ajah.... emang ngeliatin Aku bisa buat Kamu kenyang ??? Ayooo keburu dingin makanannya Sayang .... " kataku ngeloyo.


" Habisnya Kamu buat Aku terpana, tidak ingin berpaling selain menatap Kamu. " godanya sambil memegang sendok dan ingin makan juga.


" Astaga ..... Lebay deh .... "


" Seriusan Sayang .... "


Dia pun mulai menggodaku, entah itu benar atau hanya omong kosong doang hanya Dia yang tau. Kami menikmati makan malam itu dan setelah selesai, Kami meninggalkan restoran dan mau ke mall untuk nonton bioskop.


Di saat mau keluar dari restoran, Ada Dua Orang Pria yang mau makan disana dan Kami berpapasan. Aku menunggu Priaku itu di depan pintu masuk saat Dia membayar makanan Kami.


Dua Pria itu memanggilku dan mengajak kenalan. Aku mengacuhkan Mereka dengan tidak menjawab. Seperti biasa, Aku menunjukkan sifat kejutekanku.


Aku tidak tau bahwa Priaku itu melihat itu dan Dia segera datang dan memegang tanganku di depan Mereka dan mengajakku pergi.


Aku tidak memperhatikan reaksi Dua Pria itu lagi saat Priaku memegang tanganku.


" Nanti kalau bayar atau mau ngapain, Kamu ikut Aku iya Sayang .... " katanya membuatku bingung.


" Maksudnya ???? " tanyaku dengan santai.


" Itu tadi Kamu digodain .... padahal udah jelas jelas Kamu sama Aku, Dasar otak mesum .... "


Aku tersenyum kekeh mendengar itu dari Dia.


" Hahahaha .... Kamu melihat itu ???? astaga ... mungkin Mereka masih pada labil Sayang makanya kayak gitu. Lagian kenapa ??? Kamu cemburu ???? " tanyaku ketawa.


" Hm. " angguknya tanpa melihatku.


" Astaga .... Gimana kalau suatu saat nanti Kita papasan dan Aku sama yang lain ???? " kataku ketawa.


" Aku berharap itu jangan sampai terjadi Sayang. Makanya Aku kan bilang, Ayo menikah atau gak Ayo pacaran serius. " jawabnya menatapku penuh harap.


Aku langsung terdiam mendengar itu dan tidak bisa menjawabnya.


Saat itu, Aku benar benar gemetar, Aku terdiam sejenak dan berhenti melangkahkan kakiku. Aku menghela nafasku.


" Bukan ini yang Aku inginkan. " gumamku dalam hati.


Dia menatapku karena langkahku terhenti dan Dia mundur menghampiriku.


" Kenapa Sayang ???? Apa Aku membuatmu sakit hati ??? apa perkataanku tadi menyakitimu ???? Aku minta maaf iya .... " katanya memelukku dan mengelus rambutku.


Aku tiba tiba menangis tanpa sebab. Airmataku mengalir dan Aku berusaha untuk menahannya agar Dia tidak mengetahuinya. Buru buru Aku mengusapnya saat Dia masih memelukku.


" Are You Okey ???? "


" Yeah .... '' jawabku lalu Dia melepaskan pelukannya dan kembali memegang tanganku lalu Kami berjalan ke lantai atas.


" Mau belanja dulu gak sebelum Kita nonton ??? Ada yang mau Kamu beli ???? " tanyanya lembut.


" No. Kita langsung ke atas ajah. Aku mau duduk. " jawabku.


Kami langsung menuju bioskop dan Dia langsung membeli tiket untuk film yang mau Kami tonton. Kebetulan filmnya mau mulai dan beruntung masih ada kursi yang kosong.


Kami masuk ke dalam dan duduk sesuai nomor kursi yang tertera


" Iyah Sayang .... Aku lupa bawa jacketku di mobil. Dingin nih ternyata ... '' kataku.


" Iya udah Kamu tunggu disini iya, Aku keluar bentar. " jawabnya sambil berdiri.


" No... No... No... Gak usah gak usah. " kataku sambil menarik tangannya untuk duduk kembali.


" Kenapa ??? Aku bentar doang kok. "


" Gak usah.... Aku amu kopi panas ajah nanti Kita pesan pas Palayannya datang. " kataku sambil senyum.


" Gak apa apa loh Aku bentar doang keluarnya sayang.... daripada Kamu kedinginan??? " katanya mengelus rambutku.


" Gak usah ah .... " jawabku.


Dia pun menunjukkan wajah melasnya ke Aku sambil melihatku. Aku hanya senyum dan menyenderkan kepalaku di bahunya.