Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 281


Mulai dari sore, Mami sudah tidak ada di butik dan mengirim pesan ke Aku untuk minta ijin keluar mau ketemu Adiknya Angel. Aku masih diluar dan karena masih meeting dengan beberapa klien ditambah lagi habis meeting Aku mau ketemuan sama Anna di salah satu Mall yang sudah Kami tentukan.


Mami langsung ketemu sama RR di sebuah Mall. Mereka berdua tidak berlama lama langsung menuju toko emas di Mall itu dan membelikan cincin berlian serta kalung untukku setelah beberapa lama memilih milih.


Setelah itu, Mereka berdua tidak berlama lama dan langsung menuju Hotel RR untuk mengecek sudah sampai mana pendekoran gedung aula itu.


" Mi, Aku masih takut kalau Ranti benaran marah sama Aku. " kata RR saat berjalan ke gedung Aula.


" Gak lah. Dia bukan tipe Orang yang pendendam gitu. Dia baik kok, Kan Kamu sendiri sudah tau sifatnya Dia bagaiamana. "


" Iya. Tapi karena perkataanku kemarin, Aku jadi kepikiran, Mi. Ini ajah blokirannya belum dibuka. Aku udah telepon Bibi sih tadi, Katanya Ranti biasa ajah pagi ini seperti gak ada masalah. "


" Iya. Makanya Mami bilang selow ajah. Dia memang marah tapi gak terlalu ditunjukkin Dia karena Dia semalaman mungkin sudah berpikir. Kelihatan kok, yang biasanya Dia kalau ada apa apa langsung nangis atau mengurung diri. Tapi kalau sekarang, Dia lebih santai menghadapinya karena mungkin Dia sudah berpikir secara dewasa bagaimana cara mengatasinya. Tadi juga Mami nasehatin Dia dan Mami lihat, Dia sama sekali seperti tidak ada masalah. "


" Semogalah Mi. Mami tau kan, bagaimana sayangnya Aku sama Dia ??? " kata RR menatap Mami yang lagi asyik mainin ponselnya.


" Iya Cinta. Mami tau. Aish ..... Dasar Anak jaman sekarang !!!" cetus Mami mengoceh dan mengerutkan keningnya.


Semua persiapan untuk malam besok proses suprise untuk lamaran buat Aku serta sekaligus perayaan ulang tahunku berjalan dengan lancar sesuai yang di harapkan Mami dan RR. Setelah selesai semua persiapan dan perdekoran, Mami langsung menelponku karena Dia janji untuk makan malam samaku.


" Halo Cin, Kamu dimana ???? Jadikan Kita makan ??? " kataa Mami di samping RR dan sengaja mengeraskan volume ponselnya agar RR mendengarnya karena Dia tidak bisa menghubungiku.


" Mami emang dimana ini ???? Aku mau kelar nih meetingnya, Aku lapar bangat Mi. " jawabku sedikit merengek.


" Astaga ..... Pasti Kamu gak makan siang ya ??? Kebiasaan deh !!!!! Kamu mau makan apa ???? "


" Iya, Aku gak selera makannya, hehehe .... Mau makan apa ya ???? Makan apa ajah deh, terserah .... "


" Dasar Wanita kalau ditanya terserah .... " gerutu Mami.


" Lah, Bukannya Mami juga Waria, eh .... Wanita ???? Hahaha .... " kataku tertawa.


" Sialan nih !!! " cetus Mami.


" Iya udah, mau ketemuan dimana, Aku mau otw bentar lagi soalnya. "


" Bandar Djakarta ajah deh Cin yang dekat butik Kamu ..... "


" Oke deh. Mami langsung kesana ajah ya nanti, Kita ketemuan disana..... " kataku.


" Oke oke .... Bye ... ''


" Bye .... "


" Emang Dia begitu, Kalau udah ada masalah dan fokus kerja, udah lupa deh soal tubuhnya. " jawab Mami geleng geleng.


" Aku udah gak sabar mau ketemu Dia besok, Mi. Udah kangen juga .... "


" Aish .... Iye iye, Kangen .... Jangan ngomong kangen kangen di depan Mami deh, Trus Mami ngomong begitu sama siape ???? Arrghhh .... Kamu bikin jiwa Mami meronta ronta deh .... " kata Mami.


" Hahahhaa ..... Mana Brondong Mami itu emang ??? "


" Lagi sibuk Dia Cin, Padahal Mami udah lama gak di sodok nih .... Wkwkwkw " kata Mami dengan suara centilnya membuat RR sontak tertawa geli.


" Iya udah deh, tolong fotoin nanti Ranti ya, Sampai ketemu besok Mami .... Terima kasih udah bantuin Aku. " kata RR senyum.


" Pokoknya awas saja kalau Ranti nanti sedih sedih lagi. Kamu berurusan sama Mami, Kamu tau kan kalau bencong sudah marah ??? Jangan main main!!!! " kata Mami garang.


" Iya iya. Siap Mami. " jawab RR mengelus punggung Mami.


Mami dan RR langsung berpisah. Mami yang langsung menuju ke Restoran, sementara RR langsung naik kelantai atas ke kamarnya. Dia sudah tidak sabar menunggu besok.


****


Aku dan Mami menikmati makanan yang sudah Kami pesan. Beberapa menu dihidangkan di meja Kami.


" Mami, Pokoknya Kita harus makan sampai gak bisa gerak !!!! " kataku menyipitkan mataku melihat Mami.


" Hahaha .... Busung lapar Kamu ???? "


" Hahahahah ..... Selamat makan .... "


" Selamat makan ...... "


Lumayan lama Kami menikmati dan bercerita cerita di Restoran itu. Banyak nasihat dan kata kata penyemangat yang Mami berikan untukku. Malam ini, Aku benar benar bisa mengerti dan bisa memahami arti dari menurunkan ego, saling menerima dan banyak lagi.


Aku tersenyum dan bersyukur bangat, Mami ada di dalam hidupku. Sudah Aku anggap seperti Kakak sendiri.


Jam 9 malam, Kami akhirnya memutuskan untuk pulang.


" Mami, Tidur di kamarku ya ??? " ajakku saat Kami sudah sampai di garasi.


" Woke. " jawab Mami.


Aku langsung mandi setelah sampai di kamar dan Mami masih rebahan di sofa sambil membuka ponselnya.