
Tepat jam 10 teng, Kami bertiga keluar dari rumah dan menuju RS tempat Papa Agus dirawat.
Seperti biasa, Mami selalu bersemangat hingga Dia membuka kaca mobil sambil bernyanyi membuat RR senyum melihat Mami.
" Hello, Jakarta ...... Mami kembali .... " teriaknya.
" Udah kangen ke club dong iya Mi ??? " tanyaku melihatnya dari spion.
" Hahahaha .... Kangen berdansa dan menari nari manja Cin .... " jawab Mami senyum dan centil.
" Ajakin RR Mi, Kalau Mami kesana biar Dia gak stress mikirin kerjaan mulu. " kataku sambil melirik RR yang fokus mengemudi.
" Hahahaha ..... Kalau mau hilangin stres mah gak apa apa Cin, Asal jangan yang aneh aneh ajah. Tapi kalau diajakin mah bakalan tidak mau Dianya. Bukan kayak Kamu !!!! " kata Mami.
" Hahahaha .... Emang Aku gimana toh ???? "
" Gak tau deh !!!! " jawab Mami cetus membuat RR tertawa.
Akhirnya Kami sampai di RS dan Mami membawa parcel buah untuk Papinya Agus. Kami berjalan melewati lorong kamar kamar ruang sakit itu menuju lift karena Palinga di rawat di lantai 2 ruang VIP.
Setelah sampai di depan kamar itu, Aku mengetuk pintunya terlebih dahulu lalu membuka perlahan.
" Halo Ran .... Silahkan masuk. " sapa Agus yang berjalan ke arah pintu saat Aku mengetuk pintunya.
" Halo Gus .... Gimana keadaan Bapak ??? " tanyaku sambil berjalan ke arah ranjang tidur Papinya itu.
" Udah mulai mendingan Ran .... Papi lagi tidur. " katanya saat Aku menghampirinya.
Aku menghampirinya dan melihat wajah Papinya itu sudah terlihat segar dan mungkin sudah baikan. Aku melihat tidurnya pulas sehingga tidak enak kalau berbicara didekatnya.
Agus langsung bertegur sapa sama RR, Sementara Dia sedikit terkejut saat Mami ikut masuk tapi tidak terlalu ditunjukkannya.
Mami senyum serta menjabat tangannya setelah RR.
Mami tidak segan dan merasa tidak enak karena Dia berpikir bahwa itu masa lalu dan tidak perlu untuk diumbar atau ditunjukkan. Hanya saja Agus sedikit kaku dan terkejut saat melihat wajah Mami ada disana.
" Oh iya ???? Oalah .... Halo Bro .... " kata Agus sedikit kaget dan melihat serta menyapa RR kembali.
" Hallo ... " sapa RR kembali.
" Astaga .... Ran, Ternyata selama ini Kamu sudah punya pasangan kah ???? Hahahah ... " kata Agus sedikit tertawa kecil melihatku.
" Kalau Kita punya pasangan tidak perlu diumbar umbar toh ???? Tunggu undangan ajah langsung seperti Kalian. " kataku senyum melihatnya.
" Hahahah .... Iya iya .... Ternyata Pasangan Kamu Orang luar alias Bule. Berarti duku Aku memang tidak termasuk tipe Kamu. " jawabnya dengan tidak mempedulikan RR.
" Nah itu Kamu tau !!! Oh iya Calon Kamu dimana ??? " tanyaku.
" Lagi sama Mami. Mereka lagi ngecek beberapa vendor. Tadi pagi habis dari sini Mereka. "
" Oh .... iya iya. Tapi Bapak, Udah baikan kan ??? Aku lihat wajahnya udah segar ... "
" Iya Ran udah mendingan. Tadi sih kata Dokter kemungkinan besok sudah bisa pulang, Aturan hari ini tapi Dokter menyarankan untuk pulang besok saja supaya lebih sehat lagi. "
" Iya lah biar pulih dulu kan ?? Kamu harus lebih care lagi untuk kedepannya, Ditambah Kamu sudah memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Jadi Kamu harus lebih matang untuk berpikir dan bertindak. " kataku melihatnya.
" Iya Ran. Aku juga sudah memikirkan itu. Iya ampun, Ternyata Papi tidak salah menganggap Kamu sebagai Anaknya iya. Aku ajah salut sama Kamu dan malu sama diri sendiri. "
" Sekarang Kamu jangan menagatakn hal seperti itu. Tapi bagaimana kedepannya Kamu harus bisa lebih baik lagi. Bukan begitu Sayang .... ?? " kataku sambil melihat RR.
" Hhhmmm ??? Iya iya. " angguknya senyum melihatku dan mengelus tanganku.
" Aish .... Aku iri ah !!! kata Agus senyum melihat tindakan RR yang didepan matanya.
" Aku belajar banyak hal dari Dia, Gus. Jadi sekuat ini karena Dia. " kataku.
" Aku ngerti dan Aku bisa lihat itu kok Ran. Semoga Aku juga nanti sebahagia Kalian iya."
" Amin amin .... "