
Untuk beberapa hari kedepan sebelum Kami berangkat ke Belanda, RR mau keluar kota dulu untuk beberapa hari mengurus pekerjaannya.
Pagi tadi juga Kami mengantar Rein ke Bandara karena Dia harus pulang duluan.
Sesekali Kami tinggal dihotelnya dan di rumahku secara gantian. Setelah Suami Istri, ini pertama kalinya Aku ditinggal kerja ke luar kota. Rasanya sangat dilema sampai Aku benar benar mewek dipelukannya malam harinya saat Kami hendak mau tidur.
Saat Aku merapikan beberapa pasang baju RR untuk dipakai selama beberapa hari disana. Aku memasukkannya ke dalam tas sembari duduk diatas kasur. Tiba tiba perasaanku sedih saat hendak mau ditinggal pergi padahal hanya beberapa hari saja.
Aku buru buru mengusap air mataku saat RR sudah keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi. Dia yang melihatku lagi merapikan bajunya langsung memelukku dari belakang sembari mencium leherku.
" Sayang, Aku cuma 2 atau 3 hari doang kok. Kalau pekerjaannya bisa lebih cepat, Aku akan pulang lebih cepat lagi. " kata memelukku erat. Mungkin tadi Dia melihatku mengusap airmataku atau bisa terlihat dari raut wajahku.
" 2 atau 3 hari ??? Itu lama bangat, Sayang .... " gerutuku manja berbalik melihat dan menatapnya yang begitu gampang mengatakannya.
" Gak lama kok. Kamu sabar ya, kan ada Mami dan Bibi yang menemani Kamu. " katanya sambil mengelus rambutku.
" Aku boleh ikut gak ??? " kataku manyun.
" Bukannya Aku gak mau bawa Kamu, Sayang. Tapi disana itu masih daerah perkampungan dan semua yang kerja disana itu Laki Laki semua. Kan namanya juga proyek, Sayang. Masa nanti Kamu, Aku tinggal tinggal ??? Kan lebih baik disini. Nanti Kamu gak ada teman disana. " katanya menyakinkanku.
Ini kah rasanya cinta yang sesungguhnya itu ???? Takut sendiri ditinggal Orang tersayang ??? Walau ada yang menemani ???? Yang biasanya Aku apa apa bisa sendiri dan mandiri, tiba tiba merasa ingin dimanja dan ditemani terus.
Berat sekali rasanya jauh dari Dia. Yang biasanya selalu ada Dia di sampingku, kini untuk beberapa hari harus berpisah dulu.
Malam itu, Aku memeluknya tanpa melepasnya sedikit pun. Aku tidak mau melewatkan malam itu dengan sia sia.
" Mau itu gak, Sayang ???? " tanya RR dengan senyum menatapku dari jarak dekat karena Aku memeluknya sehingga jarak wajah Kami berdua sangat dekat dan sambil mengelus pipiku lembut dan perlahan tangannya meraba bibirku dan mengelusnya juga.
" Kan bisa sambil di peluk. Aku pengen Sayang, Boleh gak ??? Biar besok kerjanya semakin semangat dan pengen cepat cepat pulang juga buat ketemu Istri tercintaku. "
" Mau sekarang ???? " tanyaku lagi.
" Nanti juga gak apa apa, subuh. Enak tuh main subuh subuh, Sayang .... Kamu ingat kan Kita pernah melakukannya waktu subuh subuh ????? Lebih menggairahkan kan ???? Nanti boleh deh. "
" Hahaha ..... gaya doggy gak sekalian ??? " godaku mengecup bibirnya dan langsung memegang milikknya dengan salah satu tanganku yang membuatnya langsung mengerjapkan matanya kaget campur merinding.
" Kurang suka Aku. " jawabnya menggigit bibirnya menahan desahannya.
Malam itu Aku mengenakan set piyama pendek diatas lutut, sehingga dengan mudah RR mengelus elus pahaku membuatku mendesah tak karuan.
Aku langsung dengan cepat langsung menaikinya dan mulai menggesek gesekkan milikku di areanya yang masih tertutup dengan kain.
" Argghh .... "
Aku menuntun RR untuk memegang gunung kembarku sembari meremasnya. Membuatku mendesah hebat dan berusaha untuk menyatukan kedua harta berharga Kami masing masing.
Perlahan Aku menarik maju mundur hingga menari bergoyang sudah Aku lakukan untuk permaianan Kami itu.
Sambil mengayun, Dia menarikku untuk berbaring diatasnya dan melakukan kecupan dan ciuman ciuman mesar lagi. Kami berdua sangat terbuai menikmatinya hingga benar benar lemas dan tidak kuat lagi melakukannya setelah beberapa kali Kami lakukan.
Rasa nyeri dan nyut nyutan masih terasa hingga itu membuatku sedikit merasa ngilu. Mungkin karena masih susah untuk memasukkannya makanya sedikit terasa perih.