Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 79


Besok harinya, Angel baru balas pesanku pagi pagi.


" Maaf Ran ... Aku tadi lagi kerja. Adikku di rawat di RS Zhen. Makasih iya Ran, Doain Adekku iya biar cepat sembuh. Masih belum sadar dari semalam Ran .... Aku takut bangat ini ..... "


Aku langsung menelpon menelpon Anna karena kebetulan Dia bekerja disana. Aku menanyakan pasien atas nama Adiknya Angel dan benar setelah dicek lagi berada di ruang ICU dan belum sadarkan diri.


" Ann .... tolong beri perawatan yang terbaik iya ... Aku tahu walaupun bukan Kamu yang menanganinya tapu tolong info ke teman teman tim medis disana untuk melakukan yang terbaik iya Ann.... Dia Adeknya temanku. Oh iya sekalian boleh gak Aku minta tolong untuk tahu berapa biaya rumah sakitnya ??? " tanyaku dengan sedikit buru buru.


" Wait wait iya Ran .... tenang dulu tenang ... Aku ke ruang kasir dulu iya ... "


" Iya Ann .... Tolong iya .... " kataku terbata bata.


Karena Aku tahu bahwa Angel yang katanya bekerja berarti Dia lagi bersama para Pelayannya untuk mendapatkan uang lebih. Seketika seluruh tubuhku merinding karena Aku yakin bahwa Angel lagi kebingungan sekarang.


Aku belum tahu apa penyebab kecelakaan Adiknya itu dan Aku coba telepon Angel lagi tapi tidak ada jawaban darinya. Aku bisa merasakan apa yang dirasakan Temanku saat itu.


Setelah kurang lebih seperempat jam, Anna menelponku dan memberi tahu berapa total biaya rumah sakit Adiknya Angel sampai hari itu dan penyebab kecelakaan Adiknya Temanku itu karena menyelamatkan Seorang Ibu Ibu yang lagi menyebrang tapi Sebuah truk langsung melintas dengan sangat cepat.


" Astaga .... Trus gimana keadaan Ibu itu ???? "


" Dia hanya luka ringan dan syok Ran .... Masih dirawat disini juga. "


" Syukurlah .... Aku syok dan kaget bangat Angel chat Aku dan beri tahu soal Adiknya itu. Emang separah apa luka Adeknya Ann sampai belum sadar juga ??? "


" Untuk lukanya separah apa Aku kurang tahu Ran tapi Aku tanya tadi perawat katanya ada lula parah dibagian kepala dan beberapa tubuhnya Ran .... Aku juga belum bisa ke ruangannya karena sebentar lagi Aku ada jadwal cek up Pasien. Nanti Aku telepon Kamu setelah Aku kesana lagi iya Ran .... "


" Oh oke oke Ann .... maaf iya udah ngerepotin Kamu. Oh iya Aku boleh minta nomor kasir yang lagi jaga gak Ann ??? Aku mau bayar biaya RS nya. "


" Iya gak apa apa Ran .... Oke oke Aku kirim sekarang iya tapi nomor telepon yang ada di meja Mereka saja iya. "


" Thankyou Ann .... "


" Sama sama. "


Tidak lama kemudian, Anna mengirim kontak telepon yang ada di meja Staff kasir RS yang lagi berjaga pagi itu. Dan Aku langsung menelponnya.


" Halo .... Selamat Pagi .... Benar ini RS Zhen ???"


" Pagi .... Betul Mba. Maaf ini dengan siapa ??? "


" Oh iya. Ada yang bisa Saya bantu Mba ??? "


" Mba Aku mau nanya, Berapa total biaya Ruma Sakitnya smapai hari ini ??? Dan apa sudah di tangani Dokter ???? "


" Sebentar Saya cek dulu iya Mba. Dan sudah ditangani Dokter kok Mba. "


" Oh gitu Oke oke. "


" Totalnya sampai hari ini 5.230.000 Mba karena Pasien tidak memiliki kartu BPJS dan itu sudah termasuk obat serta biaya ruangannya di ICU Mba. Dan kalau juga ada BPJSnya sebagian tidak bisa ditanggung BPJS karena ada beberapa Obat yang tidak bisa dikalim lewat BPJS Mba. "


" Oh gitu. Boleh kirim ke Saya gak total kwitansinya Mba dan sekalian tolong lampirkan nomor rekeningnya. Saya sebutkan nomor WA Saya biar bisa Mba kirim langsung. "


" Oh boleh Mba. "


Setelah Aku sebutkan nomorku, Total tagihan yang ada dikwitansi itupun langsung Aku bayarkan ke nomor rekening atas nama RS itu.


" Mba tolong di cek, Saya sudah transfer. "


" Sebentar iya Mba. " jawabnya sambil mengecek.


" Oke oke. "


" Sudah masuk iya Mba. Sebentar Sya buat Kwitansi pembayarannya iya. "


" Baik. "


" Mba tolong di cek itu sudah Saya kirimkan ke nomor Mba iya Kwitansi lunasnya. "


" Wait Mba. Oke oke sudah Saya cek. Makasih iya Mba atas bantuannya. Oh iya tolong dilakukan pengobatan dan perawatan sama Pasien itu iya. Nanti untuk biaya selanjutnya akan Saya bayar yang penting Dia bisa segera pulih. "


" Baik Mba nanti akan Saya info ke Doktermya iya Mba. Makasih Mba .... "


" Iya makasih banyak iya Mba ... "


" Sama sama. "