
Saat Aku ngobrol dan cerita cerita bersama Mami di Butik, Tiba tiba Pria pertamaku menelponku. Aku sedikit bingung, tumben Dia nelpon, biasanya hanya chat saja karena beda waktu dan Negara.
Aku langsung menatap Mami dan kasih kode bahwa Dia menelponku. Mami sontak senang dan ingin buru - buru disuruh angkat.
Aku yang melihat tingkahnya yang sangat senang membuatku tersenyum menggelengkan kepalaku.
Aku langsung menjawab panggilan vidio callnya.
" Hello ..... " sapaku yang melihatnya lagi duduk santai yang mungkin dikantornya.
" Hello Honey.... I miss you so bad.... " jawabnya dengan nada suara yang manja.
" Me tooo Honey. Kapan kesini ???? " tanyaku senyum.
" Omaigat... Senyummu membuatku meleleh Sayang.... Ingin cepat cepat kesana dan memelukmu mesra. " jawabnya sambil mengelus layar wajahku yang ada di layar HPnya.
" Hayolah kesini. '' godaku.
" Sabar iya Sayang.... i am promise to meet you next week. " katanya.
" Really ???? " kataku dengan sangat senang.
" Yeah Sayang.... Nanti Aku bawain oleh oleh buat Kamu sama Mami iya.... "
" Astagaaa.... Kamu baik bangay Sayang .... Seriusan Kamu mau kesini??? Ada kerjaan kah ??? "
" No. Aku hanya liburan saja untuk satu minggu dan minggu depannya Aku ke Hongkong untuk meeting. Aku mau satu minggu itu benar benar bersama Kamu. Kangen Kamu Sayang .... Muuuachhh...." Katanya sambil mencium layar HPnya.
" Tenang.... Aku akan menemani dan merawat Kamu untuk satu minggu itu. Kamu bebas mau minta apa, akan Aku turuti. " jawabku senyum dan ingin mencium dadanya yang kekar itu.
" Aku makin tidak sabar Sayang menunggunya. arrghh.. Aku tidak biaa membayangkannya Sayang, membuatku ingin melakukannya dan memelukmu erat dan tidak mau melepaskannya. "
" Sabar Sayang..... nanti sesukamu untuk melakukannya. Pokoknya Aku serahkan semua sama Kamu. Kamu bebas bermain nanti. "
" Baiklah.... Kangen Kamu bangat Sayang.... Udah dulu iya Sayang.... Nanti Kita chat an lagi, Aku mau lanjut meeting dulu. I love you Honey... Muacchhh...."
" Love you too. "
Aku melihat ke arah Mami yang dari tadi mendengarku dengan senyum senang.
" Arrgghh Aku juga jatuh cinta sama Dia. " kata Mami manyun.
" Ihhhhh .... " jawabku mengerutkan bibirku.
" Hahahaha.... Gak mungkin kan tiap malam Mi, bisa - bisa lodoh wkwkwkw .... " kataku tertawa geli.
" Itu mah gak peduli lagi kalo sudah bersama. Aku jadi pengen deh. '' kata Mami menggodaku.
" Ajak si Agus dong Mi... Gimana sih, Kata Kamu Dia mainnya mantap dan buat Kamu puas... "
" Iya tapi kan siapa tau Dia gak bisa. Iya namanya juga pemilik perusahaan kan super sibuk Cin..... "
" Apanya super sibuk ??? yang ada Dia sibuk nyari mangsa kayaknya. Dia gak cocok tahu sebagai Pemimpin. wkwkwkw "
" Iiihhh Kamu parah sekali sih. Gak boleh gitu tahu. gitu ditu kan Dia lulusan Luar dan Dia kelihatan pintar kok. " bela Mami.
" Pintar sih pintar Mi. Tapi kan harus tahu menempatkan dimana Dia menunjukkan kepintarannya itu dan dimana Dia menunjukkan sifat nyari mangsanya itu. Jangan disamakan dong... hahaha... Cieee dibelain nih yeee ayangnya.... "
" Iya dong.... Mami belain Dia kerena Dia sudah membuat malam Mami penuh dengan kenikmatan. "
" Iya itu mah beda kali, Mi. " cetusku meliriknya.
" Kamu mah selalu gitu berpikirnya. "
" Lah iya dong.... Trus mau gimana ??? masa iya Aku sanjung sanjung.... ''
" Lah itu si Bulepotan itu Kamu sanjung juga tuh .... "
" Iya Dia kan beda Mi. Dia kelihatan kan tadi bisa ngebedain saat Dia lagi kangan kangenan sama saat Dia mau kerja. Dia bisa membedakan waktunya. "
" Iyeeee iyeee atur ajah dah.... "
" Wkkwkwkwk.... ngambek ngambekkk..... " cetusku.
Mami langaung diam dan melihat lihat kuku cetilnya sambil menggoyang goyangkan kakinya di sofa.
Mami memang baperan Orangnya tapi hanya sebentar doang. Hello kitty bangat memang Dia itu.
Terkadang Aku geli dan ketawa sendiri melihat kelakuannya yang kadang seperti ABG jaman sekarang.
Tapi disisi lain, Dia itu baik bangat dan selalu mengerti perasaan Orang lain apalagi Dia sama Anak Anaknya itu. Dia tidak pernah memaksa untuk harus berapa persen yang Dia dapat dari bookingan Mereka.
Dia selalu bertanya dulu saat pertama kali bertemu, mau dipasang tarif berapa dan mau berapa persen Mami ambil dari situ.
Dia tidak pernah menentukan sendiri makanya Aku juga salut sama Dia.