
Dia langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Aku masuk. Sementara Mami dan Cowoknya naik mobil nya si Cowok itu dan Kita menuju hotel dan kamar yang bersampingan.
Di mobil Dia menggenggam tanganku yang di pengangnya dan Aku pun membalas ya dengan senyumanku yang menawan sehingga Dia semakin terpikat.
Tidak berlama - lama, Dia langsung mengecup bibirku lembut. Lalu menarik tanganku yang di genggamnya diatasnya Dia.
" Bukan main pancingan nih Cowok. " gumamku sedikit senyum jutekku.
Dia memang termasuk tipeku dari caranya berpakaian Dia memakai kaos dipadu dengan jeans robek.
Sudah kelihatan, badannya yang berbulu membuat Aku mengelusnya saat Dia menaruh tanganku disana.
Aku langsung mengecup lehernya sehingga Dia makin tidak sabar.
Aku tidak mau kenalan lebih jauh tentang pribadi masing - masing karena itu privasi. Aku lebih menikmati dan membuatnya semakin bergairah menuju hotel. Begitu juga Dia karena mungkin Mami sudah memberi tahu dulu.
Karena menurutku tidak ada yang perlu dikasih tentang diri masing - masing karena ini hanya untuk memuaskan Masing - Masing dan hanya satu malam. Jadi tidak untuk You Know siapa Saya.
Kami tidak berlama - lama, sampai di hotel langsung cek in dan menuju kamar masing masing. Aku mengedipkan mataku sama Mami untuk memberi isyarat agar Dia menikmati malam nya itu.
Dia pun mengatakan Oke dan masuk ke kamarnya bersama Cowoknya Dia begitu juga Kami.
Tidak berlama - lama Dia langsung masuk ke kamar mandi untuk memakai pengamannya sementara Aku duduk di atas kasur dengan tenang.
Dia langsung datang dan menarik tanganku untuk berdiri bersamanya. Dia perlahan mencium aroma tubuhku yang wangi bahkan sampai telingaku diciuminya karena wangi.
Perlahan jari tangannya mulai bekerja meraba raba areaku. Perlahan kancing kemejaku dibuka satu persatu sembari bercumbu mesra.
Aku langsung memegang tubuhnya dan menarik dekat ke arahku. Ciumannya mulai liar hingga ke daerah leherku. Aku mulai membiarkannya agar Dia merasa puas.
Aku langsung melepaskan bajunya sehingga tubuhnya makin membuatku semakin berapi api melihat bulu bulu manjanya.
Aku langsung menariknya ke atas kasur dan mulai melakukan gerakan gerakan romantis. Sesekali Kami bergantian sambil mengeluarkan ******* ******* manja.
" Please... pelan-pelan sedikit, Sayang ... !" katanya saat Aku mulai beraksi untuk mengelus halus tubuhnya.
Aku masih menggesek gesekkan dua gunung kembarku dengan gerakan pelan dan hati-hati, karena Aku benar-benar ingin Dia menikmatinya
Dia melengkungkan tubuhnya, kepalanya mendekati telinga dan mulai berbisik untuk kembali memastikannya.
"Kamu sudah siap Sayang ?"
Aku membuka mata dan menatap pria yang kini berada di atasku dengan wajah senyum dan bergairah
" Hayoooo lakukan perlahan dan nikmati maka Kamu akan ketagihan. " kataku manja sambil memegang dan memeluknya.
Dia pun langsung membuka resleting celanaku dan menariknya untuk melepaskan. Aku langsung membantunya untuk melepaskannya begitu juga celananya. Dia langsung membuka dan memperlihatkan miliknya yang lumayan besar dan panjang.
Tidak mau menunggu lama, Di langsung membuka celanaku setelah menciumnya.
Dia kembali mencium bibirku, ********** dengan perlahan dan hati-hati, sebelum mulai menaikkan tempo ciumannya menjadi lebih liar dan berani. Dia berusaha memainkan itu dengan mesra sebelum dia mulai memposisikan diri dengan benar.
Bersiap untuk masuk dan mengoyak harta paling berharga milikku yang berada di bawah tubuhnya saat ini. Perlahan Dia memegang areaku higga Aku meriang keenakan dan mendesah desah.
Aku membiarkan Dia untuk memulai permainan ini agar Dia puas dulu.
Benda kebanggaannya melesak masuk dengan sempurna. Rasa sesak itu begitu hangat dan membuatnya menikmatinya.
Dia melakukan goyangan goyangan dengan sangat keras sehingga Aku membuat menjerit keenakan dan menahan tubuhnya agar Dia tidak buru - buru mengeluarkannya.
" Tahan sedikit.... ini sangat enak !!! " kataku memeluknya sambil merem melek.
" Aku merasa ini sungguh enak Sayang .... di dalam seperti ada yang mengigit gigit ... Sangat enak sayang .... punya Kamu sangat rapat.... Arrrggghhh Aku merinding saking enaknya. " katanya sambil menggoyang.
Nikmat yang begitu luar biasa nikmat dan menggairahkan.