Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 169


Lagi asik asik dengar lagu diperjalanan, Tiba tiba mobilku kayak bukan seperti biasanya. Aku langsung menepi dan mengecek dan ternyata bannya kempes.


" Astaga ..... '' keluhku dan mengambil Ponselku dari dalam tas.


Aku langsung menghubungi pihak dealer langgananku setiap service mobil. Bahkan dari jaman masih ada Mama sama Papa dealer itu sudah jadi langganannya.


Setelah menunggu cukup lama, Akhirnya Mereka datang dan menderet mobilku. Lalu Aku langsung naik taksi ke Kantor Pak Agus.


Untung saja masih jam 2 kurang, Jadi tidak harus buru - buru.


Berhubung Pak Agus katanya masih meeting diluar, pasti Dia juga datang mepet atau bisa bisa telat dari jam yang sudah Dia tentukan.


But, I dont care and I dont know.


Aku mengibas rambutku dengan brosur yang ada di dalam taksi itu saking panasnya saat menunggu staff dealer datang.


Sampai dilobby kantornya Pak Agus, Aku langsung turun setelah membayar biaya taksiku itu.


Aku langsung berjalan masuk dan menuju toilet untuk rapih rapih dulu.


Saat Aku ditoilet, Aku mendengar obrolan Dua Orang OB yang menggosip disana.


" Eh, Kamu udah dengar belum sih, katanya Pak Agus itu Lekong ???? " katanya dengan pelan pelan.


" Hah ???? Serius Mba ??? Aku gak tahu loh, Iya ampun.... Sayang bangat iya padahal tampan dan cool gitu, Masa kelakuannya begitu ??? Emang Mba tahu dari mana ??? Ntar salah lagi. " kata Mba itu penasaran.


" Serius loh ... Masa Kamu tidak tahu sih itu ??? Udah bukan gosip lagi kayaknya itu deh, Aku dengar dari Orang Orang diatas bagian Finance saat bersih bersih diruangan itu. "


" Astaga .... Tapi Aku masih tidak percaya loh Mba. Hiks .... Bukannya dulu juga pernah ada gosip iya kalo Pak Agus lagi dekat dengan Orang yang bekerja diPerusahaan ini juga. Tapi Aku tidak tahu Orangnya siapa. "


" Mungkin itu hanya untuk menutupi status Lekongnya saja kali. " gosipnya.


" Wah wah ..... Padahal Aku selalu mengangumi Pak Agus yang begitu cool, tampan dan berwibawa. " jawabnya sedih.


" Hahahaha .... Jangan termakan dari soal tampang !!!! Itu hanya kelihatan diluarnya saja. "


Mendengar itu, Aku sedikit senyum kecil sambil mencuci tanganku di wastafel kaca yang ada di toilet itu.


Aku langsung keluar dari toilet itu dan berjalan ke arah stand kopi yang ada di lantai dasar itu.


" Mba, Pesan Kopi Latte satu iya. Panas... " kataku sama Pramusajinya.


" Baik Kak. "


Tiba tiba Aku langsung kepikiran RR yang melarangku untuk minum kopi dulu. Dengan sigap Aku langsung memanggil Pramusajinya dan mengganti menu dengan Greentea saja.


Aku menggelengkan kepalaku karena tiba tiba saja terpikir sama Dia.


" Mungkin saat diposisi Pak Agus tidak enak juga. Karena Dia selalu menjadi bahan gosipan baik tentang percintaan dan kehidupannya. Apalagi yang mungkin beberapa Orang tahu bahwa Dia menyukai sesama jenis juga. Apa mungkin Orang Tuanya sudah tau itu ???? Aarggghh .... Hhmm ... Bodoh amat lah, Ngapain juga Aku mikirin Dia ??? " gumamku di dalam lift.


Aku berjalan ke ruang meeting dan melihat bahwa ruangan itu masih kosong dan gelap. Aku memanggil Seorang Cleaning service yang lagi nyapu disana dan menyuruh untuk membuka ruangan itu.


Tapi Cleaning Service itu tidak mempunyai kuncinya dan menyuruhku untuk menunggu diruangan kecil didekat satpam yang ada disana.


Aku duduk sambil menunggu serta memakai haedset sembari mendengarkan lagu.


" Halo Ran .... Kamu tidak masuk kantor hari ini ??? " pesan Steve.


" Halo Pak .... Hari ini Aku libur. Boleh tanya jadwal kantor Saya sama HRD iya. " balasku sambil meneguk minumanku.


Pak Steve tidak membalasnya lagi. Mungkin Dia langsung tanya HRD jadwalku kekantor.


Tidak lama kemudian, Pak Agus dan Sekretarisnya datang menghampiriku.


" Halo Mba Ran .... Maaf sudah menunggu lama. Mari ke Ruang meeting. " kata Pak Agus senyum membuatku sedikit bingung atas perilakunya yang tidak seperti biasanya genit.


Aku mengangguk dan berdiri serta mengikutinya dari belakang.


Sekretarisnya langsung membuka pintu dan menyalakan lampu serta pendingin ruangan.


" Din, Tolong pesanin minuman serta beberapa makanan iya. " kata Pak Agus sembari duduk.


" Baik Pak. " jawabnya langsung pergi.


Aku juga langsung duduk menaruh tas ku disampingku.


" Hmm ... Gimana sudah sehat Ran ???? "


" Syukurlah sudah Pak. " jawabku senyum.


" Syukurlah iya. Sudah sangat telat nih untuk memproduksi barang yang sudah Kamu PO itu. Sample nya juga sudah ready beberapa minggu yang lalu. But its Oke. Buat Kamu mah tidak apa apa. " katanya senyum menatapku.


" Iya nih. Sakit, Kita tidak ada yang tau. " jawabku membalas senyumnya.


" Hhhmm .... Iyap benar. Nanti habis meeting berarti Kita langsung ke bagian produksi kan ?? Sekalian ajah untuk proses sample selanjutnya kalau ada. Jadi biar tidak terlalu menunggu dan membuang buang waktu kan. Sekali jalan dua pulau terlampaui. " jelasnya.


Mendengar itu, Aku sedikit menatapnya dan tumben bangat ini Laki Laki bicara serius. Biasa Dia hanya menatapku san senyum senyum sendiri.


Pikiranku langsung mengingat perkataan Dua Orang OB itu membuatku sedikit merenung sambil menatap wajah Pak Agus.


" Hhhmmm ...... " gumamku dalam hati.