
" I miss You .... Pengen meluk Kamu .... " balasku.
" I know Honey. Sabar iya .... Muuaccchhh .... " balasnya.
" Aku pengen .... "
" Me too. Tapi harus sabar iya .... Nanti Kita puas puasin iya Sayang .... " balas ya dengan penuh perhatian.
Sehingga membuatku dilema. Dilema ingin cepat cepat membelai dadanya yang kekar dan berbulu itu.
" Mau minum kopi gak Non ??? " tanya Bibi yang melihatku menutup pintu.
" Nanti ajah Bi habis mandi. " jawabku sembari jalan menaiki anak tangga.
" Oke deh. "
Aku pun langsung naik dan menutup pintu kamarku. Aku membawa HPku ke kamar mandi sambil menyalakan musik. Aku berendam di bath up sambil memejamkan mata membayangakan RR berada disisiku saat ini.
Perlahan, Aku merana dan mengelus kedua gunung kembarku. Aku meremas mengelus elusnya hingga ke area milikku. Aku merabanya dan mengelusnya perlahan dengan busa busa yang ada di bath up itu.
Tidak berapa lama kemudian, Aku tarik shower dan Aku nyalakan airnya dengan kencang sembari duduk dan sedikit jongkok di atas bath up.
Aku semprotkan ke areaku airnya. Pertama masih belum terasa. Lama lama sudah mulai menggeliang. Aku bermain dengan semprotan itu. Terkadang Aku kencangin dan terkadang pelan.
Benar benar mantap. Sedikit mengobati rasa itu saat tidak bersama Pria.
Desahanku keluar dari mulutku saat Aku melakukan permainan dengan semprotan itu.
Makin lama makin cepat dan semprotannya Aku biarkan mengalir hingga seperti menusuk ke dalam membuatku merem melek.
Tak hanya itu, Habis mandi dalam posisi masih hanya pakai handuk. Aku berjalan ke atas kasurku dan membuat vidio porno serta langsung memgambil posisi layaknya seperti behubungan. Lagi lagi yang jadi korban bantal gulingku.
Aku menyodok, melakukan goyangan sambil menontonnya sembari mendesah desah. Saat sudah mulai berada di puncak titiknya, Aku menahan bantal guling itu tanpa melakukan apapun.
Benar benar sungguh nikmat. Aku merindukan RR. Cumbuannya berhasil membuatku merindukana untuk melakukan hal hal itu.
Aku melakukan itu berulang kali sampai Aku benar benar puas. Setelah itu, Aku langsung membersihkan diri lalu turun untuk makan.
Badan terasa enteng dan lega seperti beban sudah keluar. Aku tidak tahu apakah pembaca yang budiman ini ada yang merasa seperti itu juga.
Aku turun kebawah menuju meja makan dan milikku masih terasa berdenyut denyut kencang. Terasa sekali sudah puas menikmatinya.
Aku makan dan menyeduh kopi sendiri karena Bibi tidak ada. Kemungkinan Dia lagi dikamarnya jadi Aku buat sendiri saja.
Kalau tidak ada jadwal ngantor, Aku sedikit bermalas malasan. Terkadang kalau lagi banyak kerjaan di Butik, Aku berangkat pagi. Tapi karena semalam Aku sudah mengecek laporan makanya hari ini Aku berangkatnya agak siangan.
Aku bersangai santai di ruang tamu sambil menikmati Secangkir kopi dan menonton acara TV yang biasa di tonton Bibi.
Tidak sadar, Aku sampai ketiduran di sofa itu hampir setengah jam. Aku bangun karena leherku pegal. Aku langsung melihat jam dan sudah jam 9 lewat.
Aku mengusap mataku dan kembali meminum kopiku yang sudah dingin itu. Mataku masih terasa ngantuk dan Mami menelponku. Dengan suara serak dan pelan sembari ngantuk, Aku menjawab telepon Bibi.
" Hallo .... "
" Halo Cin ... Kamu baru bangun ????? "
" Hmmm .... Kenapa Mi ???? "
" Aku mau ngirim foto sama Kamu pasti Kamu ngiler .... Hahahah .... "
" Foto apaan ???? makanan???? " tanyaku penasaran.
" Gak dong .... "
" ***Trussss ?????? "
" Cie ... penasaaran nih iye .... "
" Ihhhh apaan sih .... "
" Dua menit lagi Aku kirim. Tunggu iya. " jawab Mami sambil mematikan HPnya.
" Sialan .... Lah Dia yang nelpon Dia yang seenaknya matiin. Dasar bencong sialan. " cetusku***.