Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 162


Saat Mereka sudah keluar dari kamar, Pintunya langsung ditutup oleh RR dan mendekatiku.


Dia langsung menaruh tangannya kembali dikeningku saat Aku main game dari ipadku.


" Kayaknya demam Kamu naik lagi deh Yang ... Udah dicek Perawatnya belum tadi ???? " katanya sambil melepas handuk yang dikepalaku.


" Udah .... Aduh, Jangan dulu Yang .... Tunggu kering dulu bentar lagi. " jawabku sambil memegang dengan tangan kiriku dan menahan handuk itu.


" Kapan mau keringnya Yang ???? yang ada Kamu masuk angin !!! Awas, Jangan bawel !!! " kata RR tegas dan menyingkirkan tanganku dengan lembut.


Aku menatapnya dengan memasang wajah cemberut dan mengerutkan keningku.


" Udah gak usah kayak gitu tatapannya. " kata RR sambil menyentil keningku.


" Aish .... Sakit Yang ... " bentakku keras membuat Mami yang dikamar mandi teriak.


" Woe .... Kalian ngapain sih ??? Aku kaget ihhh ..... " teriaknya.


" Awas awas ..... Gak mau. Jangan pengang rambutku. " cetusku kesal dan mendorong tangannya dari kepalaku.


" Udah jangan marah marah, Nanti cepat tua loh .... " goda RR lalu duduk di samping Bedku.


" Bodo amat !!! " cetusku kesal tanpa melihat Dia.


" Sini ah .... Jangan marah marah ...Buruan, Biar makan Kamu. " kata RR mendekatiku dan menyisir rambutku.


" Gak mau. Aku ajah. " tarikku mengambil sisir yang ditangannya.


" Gi mana cara Kamu nyisirnya Sayang ???? Hhhmm ??? " kata RR senyum menatapku.


Aku baru sadar ternyata tangan kananku di infus dan tidak mungkin Aku menyisir rambutku dengan tangan kiri.


" Nanti biar Mami yang nyisir. " jawabku dengan masih tidak mau kalah.


" Udah deh iya, Jangan bawel. Kalau Kamu masih menolak, Aku akan mengecup bibirmu sampai Mami keluar dari kamar mandi. " bisiknya ditelingaku.


" Ihh ... dasar Kamu mesum. " jawabku memukul kakinya.


" Mesum tapi Kamu mau kan ??? Muuuachh ... " jawabnya sambil mendaratkan ciuman dileherku.


" Geli Yang, ihhh .... " kataku manja.


" Tapi Kamu masih demam deh, Jam berapa kesini Dokternya ??? " tanyanya sambil menyisir rambutku pelan.


" Iya. Mataku juga masih rada panas Yang .... Tadi siang demamku naik lagi. " kataku.


" Trus apa kata Dokternya ??? Kenapa Mami gak ngasih tau Aku ???? "


" Aku ngelarang Mami, Takutnya Kamu lagi kerja. Kata Dokternya itu biasa Yang .... "


" Kan bisa Aku kerja dari sini Yang .... "


" Nanti Kamu gak konsentrasi kalau dari sini. yang ada Kamu menggodaku mulu. " kataku dengan senyum dan percaya diri melihatnya.


" Halllaaa ... Kamu malah yang menggodaku. " jawabnya sambil mencolek pinggulku.


" Nah, Tuh barusan apa ??? Dasar Kamu Om Om mesum. " kataku sambil menyenderkan kepalaku dibahunya.


" Astaga .... Geli Yang .... ihhh Udah ... " jawabku sambil mengusap pipiku yang diciuminya.


" I Love You Sayang .... Muachh .... Jangan sakit sakit iya ?? .... " katanya mencium keningku.


Dia langsung mengambil nasi yang di meja yang dibawa Mami tadi.


" Kamu mau ayam bakar gak ??? Tadi Aku beli Ayam bakar .... " kata RR sambil berjalan mengambilnya ke arah meja.


" Mau. Kayaknya enak tuh. "


" Iya udah, Kamu duduk dan senderan dulu, Biar Aku suapin. Taruh bantal dibelakang Kamu biar gak sakit punggungmu. Mami, Lama bangat mandinya ..... " Kata RR.


" Sabar Cin .... Lagi enak enaknya ini menggosok .... " kata Mami dengan nada suara kebencongannya.


" Astaga .... "


RR langaung menyuapiku makan sembari Dia makan juga.


" Hhmm, Enak Yang ... " kataku sambil ngunyah.


" Aaa ...Makan yang banyak .... " jawab RR.


Saat RR menyuapiku, Aku sengaja ******* tangannya yang masuk kemulutku saat menyuapiku. Aku senyum melihatnya dan melakukan itu lagi hingga Dia menyentil keningku dengan sedikit keras.


" Aishhh .... Apaa sih ???? Sakit !!!! " kataku sambil memegang keningku.


" Kamu ngapain ???? Dasar .... " jawan RR dengan senyum melihatku.


" Kan makan !!! Emang ngapain ???? " tanyaku dengan menahan senyumku melihat Dia.


" Kamu jangan mancing mancing Yang .... Nanti kalau benaran tegang, Bagaimana ???? Gak mungkin kan Kita melakukan itu disini ??? " kata RR memberiku gelas berisi air putih.


" Gak apa apa lah Yang .... Kan pintunya bisa ditutup. " jawabku mulai menggodanya.


" Udah deh, Kamu jangan berpikir yang aneh aneh deh .... "


" Kok aneh sih ???? Ayoo lah Aku pengen Yang .... " godaku memegang dadanya dan mengelusnya.


" Astaga ..... Ran !!!! Turunin tanganmu. " bentak RR.


" Iya udah deh .... Nanti Aku cari yang lain ajah deh .... " jawabku pura pura manyun dan melihat ponselku.


" Hhhmmm ...... mulai deh ... "


" Hhhmmmm gigit juga nih lama lama. " cetusku sambil mencubit pahanya Dia.


" Astaga .... Sakit Yang .... Kayaknya seluruh badanku bekas cubitan Kamu deh. "


" Masa ???? Emang ada bekasnya ??? Bisa ajah Orang lain kan ???? "


" Udah ah ... " jawab RR memilih diam karena pasti ujung ujungnya Aku yang cari masalah. Sia sudah tau sifatku.


" Muaachhh .... Muaccchhh ... " Aku menciumnya di Pipinya yang duduk makan disampingku.


Dia hanya senyum melihatku lalu mengelus rambutku.