Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 287


" Sayang ... ???? "


" Sayang ..... ???? "


" Ran .... Sayang ???... '' panggil RR tapi tidak ada jawaban dariku.


Dia menyuruh Pelayan yang antarin makanan itu meletakkan di meja dekat sofa, lalu Dia kembali menutup pintu.


" Sayang .... " panggilnya lagi.


" Iya ..... " jawabku sambil mengusap mataku yang sudah ketiduran dari tadi.


" Makanannya sudah datang, Sayang. Sini .... "


" Iya. " jawabku dan sudah berada disana.


" Sini duduk, Itu udah Aku siapin buat Kamu. " kata RR senyum melihatku yang masih sedikit ngantuk.


" Aku ngantuk nih, Lama bangat makanannya datang sampai Aku bisa ketiduran. " kataku melas.


" Nanti lanjut tidurnya habis makan, Ran.... "


RR datang dan berdiri disampingku hendak duduk untuk menyuapi Aku, Tapi Aku langsung memeluknya hingga Dia sedikit membungkukkan badannya ke Aku sembari salah satu tangannya memegang meja dan satu lagi memegang ujung kursi tempatku duduk.


RR senyum dan mengelus elus punggungku.


" Are You oke ??? " tanyanya sambil berusaha untuk melihatku.


Aku melihatnya dengan genit seraya tanganku membuka kancing kemejanya yang paling atas. Aku senyum senyum sambil mengelus elus dadanya yang kekar.


" Mau makan dulu atau ini ??? " tanya RR senyum sambil menahan sedikit nafsunya yang sudah sedikit menggebu saat Aku mengelus elus dadanya itu.


" Mau Kamu gimana ??? " tanyaku manja dan membuka kancingnya satu persatu.


" Muachh ..... Udah deh makan dulu ya, Jangan mancing mancing. Nanti Aku udah gak bisa tahan, Sayang .... " kata RR sembari menyenderkan tubuhnya ke kursi yang dibelakangnya.


" Bukannya gak bisa tahan tapi emang gak tahan kan ?? " kataku mengejek.


" Kalau sama Kamu, ya Aku gak bisa taahan, Sayang .... Kan Kamu udah tau sendiri kan ??" katanya sambil mendekatkan mangkok berisi pangsit itu ke Aku dan Dia.


" Muuaach .... " Aku sedikit berdiri dan mengecup bibirnya lembut saat Dia hendak makan.


Aku senyum lalu duduk untuk menyantap Pangsit yang sudah dihidangkan. Dia melirikku dengan senyum lalu mengelus rambutku.


" Mau Aku suapin gak Sayang ??? "


" No !!!! " jawabku langsung tanpa berpikir.


melihatku sambil senyum senyum.


" Aku gak mau. Aku bisa makan sendiri. Hm, enak, Yang .... "


" Iya enak. Habisin lah ..... Nanti ada yang lebih enak kok. "


" Apa itu ??? " tanyaku sambil menikmati makananku.


Dia tidak menjawab dan hanya menikmati makanannya.


" Apa Sayang ??? " tanyaku lagi.


" Udah gak ada. Habisin dulu deh itu. " katanya sambil melihatku dan mangkokku.


" Ih, Kamu mah gak jelas. " jawabku manyun.


" Nanti Aku kasih tau kalau Kamu udah kelar makannya. Buruan deh, Aku ajah udah mau habis nih, masa Kamu masih segitu segitu ajah ??? " katanya melihatku.


Aku langsung menghampiri RR di meja kerjanya karena Dia langsung melanjutkan pekerjaannya setelah Dia selesai makan.


" Sayang, Kamu masih banyak kerjaan ya ??? " tanyaku sambil bermanja manja, memeluknya dari belakang serta menopang daguku di pundaknya. Aku mengintip pekerjaannya dari belakangnya.


" Dikit lagi, Sayang. Bentar ya .... " jawabnya sembari melirikku dan menaruh tangannya kebelakang untuk mengelus rambutku.


" Sayang, Aku ngantuk .... Aku tidur lagi ya ??? Nanti bangunin Aku kalau Kamu udah kelar kerjanya. Hm ??? Muuach .... " gerutuku manja sembari mencondongkan tubuhku kedepan sambil mencium dagunya manja.


" No !!! Kamu baru habis makan, Ranti. Gimana ceritanya mau langsung tidur lagi !! Hm ??? " katanya tegas sembari menatapku dan menghentikan pekerjaannya.


Aku langsung menebar senyum manisku sama RR karena kalau Dia sudah manggil namaku pasti karena sudah kesal, Agar Dia tidak marah. Aku menarik kursi untuk duduk dekat di sampingnya.


" Trus Aku ngapain dong ???? " kataku manja sambil memeluknya dan menyenderkan kepalaku di lengannya.


" Kamu mau jalan jalan gak ??? Biar Kita keluar. " kata RR merangkulku dan mengelus lenganku.


" Gak ah. Udah kelarin dulu kerjaan Kamu. Aku temanin disini ya .... "


" Iya udah, iya udah .... Ini tinggal dikit kok, Duduk di sofa ajah yuk, biar Kamu bisa nyender dan duduknya enak, bisa sambil nonton Kamu. " ajak RR.


Aku pun mengangguk dan langsung bangkit berdiri berjalan ke arah sofa disusul Dia.


" Sayang, Rein kapan kesini ???? '' tanyaku saat Dia hendak duduk disampingku memegang laptopnya.


" Masih banyak kerjaan disana yang harus Dia urus, Sayang. Nanti ajah ya, Dia kesini pas acara Nikahan Kita ajah ya ??? Gak apa apa kan ???? " jawab RR sembari merangkulku lagi.


Aku pun mengangguk dan mengambil remote lalu mengalakan tv.


" Kamu kangen sama Rein, Sayang ???? " tanya RR.


" Emang Kamu gak kangen sama Adik Kamu sendiri ??? " tanyaku balik tanpa menjawab pertanyaannya itu.


" Aku nanya malah nanya balik. " kata RR mencolek hidungku.


" Kangen dong. " jawabku sambil memegang hidungku.


" Padahal samaku, Kamu gak pernah bilang kangen. " gerutu RR.


" Ngapain bilang kangen, Kamunya ada disini ??? "


" Waktu Aku diluar kota, Emang Kamu pernah bilang kangen sama Aku ??? "


" Yang penting kan sekarang udah ada disini, toh .... Trus kalau Aku mau bilang kangen, Kamu mau ngapain ??? " tanyaku menatapnya melihatnya yang senyum senyum.


" Gak usah senyum senyum deh, dasar .... " ocehku lagi.


Dia langsung melingkarkan tangannya di leherku dan mengecup lembut bibirku serta mengemutnya pelan.


Aku memukul punggungnya karena Dia tidak mau melepas ciumannya walau Aku sudah berusaha melepas bibirku dari emutannya.


" Kenapa ??? " tanyanya senyum mengelus bibirku pelan.


" Kelarin dulu kerjaan Kamu !!! " cetusku melotot.


" Hehehehe ..... Iya iya. "


" Buruan ih, Nanti Aku kalau udah sentuh dada Kamu, Kamu gak bisa ngapa ngapain loh .... " ocehku sambil menyenderkan kepalaku ke sofa.


" Hahahahah, Kamu tau ajah deh. Wait ya, bentar lagi kok ini. " jawab RR sambil mencium pipiku.


" Buruanlah, Aku udah nahan dari tadi. " gerutuku manja manja.


" Iya. Kita udah lama ya, Gak bergoyang ... " goda RR melirikku genit sambil main mata.