Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 258


Acara wedding Agus benar benar sampai tengah malam. Setelah Pengantin berganti pakaian, Istrinya mempersembahkan sesuatu untuk Agus.


Dia disuruh duduk didepan sementara Istrinya masuk dan stand bye dari pintu depan. Lampu dimatikan dan musik mulai diputar membuat seisi gedung itu tepuk tangan riuh.


Perlahan lampu dinyalakan dan musik mulai berdentum hebat dan riuh. Istrinya sudah mulai keluar ditemani beberapa dancer. Dia menari mengikuti lagu dan musik yang begitu membuat mata seisi gedung itu tertuju padanya.


Wah ....Benar benar diluar dugaan. Istrinya benar benar seperti penari yang begitu lincah menari diiringi lagu yang berjudul Marry You. Aku sampai terpesona melihatnya. Tepuk tangan dan pujian berdatangan dari para undangan yang hadir.


Wajah Agus begitu terpesona melihat Istrinya itu hingga Dia senyum senyum saat Istrinya menari didepannya dan menggodanya dengan main mata. Dia sampai tak berkedip memandang Istrinya itu.


" Wah .... menakjubkan sekali Cin .... " kata Mami gemes.


" Beruntung sekali Agus mendapatkan Istrinya itu. " kata RR.


" Iya Cin .... Aku terharu sekali dan pengen menari langsung ini ... " kata Mami menggoyang goyangkan kakinya.


Suara teriakan gemuruh saat Istrinya sudah selesai nge dance. Malah beberapa Orang ada yang berteriak untuk minta lagi.


Sekarang MC memanggil kedua pengantin untuk maju ketengah dan mempersilahkan untuk berdansa. Para tamu undangan yang bawa pasangan juga dipersilahkan untuk berdansa bersama.


Aku pura pura tidak mendengarnya dan makan beberapa potongan buah yang baru saja diantar pelayan.


Dengan spontan Mami menoelku dengan lengannya hingga Aku sedikit kaget.


" Apaan sih Mi !!! "cetusku.


" Jangan pura pura budek Kamu, Atau Kamu mau, Aku berdansa sama RR ??? " cetus Mami.


" Aish ..... Wkwkwkwkw .... Bukan budek Mi, Aku gak dengar .... " jawabku ketawa sembari ngeles.


" Udah deh ... Mami udah tau kartumu. Jangan banyak cincong deh .... "


" Hahahah .... Sialan. Aku malas Mi, Gak apa apa Kalian deh, Mami tau kan Aku pake hels nih, Kalau berdansa lama nanti lututku takutnya keram. " jawabku mencari alasan.


" Oh iya iya.... Mami lupa. "


Tidak lama kemudian, Kakaknya Agus datang ke meja Kami untuk menarikku sama RR membuat Mami ketawa. Aku menahan tangan Kakak itu dan berbisik.


" Kak, Aku gak bisa. Lututku sakit. Takutnya nanti keram kalau berdiri atau berdansa lama. " bisikku ditelinganya membuat Dia kaget.


" Hah ??? Kok bisa Ran ???? " tanyanya melihatku melotot.


" Oalah Ran ..... Trus Kamu pake hels ??? "


" Iya. Makanya Aku gak banyak berdiri Kak. Hehehe.... " kataku.


" Oalah .... Iya udah deh. Kamu duduk ajah, Tapi boleh dong, Dia Aku ajak.... " katanya melirik RR.


" Boleh dong .... Tarik ajah Dianya. " jawabku senyum.


Kakak langsung narik tangan RR untuk berdansa dengannya dan Dia melihatku dan meminta ijin. Aku mengangguk senyum.


Mami habis berdansa dengan Orang Orang yang disana, Dia langsung duduk kembali dan membawa makanan. Aku heran melihatnya yang tadinya masih berdansa didepan, tiba tiba sudah datang membawa satu mangkok bakso.


" Astaga .... Mi !!! " kataku heran.


" Hahahah .... Mami lapar Cin .... Ternyata berdansa menguras tenaga juga. Wangi baksonya menusuk ke hidung makanya Mami langsung minta satu mangkok. " kata Mami sambil mengaduk aduk racikan sambal dan saos ke baksonya itu.


" Hhhmmm .... Enak bangat Cin .... Nih makan. Makanan hari ini gak ada yang gagal. Endulita merkotop semua. "


" Iya lah. Sampai sekelas Agus, Catheringnya gak enak udah jadi omongan Mi. "


" Iya iya Cin ... Orang kaya mah gitu iya .... "


" Nanti Kita pulangnya jangan kelamaan iya Mi. Gak usah nunggu sampai acara selesai. " kataku.


" Iya Mami mah oke oke saja Cin. Kamunya gimana sama Keluarga Agus ??? Gak enak lah Kamu gak nungguin sampai acara selesai ??? "


" Nanti alasanku mau cek lutut ajah ke RS, Wkwkwk .... Bosan juga lama lama disini. Aku ngantuk wkwkwk .... "


" Dih .... Kami mah ngantuk melulu deh Cin, Kayaknya Kamu cacingan deh ... Cek deh nanti !!!! " cetus Mami yang geleng geleng melihatku.


" Hahahahah .... Sialan Kamu Mi. Emang karena Aku lagi banyak kerjaan kali, Makanya kayak capek gitu Mi, Jadi bawaanya pengen tidur. "


" Iya juga sih Cin. Mami juga kadang gitu. Kamu minum vitamin deh Cin .... "


" Nah itu Dia, Mi. Biar sekalian beli itu nanti. Stok vitaminku udah habis. Tapi selama RR disampingku, udah melebihi dari vitamin. " kataku senyum melihat Mami.


" Preeeeetttttt..... Pengen muntah Mami dengarnya .... !!!! "