
Saat Mereka sudah keluar dari kamar, Pintunya langsung ditutup oleh RR dan mendekatiku.
Dia langsung menaruh tangannya kembali dikeningku saat Aku main game dari ipadku.
" Kayaknya demam Kamu naik lagi deh Yang ... Udah dicek Perawatnya belum tadi ???? " katanya sambil melepas handuk yang dikepalaku.
" Udah .... Aduh, Jangan dulu Yang .... Tunggu kering dulu bentar lagi. " jawabku sambil memegang dengan tangan kiriku dan menahan handuk itu.
" Kapan mau keringnya Yang ???? yang ada Kamu masuk angin !!! Awas, Jangan bawel !!! " kata RR tegas dan menyingkirkan tanganku dengan lembut.
Aku menatapnya dengan memasang wajah cemberut dan mengerutkan keningku.
" Udah gak usah kayak gitu tatapannya. " kata RR sambil menyentil keningku.
" Aish .... Sakit Yang ... " bentakku keras membuat Mami yang dikamar mandi teriak.
" Woe .... Kalian ngapain sih ??? Aku kaget ihhh ..... " teriaknya.
" Awas awas ..... Gak mau. Jangan pengang rambutku. " cetusku kesal dan mendorong tangannya dari kepalaku.
" Udah jangan marah marah, Nanti cepat tua loh .... " goda RR lalu duduk di samping Bedku.
" Bodo amat !!! " cetusku kesal tanpa melihat Dia.
" Sini ah .... Jangan marah marah ...Buruan, Biar makan Kamu. " kata RR mendekatiku dan menyisir rambutku.
" Gak mau. Aku ajah. " tarikku mengambil sisir yang ditangannya.
" Gi mana cara Kamu nyisirnya Sayang ???? Hhhmm ??? " kata RR senyum menatapku.
Aku baru sadar ternyata tangan kananku di infus dan tidak mungkin Aku menyisir rambutku dengan tangan kiri.
" Nanti biar Mami yang nyisir. " jawabku dengan masih tidak mau kalah.
" Udah deh iya, Jangan bawel. Kalau Kamu masih menolak, Aku akan mengecup bibirmu sampai Mami keluar dari kamar mandi. " bisiknya ditelingaku.
" Ihh ... dasar Kamu mesum. " jawabku memukul kakinya.
" Mesum tapi Kamu mau kan ??? Muuuachh ... " jawabnya sambil mendaratkan ciuman dileherku.
" Geli Yang, ihhh .... " kataku manja.
" Tapi Kamu masih demam deh, Jam berapa kesini Dokternya ??? " tanyanya sambil menyisir rambutku pelan.
" Iya. Mataku juga masih rada panas Yang .... Tadi siang demamku naik lagi. " kataku.
" Trus apa kata Dokternya ??? Kenapa Mami gak ngasih tau Aku ???? "
" Aku ngelarang Mami, Takutnya Kamu lagi kerja. Kata Dokternya itu biasa Yang .... "
" Kan bisa Aku kerja dari sini Yang .... "
" Nanti Kamu gak konsentrasi kalau dari sini. yang ada Kamu menggodaku mulu. " kataku dengan senyum dan percaya diri melihatnya.
" Halllaaa ... Kamu malah yang menggodaku. " jawabnya sambil mencolek pinggulku.
" Nah, Tuh barusan apa ??? Dasar Kamu Om Om mesum. " kataku sambil menyenderkan kepalaku dibahunya.
" Astaga .... Geli Yang .... ihhh Udah ... " jawabku sambil mengusap pipiku yang diciuminya.
" I Love You Sayang .... Muachh .... Jangan sakit sakit iya ?? .... " katanya mencium keningku.
Dia langsung mengambil nasi yang di meja yang dibawa Mami tadi.
" Kamu mau ayam bakar gak ??? Tadi Aku beli Ayam bakar .... " kata RR sambil berjalan mengambilnya ke arah meja.
" Mau. Kayaknya enak tuh. "
" Iya udah, Kamu duduk dan senderan dulu, Biar Aku suapin. Taruh bantal dibelakang Kamu biar gak sakit punggungmu. Mami, Lama bangat mandinya ..... " Kata RR.
" Sabar Cin .... Lagi enak enaknya ini menggosok .... " kata Mami dengan nada suara kebencongannya.
" Astaga .... "
RR langaung menyuapiku makan sembari Dia makan juga.
" Hhmm, Enak Yang ... " kataku sambil ngunyah.
" Aaa ...Makan yang banyak .... " jawab RR.
Saat RR menyuapiku, Aku sengaja ******* tangannya yang masuk kemulutku saat menyuapiku. Aku senyum melihatnya dan melakukan itu lagi hingga Dia menyentil keningku dengan sedikit keras.
" Aishhh .... Apaa sih ???? Sakit !!!! " kataku sambil memegang keningku.
" Kamu ngapain ???? Dasar .... " jawan RR dengan senyum melihatku.
" Kan makan !!! Emang ngapain ???? " tanyaku dengan menahan senyumku melihat Dia.
" Kamu jangan mancing mancing Yang .... Nanti kalau benaran tegang, Bagaimana ???? Gak mungkin kan Kita melakukan itu disini ??? " kata RR memberiku gelas berisi air putih.
" Gak apa apa lah Yang .... Kan pintunya bisa ditutup. " jawabku mulai menggodanya.
" Udah deh, Kamu jangan berpikir yang aneh aneh deh .... "
" Kok aneh sih ???? Ayoo lah Aku pengen Yang .... " godaku memegang dadanya dan mengelusnya.
" Astaga ..... Ran !!!! Turunin tanganmu. " bentak RR.
" Iya udah deh .... Nanti Aku cari yang lain ajah deh .... " jawabku pura pura manyun dan melihat ponselku.
" Hhhmmm ...... mulai deh ... "
" Hhhmmmm gigit juga nih lama lama. " cetusku sambil mencubit pahanya Dia.
" Astaga .... Sakit Yang .... Kayaknya seluruh badanku bekas cubitan Kamu deh. "
" Masa ???? Emang ada bekasnya ??? Bisa ajah Orang lain kan ???? "
" Udah ah ... " jawab RR memilih diam karena pasti ujung ujungnya Aku yang cari masalah. Sia sudah tau sifatku.
" Muaachhh .... Muaccchhh ... " Aku menciumnya di Pipinya yang duduk makan disampingku.
Dia hanya senyum melihatku lalu mengelus rambutku.