
Tidak lama kemudian, Kami langsung berangkat kerja. Seperti biasa, RR minta menyetir sendiri dan Supirnya berangkat sama Rein.
Kami berangkat bersama. Seperti biasa, Aku membawa bekal buah ke kantor untuk Kami bertiga. Kebetulan juga Rein minta dibuatin jus seperti yang beberapa hari kemarin sehingga sekalian saja Aku buatin buat semuanya yang ada di rumah termasuk Mba yang kerja disana.
" Sayang .... jadi kan nanti Kita beli jam tangannya ??? " tanyaku.
" Iya Yang .... "
" Tapi malam ajah habis pulang kantor. Jadi Kita gak buru buru balik dari kantor nanti. " kataku merapikan rambutnya.
" Muaaccchhh .... " Dia langsung mencium Pipiku.
" Ih ... dasar .... Main nyosor ajah ... " kataku sambil menarik hidungnya.
" Gak apa apa dong ... Kan Kamu milikku. " jawabnya main mata.
" Udah ih fokus nyetir. '' kataku sambil menyalakan musiknya.
" Baik Nona. Eh... Nyanyi dong Sayang ... '' jawab RR sambil menggenggam tanganku.
" Wani piro ???? "
" Apa itu ??? " tanya RR menatapku karena tidak tau artinya.
" Kamu gak tau artinya ???? " tatapku melihat RR.
" Gak Yang. Apa itu ???? "
Aku senyum senyum dan ingin mengerjai RR tapi kasihan juga nanti Anak Orang.
" Itu artinya Kamu mau bayar berapa .... " kataku mencubit pahanya.
" Aaaduh .... " RR langsung kaget dan menatapku dengan tatapan dalam.
" Why ???? " kataku sambil ketawa.
" Aish .... Aku merinding ih Sayang .... Jangan gitu ah ... Aku nanti malah putar balik ini. " goda RR menatapku dengan pikiran kemana mana.
" Hei!!!!! Aku cuma nyubit pelan kok dan itu juga paha Kamu bukan yang lain ???.... Kamunya ajah emang yang sangean ... " katalu ketawa sambil narik hidungnya.
" Astaga .... salahnya itu di Kalian dong,Yang .... Kan Kalian yang merinding, sangean atau apalah itu. Kalau megang atau nyubit mah hal biasa kan ???? '' kataku senyum melihat Dia.
" Iya tergantung area yang dipegang atau disentuh juga Yang .... Kamu kan sentuhnya area sensitif iya jelas lah langsung naik segala yang mau naik. Hahahah .... "
" Iya wajar sama lah sama Kamu !!!! Gak mungkin dong Aku megang atau ngelakuin kayak gitu sama Orang Yang .... tapi kan masalahnya Mami tangannya ajah disentuh gak bisa. Emang kayaknya Dia itu belum 100 persen deh penyuka sesama jenis. Kayaknya Dia juga ada rasa sama lawan jenisnya. "
" Gak tau juga lah Yang ..... Namanya juga Mami. Coba Kamu tanyain Yang, Hahaha ... "
" Gak enak lah Yang .... Makanya jangan sembarangan buka baju di depan Orang, Kamu!!! " kataku melotot.
" Lah kenapa ??? Kamu cemburu iya ??? " goda RR mencolek hidungku.
" Iya dong. Tubuhmu dan semua yang ada di tubuhmu milikku !!!! Aku gak mau kalau Kamu sampai menunjukkan itu sama Orang !!! Biar jangan cuma Aku yang selalu Kamu bilang begitu. Aku juga bisa bilang gitu ..... " kataku manyun.
RR senyum dan mengelus rambutku. " Iya iya Sayang .... Pokoknya tubuhmu itu juga milikku !!!! Jangan sembarangan sekarang Kamu !!! " cetus RR.
" Iya Pak RR !!!!!! " jawabku sambil menghormatnya.
" Jangan melakukan apapun itu kecuali bersamaku. Apalagi nanti Kita LDR, Aku gak bisa dekat terus sama Kamu !!!! Jangan pernah melakukan hal apapun itu yang menyakitiku. " katanya sambil menyetir tanpa melihatku.
Mungkin Dia secara halus menyinggung untuk tidak mencoba coba Pria lain disaat Kami LDR nanti. Dia mengatakan itu tidak berani melihatku.
" Iya Sayang ... Trus kalau Aku lagi pengen, Gimana dong ???? " tanyaku manyun sengaja menggodanya.
" Menikahlah denganku Sayang .... Biar Kamu sepuasnya bisa melakukan itu bersamaku. Dan Kita bisa melakukannya dengan begitu indah. " jawabnya sambil menggenggam tanganku.
" Aku bercanda doang Yang .... Gak mungkin lah Aku melakukannya dengan Orang. Hanya Kamu yang Aku miliki. "
" Will You Marry Me Yang ???? Mau dimana Kita menikah ???? Terserah Kamu. Dan Kita juga mau tinggal dimana, Terserah Kamu Sayang ..... Kamu bebas memilih dan Aku akan mengikuti Kamu. yang penting Kamu tidak jauh dari Aku. "
" Tolong beri Aku waktu iya .... " jawabku senyum menatapnya.
" Berapa lama Aku harus menunggunya ??? ''
" Akhirnya Kita udah sampai ..... " jawabku sambil menghela nafasku.