Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 23


Aku menahan agar Dia jangan langsung selesai karena kalau sudah sampai selesai pasti Dia akan capek dan butuh istirahat dulu untuk memulainya kembali.


Setelah Dia sudah mulai memelukku dan hanya sesekali melakukan itu, Aku langsung membalikkan situasi untuk berganti.


Aku menarik tangannya yang memegang dan mengelus tubuhnya saat Aku bermain sedikit liar. Aku langsung mengarahkannya ke arahku agar Dia memegang dan mengelusnya dengan manja . Dia sampai kewalahan dengan permainanku yang mantap dengan body gitar spanyolku.


" Sayang .... Kamu luar biasa sekali. Tidak ada yang bisa menggantikanmu. " katanya mengelus rambutku.


Aku tidak menjawabnya tapi malah makin bermain di atas tubuhnya.


" Kamu tidak akan pernah menyesal pernah bertemu denganku dan Kamu akan selalu mengingatku dan akan merindukan ini. " kataku pelan, sebelum menaikkan tempo seranganku menjadi lebih cepat dari sebelumnya.


Malam ini permainan kebanyakan Aku yang hanya memainkannya. Ternyata tubuh kekar dan macho tidak menjamin itu.


" Sayang .... ini sangat enak.... tolong tahan begitu untuk beberapa saat " katanya dengan tidak bergerak.


" Ahhh ... Arrrggghhh .... Enak sekali .....Seperti ada yang mengemut hartaku Sayang .... " katanya menjerit merem melek seperti makan mangga asem.


Akupun menikmati malam itu karena lumayan bisa membuatku puas walaupun masih hanya sebagian kecil dibanding Pria pertamaku. serasa itu yang paling enak. Aku masih menahannya karena masih sangat enak.


Saat Dia tidak mampu lagi untuk bangkit, Dia langsung mengecup lembut bibirku dengan wet kiss andalannya.


Walaupun Aku gak suka itu, Aku menahannya karena permainanku masih sedikit terasa nikmat. Sesekali Aku bermain dan menahan serangan.


saat Aku melihatnya yang sudah tidak berdaya, Aku langsung menghentikannya.


Sungguh malam ini benar - benar tidak seperti yang Aku harapakan. Aku menghela nafasku dan melihatnya yang sudah terbaring di sampingku.


Wah ternyata Dia tidak tahan permainan panjang. Segini saja sudah game over.


Aku langsung berbisik " Are You Oke ???? masih bisakah???? "


Dia merasa Aku merendahkannya sehingga Dia tidak mau merasa kalah.


Saat Aku hendak memulai kembali, Dia kelihatan sudah tidak punya kekuatan untuk melakukannya.


" Mau mencoba dengan cara lain??? atau punya keinginan seperti apa ??? " tanyaku.


" No! ini sudah sangat cukup. " katanya dengan sigap karena wajahnya sudah sangat capek. Aku tersenyum melihatnya.


" Mau istirahat dulu ??? Kamu sudah lemas sayang .... " kataku mengelus manja bibirnya.


" Tunggu sebentar. " bisikknya sembari masih keadaan memelukku.


Akhirnya Aku membiarkannya istirahat dengan tubuhnya yang masih memelukku.


Aku sengaja menindikan kakiku diatas kakinya, agar Dia cepat semangat kembali.


Aku melihat punya kebanggaannya Dia yang lemas mengecut. Aku tertawa geli melihatnya.


Aku hanya menggelengkan kepalaku karena tidak mengira bahwa Dia hanya bertahan segitu saja.


Aku merasa jadi sedikit menyesal karena tidak bisa mengeluarkan kepuasanku karena bukan uang yang Aku butuhkan dari dunia ini melainkan hanya kenikmatan saja.


Aku hanya butuh kepuasan untukku malah malam ini Aku tidak mendapatnya.


" Arrrggg sial !! Aku masih belum puas. Nanggung bangat bahkan masih tahap awal. Bagaimana bisa Dia disebut lelaki perkasa kalau hanya segitu saja yang bisa dilakukan ??? " cetusku kesal melihatnya yang sudah pules.


Aku pengen pergi meninggalkannya di hotel sendiri, Tapi Aku berpikir nanti dikira hanya butuh uang saja dan melarikan diri disaat Dia tidur.


Readerrrrrrr.... Othorrrr Revisi mulu nih makanya sedikit lama.... ditolak mulu hiksssss .....maafkeun daku....


adih aduh ...... lierrrr euiiiii