
Sampai di rumah, Kami langsung masuk dan pintu dibukain oleh Mba yang sudah berada disana saat mendengar mobil Kami.
" Mana Mami Mba ??? " tanyaku.
" Ada di meja makan Non sama Tuan Rein. "
" Oh .... Coba Kita lihat apa yang Mereka siapkan.. " kataku.
" Hayo.... '
Saat Kami melangkah ke arah ruang tengah yang tidak jauh dari meja makan, Rein dan Mami langsung nanyi.
" Happy Birthday to You .... "
" Happy Birhday to You.... "
" Happy Birthday, Happy birthday, Happy Birthday to You ... "
Aku sama RR saling tatap tatapan dan ingin tau siapa yang ulang tahun serta mengerutkan kening masing masing.
" Siapa yang ulang tahun ???? Kamu Re ??? " tanyaku sedikit bingung.
RR mengangkat tangannya juga karena Dia tidak tahu. Sementara Mami dan Rein saling tatapan sambil senyum sumringah di wajah masing masing.
" Siapa yang ulang tahun ???? ih kok malah senyum senyum ???? " kataku mengerutkan kening melihat Mereka berdua.
" Kayaknya Kalian berdua cocok deh .... " kata RR ketawa.
" This is for You Cinta ...... " kata Mami sambil memberikan kuenya sama RR.
" Apa ???? Udah lewat Mi!!!!! "
" Hahahaha .... " Aku hanya ketawa.
" Gak apa apa. Sekalian kan Kita makan besar malam ini. Lihat meja ini, penuh dengan makanan dan minuman. Pokoknya malam ini Kita harus bersenang senang sebelum besok berangkat. Oke ????? ''
" Kalian berdua iya, Selalu ada ajah deh yang disiapin. " kataku.
" Udah Bang, tiup lagi tuh lilinnya. Jangan bawel deh .... Besok Aku tinggal sendiri disini !!! " gerutu Rein sambil memberikan gelas ke Kami masing masing dan Dia menuangkan minuman kedalamnya.
RR pun langsung meniup lilinnya sambil geleng geleng senyum.
" Cheerrrss .... "
" Cheeerrrsss .... "
" Cheeerrrsss untuk Kalian berdua .... " kata Mami mengedipkan matanya.
" Hayo Kita langsung makan ajah iya .... Aku udah lapar nih .... " kata Rein memegang perutnya.
Baru juga Aku mau ngomong tapi Mami sudah langsung memotongnya.
RR melirikku dengan senyum dan sepertinya Dia juga menginginkan perkataan Mami itu.
Dengan senyum Dia mengajakku duduk dan mempersilahkanku duduk di meja makan itu.
" Aduh Mi, Mi. Kamu iya ....." kataku.
" Selamat makan semuanya ..... Selamat menikmati.... " kata Rein.
" Selamat makan .... "
" Wah ..... Siapa yang belanja ???? Astaga ..... Akhirnya Aku bisa menikmati Shabu Shabu disini sebelum pulang .... " kataku sambil senyum melihat Rein.
" Makan sepuasnya Kak .... Pasti beda dengan yang di Indo kan ??? Tuh Ayam goreng juga, Enak tuh .... Aku beli tadi pas pulang kantor. "
" Iya beda Re. Ini enak bangat, rasanya mantap bangat ..... Aduh Kakak kangen deh nanti sama Kamu. Gak ada yang ngajakin makan, yang segitu pedulinya sama Kakak .... Aaaa Bakalan kangen sama Kamu... " kataku sambil mengelus tangannya.
" Nanti pokoknya Kakak sama Mami harus kesini lagi titik. Aku ngerasa sekarang kalau Keluarga itu rasanya seperti ini tau Kak. " jawab Rein.
" Pokoknya Kamu mulai sekarang Adik kesayangan Kakak. " kataku sambil main mata ke Dia.
" Aishhh .... Aku terharu sekali Kak..... "
" Hhmmm ..... Enak bangat ini .... Aaaaa .... Mami bakal makan sampe kenyang sekenyang kenyangnya malam ini. " kata Mami sambil memejamkan matanya mengunyah makanan yang ada dimulutnya.
" Mantul kan Mi ???? "
" Bangat Sayang ..... " jawab Mami.
Beberapa jam Kami ngobrol dan cerita serta ketawa ketiwi bersama, Akhirnya semua pada tepar kekenyangan. Mami dan Rein sudah masuk ke kamar masing masing sementara Aku masih membereskan meja makan dibantu RR.
" Malam ini, malam yang panjang buat Kita Sayang .... " bisiknya di telingaku lalu mengambil piring yang ada di meja.
" Dasar, Mesum Kamu !!! " cetusku.
" Aku udah pengen bangat nih Yang ... Aku udah menunggu malam ini dengan penuh semangat. "
" Dasar Kamu !!!! " kataku sambil berjalan ke kamar diikuti oleh RR dari belakangku.
Dia dengan sigap mengunci pintu kamarnya dan memelukku dari belakang serta mencium leherku.
" Please ...... Jangan Nolak Yang .... "
Dia mulai perlahan menggerakkan tangannya melepas kancing bajuku perlahan. Aku memejamkan mataku dan menikmati setiap sentuhan lembut tangannya.
Dia memutar tubuhku hingga Kami berhadap hadapan. Aku membuak mataku perlahan saat Dia melingkarkan tangannya dileherku.
Perlahan dengan penuh kelembutan Dia mengecup keningku, pipiku hingga bibirku.
" Mari Kita lakukan seperti malam pertama Kita ??? Hmm ??? " bisiknya setelah Aku mulai melepas kancing kemejanya.