Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 33


Oke !!!!!!


Tanganku mulai bermain main menja. Aku menggelitik gelitikkan tanganku menari nari diatasnya sampai akhirnya Aku melakukan permainan yang begitu menggairahkan.


Aku melakukan gerakan demi gerakan layaknya seperti senam di pagi hari.


" Susah sekali!!! Lets try...... ''


'' Nah iyaa!!! Arrrgggg.... why???? whatt happen ???? .... " gerutuku setelah melakukan tarian tapi malah keluar. Aku langsung menariknya untuk duduk bersamaku.


Aku kembali duduk menari nari di atasnya.


Dia menjerit seperti kejepit pintu dengan mata terpejam.


Berkali kali, Kami coba dan coba hingga akhirnya berhasil melakukannya.


Aku melakukan gerakan yang sama berulang kali untuk mencari dan mancari titik kepuasan.


" Seperti ada yang menariknya..... Tolong diam dulu!!! " katanya memejamkan matanya sembari mengerang sesuatu yang tidak bisa dikatakan tapi ekspresinya menikmati hingga Aku menghentikan itu.


Aku menatapnya dengan sedikit kebingungan karena Dia masih memelukku saat itu. Apa Dia capek ??? atau sudah udahan ?????


#####


Permainan itu berlangsung lumayan lama dan sesekali Kami gantian untuk bekerja keras malam itu.


Bebagai ekspresi Aku lakukan untuk kepuasan Kita berdua.


Hampir 2 jam sekali bermain, Dia langsung memelukku untuk tidur di dadanya. Aku pun langsung berbaring di sampingnya ssmbil memeluknya dan menatapnya.


Dia mengecup mesra keningku lalu memejamkan matanya. Aku mengelus elus dadanya yang kekar itu.


Sungguh setelah hampir beberapa minggu tidak melakukannya, Sekarang menikmatinya dengan lumayan puas. Perasaanku langsung enak dan lega seperti rasa capek yang ada di dalam tubuh hilang sudah.


Malah Kita selalu bergantian untuk melakukan seperti apa yang Kita inginkan masing - masing.


Karena menurutku itu sangat penting karena bukan hanya melampiaskan nafsu secara brutal atau secara kasar melainkan bermain dengan penuh cinta maka kedua belah pihak akan merasa nyaman dan tidak ingin melupakannya.


Kuakui, Aku memang dalam hal ini cukup mampu dalam permainan panjang. Hasratku tinggi dan durasi yang Aku mau lumayan lama.


Permainan yang panjang membuatku merasakan sensasi yang benar benar nikmat.


Bahkan ketiga Pria yang sudah bersamaku ini, masih kurang dibanding Aku.


Aku yang baru memulai hal ini, benar benar seperti sudah ahlinya. Aku selalu bermain dan bermain jika sudah menikmatinya. Aku bahkan tidak pernah berguru atau belajar dari siapapun kecuali dari Nay yang hanya bercerita cerita tentang itu.


Mungkin Aku sudah ditakdirkan untuk memuaskan dan menyalurkan kemampuanku dalam bidang ini.


Padahal dulu, tidak pernah terpikirkan olehku untuk melakukan ini.


Memang benar benar hidup Kita ke depan tidak bisa Kita prediksi akan seperti apa.


Walau Kita sudah menatanya dengan baik mau jadi seperti apa, tapi kalau sudah tidak takdir bakalan tidak akan pernah hal itu tercapai.


Sekarang itu yang sudah Aku tekadkan dalam hati, Disisi hidupku yang penuh dosa ini, Jangan pernah menyalahkan siapapun atas apa yang sudah terjadi dalam hidup.


Aku sudah berdamai dengan diri sendiri sebelum melakukan itu.


Aku menjalaninya dengan santai dan tidak terlalu untuk membuat beberapa planning kedepannya seperti apa. Maunya mengalir saja seperti biasa.


Aku juga tidak pernah melewatkan untuk berbagi kasih. Aku memang penuh dosa. Tapi dibalik sisi gelapku, masih terpancar kebaikan yang Aku miliki.


Kemungkinan besar, Aku ngikutin sifat Papa yang selalu rendah hati dan saling menyayangi dengan tulus untuk semua Orang.