Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 143


" Wait Yang .... "


Aku langsung mematikan panggilan itu dan berjalan kearah mobil itu yang tidak jauh dari mobilku. Dan benar saja Dia Steve. Pengen saja Aku maki.


" Kenapa Pak ??? Kok kayak Anak ABG sajah sih ??? " cetusku sambil mendekati Dia yang membuka kaca mobilnya sambil senyum.


" Pengen ajah ganggu Kamu. Soalnya Kamu kalau marah cantik. " jawabnya sambil mengedipkan matanya lalu pergi seenak jidatnya.


" Aishhh .... Dasar cowok sampah!!!!! " cetusku kesal sambil berjalan kearah mobilku.


Aku langsung mengemudikan mobilku dan hari ini Aku kesal bangat karena Pak Steve sialan itu.


" Hmmm ... Dia gak pernah lihat cewek cantik kali iya ... makanya sok pamer gitu ... " gumamku senyum sambil berkaca di spionku.


Sampai di rumah, Aku langsung naik keatas setelah menyapa Bibi yang lagi nonton. Aku langsung mandi dan langsung turun untuk makan malam karena tadi hanya roti doang yang dikasih.


" Wah pada lagi makan nih ???? " sapaku melihat Juwita dan yang lain lagi makan.


" Iya Bu. Makan Bu. " katanya.


" Iyap. Gimana Butik hari ini ??? Udah lama nih Saya gak ke butik, Harusnya hari ini tapi ada meeting dikantor dari kemarin makanya masuk tadi. " kataku sambil menyendok nasi ke piring.


" Seperti biasa Bu. Tapi sudah bayak barang yang kosong Bu, Jadi Ratna masih belum kelar revisi stok di Online untuk disesuaikan sama srok yang ada di toko. " jawab Juwita.


" Oh iya. Besok juga barang masuk yang repeat order model kemarin itu yang bordir, Besok juga habis dari kantor Aku langsung ke butik. Aku juga belum sempat cek laporan Kalian. Nanti deh coba Aku cek. Bibi udah makan belum ???? " kataku.


" Udah katanya tadi Bu. "


" Oh .... "


Drt .... Drt ....


Drt...


Drt...


" Kamu sudah pulang Sayang ???? Tadi kenapa Kamu langsung matiin Panggilannya ???? "


" Aku udah dirumah Sayang .... Maaf iya tadi langsung matiin panggilannya karena ada panggilan mendadak. Kamu udah makan belum ???? "


" Oh gitu. Aku lagi ngopi nih sama Mami di dekat kerjaannya. Tadinya mau jemput Kamu Yang, Eh Kamunya udah dirumah. "


" Oalah .... Iya udah gak apa apa. Maaf iya gak bisa gabung. Enjoy Kalian .... "


" Oke deh Sayang .... Aku pengen bangat Kamu ada disini, Aku kangen .... Kamu istirahat iya ??? ... Good night Sayang .... "


" Hehehe .... Besok iya Kita ketemuan, Kan Kamu juga lama disini kan ???? Nanti Aku servis Kamu iya, Mau ngapain dan kayak gimana terserah Kamu. Pokoknya nanti sebelum pulang Kamu satu harian Aku servis, Oke ????? "


" Really ???? Aku mau menghabiskan waktuku sama Kamu Yang .... "


" Oke oke .... Bilangin sama Mami jangan lama lama nongkrong di diskotik itu. "


" Iya iya. I Love You Sayang .... "


" Me too. "


Habis makan dan ngobrol sebentar sama Bibi dan yang lainnya, Aku langsung naik karena harus ngecek laporan butik dulu serta ngecek stok Online shop karena banyak yang batal karena stoknya ternyata sudah habis.


Aku langsung merekap semua yang kosong dan mana yang harus repeat order lagi. Aku ngecek laporan keuangan dan serta mutasi estetment bank karena ada beberapa yang tidak balance.


Aku mau nanya Manager, Tapi tidak enak ini sudah malam, Jadi Aku cari sendiri dulu dan Aku bolt mana yang beda dan salah.


Tidak terasa, Aku sudah kurang lebih di depan komputerku hampir 2 jam lebih.


Aku merasa lelah dan capek hingga Aku menghentikan pekerjaan.


Aku langsung matikan lampu dan nyalakan lampu tidur yang ada di meja samping kasurku.