Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 40


Beberapa minggu sebelum Pria pertamaku itu datang, Aku sangat sibuk dengan pekerjaan Butik maupun di luar butik dan bahkan ada beberapa Perusahaan yang menawarkan Aku untuk menjadi Manager Desain maupun menjalin kerjasama dari beberapa toko untuk menjadikan Butikku sebagai penyuplai barang ke tokonya.


Aku sangat bersyukur dan menikmatinya betapa banyak berkat dan rejeki yang mengalir untuk hidupku dan bahkan Aku sudah merekrut 3 Orang lagi untuk karyawanku.


Luar biasa sekali bisa sampai dititik ini, padahal sebelumnya tidak pernah terpikir olehku akan jadi seperti ini. Sama sekali tidak pernah. Tapi itulah takdir yang sudah digariskan untukku, Aku menjalaninya dengan penuh rasa syukur.


Bersyukur dikelilingi Orang Orang baik membuatku semakin semangat untuk berbagi kasih kepada yang lebih membutuhkan.


#####


Hari ini, tepat hati kedatangan Pria pertamaku itu. Aku masih sibuk meeting bersama vendor dan klien. Aku bahkan hampir lupa kalau bukan karena di telepon Dia.


Aku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 6 sore dan meeting masih berlanjut. Aku langsung mengabari Dia bahwa malam ini Aku tidak bisa mengunjunginya ke hotel karena masih sibuk meeting.


" Honey.... Sorriiii.... Jangan tunggu Aku malam ini, Aku masih meeting Sayang .... i am so sorry. Besok pagi Aku langsung kesana iya Sayang ... " Aku mengirim pesan untukknya.


" Its Oke Baby .... Jaga kesehatan Kamu iya... Kamu udah makan belum ??? mau Aku kirimin makanan ???? "


Aku tersenyum membaca pesannya itu yang begitu perhatian dan bukan hanya sekedar ingin memuaskan nafsunya saja walau Aku hanya menginginkan itu saja.


" Tidak usah Sayang ..... makan malam Kami sudah di pesan. See you tomorrow Honey .... i really really miss you .... "


" Muuuuaachhh .... " balasnya.


Hampir sampai jam 8 malam, Akhirnya meeting itu kelar dan Aku langsung mampir ke tempat spa langgananku. Aku ingin merilexskan seluruh badanku yang sudah pegal - pegal karena belakangan ini jadwalku yang sangat sibuk dan pulang malam terus.


Aku ingin melakukan pijitan untuk tubuhku agar tetap vit dan aduhai dan melakukan perawatan untuk **** * ku agar rapet seperti perawan lagi. Ditambah Aku mau ketemu dan melepaskan hasrat sama Pria pertamaku. Aku mau aroma tubuhku selalu menghiasi ingatannya dan ingatan setiap Pria yang bersamaku.


Aku melakukan treatment malam itu hingga membuatku tertidur lelap.


Minggu pagi sudah tiba dan Aku masih sedikit bermalas - malasan di atas kasurku. Aku mengusap mataku sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 8 pagi.


Aku mengambil HP ku yang berada di atas meja samping kasurku. Aku membuka beberapa pesan masuk tapi dari Priaku itu belum ada pesan sama sekali pagi ini. Mungkin Dia tidak ingin memaksaku atau ingin membiarkanku untuk istirahat dulu.


Aku langsung bangun dan langsung mandi karena Aku sudah tidak sabar ingin menemuinya dan bercumbu dengannya.


Setelah selesai siap - siap, Aku langsung turun kebawah dan melihat Bibi yang lagi duduk santai sambil ngopi.


" Biasa Non, pada olahraga tadi pagi dan belum pulang. Non mau makan ???? "


" Oh .... Gak usah Bi. Aku mau langsung jalan, Nanti ajah makannya sama Teman. Bibi udah makan belum ???? jangan telat telat makan, Bi. " kataku sambil nguyah.


" Iya Non, bentar lagi. Bibi belum lapar. Nanti ajah sekalian sama Ratna dan Juwita. "


" Ohhh .... Iya udah Aku jalan dulu iya, Bi. " kataku sambil meneguk air putih yang ada di gelas yang sudah disiapkan Bibi.


Aku menenteng tas kecilku menuju garasi mobil dan menelpon Mami.


" Halo Mi, mau ikut gak Mi ??? " tanyaku.


" Hoooammm .... Mau kemana ??? " tanyanya sembari nguap.


" Astaga ..... masih molor ????? mau ketemu si Ganteng dong .... Mami gak kangen kah ??? " Godaku.


" Kangen sih kangen Cin .... Tapi kan yang membelai dan merasakan kecupannya Kamu. Ih Kamu bikin Aku jadi pengen deh .... "


" Hayooo.... Ajak tuh si Agus kesayanganmu ... wkwkwk.... "


" Aduh Cin ... pengen sih tapi Kamu tau sendiri kan, Aku Orangnya sok jual mahal hahahaha ..... " katanya dengan suara centilnya.


" Astaga .... pertahankanlah sok jual mahalmu biar Mami gak bisa merasakan yang enak - enak. " kataku sambil tertawa.


" Ih Kamu mah .... "


" Udah Ah .... Aku mau jalan nih, nanti kalau Mami mau datang, datang ajah iya .... "


" Oke oke .... nanti Mami kabarin iya .... salam sama si Ganteng iya.... Selamat bercumbu mesra. "


Maaf iya rederrrrsss, othor updatenya lama.... soalnya lagi ada kerjaaan beberapa hari kemarin.....


Bantu like dan votenya iya cinta biar othor makin cemungudddddd....


love youuui alll.....