
" Hai Sayang .... Maaf iya, Aku harus pulang tanpa memberi tahu Kamu. Maaf jika selama ini Aku ada salah sama Kamu. Maaf jika Aku terlalu memaksa menyisahkan sedikit perasaanmu untukku. Terima kasih untuk semua hal terindah yang Kamu berikan untuk hidupku. Aku selalu berdoa agar Kamu bahagia selalu. Semoga di lain waktu Kita bisa bertemu dengan penuh kebahagiaan Jaga Diri Kamu baik baik. Sehat sehat iya .... "
Aku mengangkat daguku. Aku berharap airmataku berhenti.
" Ada apa ini ??? "
Dadaku serasa sesak membaca pesannya itu. Aku menggenggam erat tanganku.
" Berdoalah supaya Kamu bisa bertemu dengannya lagi. Jangan terlalu menyalahkan dirimu. Tidak semua yang sudah Kita bungkus dan tutup rapih akan indah tapi akan ada kerikil kerikil yang menghambat atau tumbuh disana. Sudahi semua egomu, Bangkit dan jalani semua dengan penuh rasa syukur. Maaf kali ini Mami sedikit kesal dan marah sama Kamu. " kata Mami mengelus punggungku.
Aku merasa Dia sudah pergi meninggalkanku. Punggung kekar dan damai saat Aku merasa lelah untuk bersandar kini telah berbalik.
Pikiranku berkecamuk apabila Dia benar benar lost contact samaku.
Aku berusaha tenang dan mengelus dadaku. Berharap semua baik baik saja.
" Aku minta maaf Mi. " kataku menatap Mami yang duduk disebelahku.
Mami mengangguk dan mengelus rambutku. Kedewasaan Mami selalu membuatku merasa tenang saat Dia memberiku nasehat dan saran.
" Are You Oke ??? Kita cari yang lain, Oke??!!! " kata Mami merayuku dan bercanda agar Aku senyum.
Aku tersenyum melihat Mami sambil berdiri dan mengajak Mami untuk pergi.
Diperjalanan pulang dari Bandara, Aku hanya diam dan melihat keluar sepanjang jalan itu.
Aku sangat sangat merasa bersalah pada diriku sendiri terutama pada RR. Disaat Aku sakit, Dia dengan sigapnya menjagaku. Mungkin pekerjaannya juga ditinggalkan hanya untukku.
Sekarang apa yang sudah Aku lakukan ?????
Tidak ada hal baik yang Aku berikan sama Dia selama ini. Sekarang apa yang akan Aku lakukan ???
Ketenangan dan kenyamanan yang Aku dapatkan dari Dia seketika sirna sudah. Apakah Aku bisa memperbaikinya atau bahkan menemukan dari Orang yang beda ???
Aku kenapa ???? Why ????
Pertanyaan itu terus muncul dibenakku. Walau Mami tidak memberitahuku apakah Dia akan datang kesini lagi atau tidak.
Iya. Pasti datang. Karena bisnisnya disini lumayan banyak. Tapi apakah Dia akan memberi tahuku ????
Aku berusaha tenang karena Aku juga bertemu dengan Dia hanya untuk cinta semalam saja.
*******
*******
*******
Beberapa minggu sudah berlalu dan Aku tidak pernah menghubungi Dia. Aku selalu sibuk dengan pekerjaan Butik maupun Kantor sehingga Aku tidak pernah dan selalu berusaha untuk memikirkannya.
Setiap Aku ketemu sama Mami, Kami habiskan waktu untuk minum minum dan nongkrong. Untuk bercinta satu malam saat ini belum membuatku ingin melakukannnya lagi.
Pernah sekali, Aku ingin melampiaskannya dengan Laki Laki lain karena terlalu memikirkannya hingga membuatku menangis di kesendirianku.
Seperti biasa Mami juga ikut bersama Brondongnya. Aku memuaskan hasratku dengan Seorang Pemain Bola tanah air. Aku bermain dan dalam pandanganku itu hanya RR. Aku histeris disaat puncak kenikmatan itu.
Setiap saat wajahnya, senyumnya sangat jelas dimataku.
Aku langsung meninggalkan Pria itu saat Dia tidur dan langsung pulang.
Aku juga mengabari Mami bahwa Aku pulang duluan malam itu juga.
Sampai dirumah, Aku menangis diatas kasurku. Merindukan Dia yang bisa membuatku nyaman dan tenang.
Aku memberanikan diri untuk mengambil ponselku yang berada di sampingku dan memanggil nomornya.
Aku menunggu panggilan itu masuk dan ternyata nomornya sudah tidak aktif atau tidak digunakan lagi.
Dari situ Aku menghapus airmataku dan dalam Diriku, Aku tanamkan bahwa Dia bukan Laki Laki baik.
Jangan buang buang waktu hanya untuk menangisi dan mengingatnya.
Mulai dari situ Aku mulai melupakannya dan benar benar melupakannya.
Aku kenalan dengan beberapa Pria dan menjadi dekat. Tapi bukan untuk menjalin suatu hubungan melainkan hanya Teman saja.
Dari sana, Aku mulai membuka diri untuk berteman dengan siapapun tanpa harus mempedulikan statusnya.
Yang penting bukan melakukan hal yang tidak baik dan tidak menganggu setiap aktivitasku.
" Cinta bisa saja pergi hanya untuk menguji sampai dimana kesetiaan yang Kamu dan bagaimana rasa kehilangan itu. Tetapi ada juga kalanya cinta memilih untuk melepas disaat semua harapannya sirna dan sia sia. "