Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 257


" Saya terima nikahnya Brella binti Brianden dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. "


" Sah ????? "


" Sah ...."


" Sah .... "


Aku menangis melihat dan mendengar ijab kabul itu begitu juga Mama Agus, Aku lihat mengusap matanya dengan pelan.


Mungkin dalam hatinya, Dia tidak menyangka bahwa Anak bungsunya itu sudah menikah dan mempunyai keluarga baru. Dia mungkin juga tidak menyangka bahwa kelakuannya selama ini.


Mami mengelus pundakku pelan dan senyum karena melihatku yang sedikit terharu dan mengeluarkan air mata.


Semua yang hadir disana langsung bertepuk tangan saat Pengantin sudah cipika cipiki. Mereka juga langsung memberikan bunga untuk Orang Tua masing masing.


Setelah itu, Prosesi untuk foto keluarga sedang berlangsung dan pertama dari pihak keluarga laki laki. Keluarga inti Agus langsung berdiri dan menarikku karena Aku tidak ikutan berdiri untuk maju kedapan.


" No Kak. Nanti sehabis orang Kakak foto dulu sekeluarga, Baru Aku ikut. " kataku menolak.


" Oke oke. " jawabnya.


Setelah beberapa kali di potret dan masing masing kakak dan Orang Tuanya juga berfoto akhirnya Aku dipanggil dari depan oleh MC untuk ikut serta.


Aku pun langsung maju karena tidak bisa menolak. Setelah Kami berfoto layaknya foto keluarga, Akhirnya Aku memanggil RR dan Mami untuk berfoto juga bersama Pengantin.


RR dan Mami berjalan kedepan dan Kami berfoto bersama pengantin. Mami juga menyarankan Aku sama RR berfoto juga tanpa ikuta Dia.


" Happy Wedding Gus .... " kataku menyalaminya beserta Istrinya itu yang Seorang Dokter.


" Thankyou Ran .... "


" Makasih Bro, Sudah datang .... Titip Adik Aku iya .... " kata Agus ke RR.


Melihat Mami, Agus sempat salah tingkah hingga membuatku sedikit saling tatap tatapan sama RR.


" Happy Wedding untuk Kalian berdua. Bahagia selalu hingga maut memisahkan... " kata Mami menyalami Agus dan Istrinya.


Agus masih sedikit gugup dan gelagapan saat melihat Mami padahal bukan ini pertama kalinya Mereka ketemu setelah kejadian itu. Pas di RS juga Agus sudah tidak mengekspresikan apa apa setelah nongkrong. Tapi malah sekarang Dia seperti Orang yang kedapatan mencuri. Padahal Mami sudah melupakannya dan tidak melihat Agus dengan tatapan macam-macam atau apapun itu.


Mami langsung turun dan berjalan ke kursi takut jiga Dia gara gara Dia, Agus malah berpikiran aneh lagi.


RR memegang tanganku berjalan ke kursi dan sedikit menggelitikkan tanganku karena Aku hampir ketawa.


" Nanti pasti ada sesi lempar bunga Cin, Kamu harus paling depan. " kata Mami sembari mencicipi beberapa makanan pembuka.


" Biar apa Mi ??? "


" Iya kan konon katanya yang dapat bunga itu akan segera menyusul juga ke pelaminan. " jawab Mami.


" Oh iya ??? " kataku pura pura gak tau.


" Udah deh, jangan pura pura bego. Nanti benaran bego loh ... " celetuk Mami.


" Hahahahaha .... " RR tertawa begitu juga Aku.


Saat undangan menikmati sajian yang dihidangkan, Artis pengisi acara yabg diundang membawakan dan menyanyikan beberapa lagu untuk menemani santapan para tamu yang hadir.


" Kita Nanti gak usah ada resepsi resepsi iya Sayang, Udah cukup ijab kabul dan sah saja. " kataku senyum melirik Mami.


" Waow .... Really Sayang ???? Minggu depan bisa dong kalau hanya ijab kabul saja ??? " kata RR serius.


" Besok ajah sekalian !!! Kamu mah apa apa langsung serius !!! " cetusku.


" Lah kan itu hanya menanggapi perkataanmu Cinta .... " cetus Mami yang tidak terima karena Aku protes.


" Oh .... Sekarang Mami sudah bela RR iya .... Kalian kayaknya punya kemistri yang sama deh .... "


" Sayang. ....... " kata RR menatapku.


" Iya iya .... Aku hanya bercanda ... " jawabku meliriknya yang menatapku dalam.


I'll be waiting for you


Here inside my heart


I'm the one who wants to love you more


You will see I can give you


Everything you need


Let me be the one to love you more


Mendengar lagu itu Aku langsung mengingat moment di paris itu dan Mami juga langsung ikut terbuai dalam lagu itu. Dia merangkulku sambil ikut menyanyikannya. RR menggengam tanganku dan bahagia.