
Paginya Aku bangun pagi karena harus kekantor. Aku seperti biasa olahraga dulu walau hanya sebentar.
Habis itu Aku bergegas langsung mandi dan sarapan dan cus berangkat kerja.
Diperjalanan sudah tidak asing lagi kalau tidak ada macet, Aku memutar lagu untuk menemani perjalananku ke kantor.
Tiba tiba, Angel nelpon memberi tahuku bahwa Adiknya tiba tiba dilarikan ke RS lagi. Aku kaget mendengar itu dan sontak memutar haluan dan menuju RS yang dikasih tau Angel.
Selama ini, Hampir setiap hari Aku sama Angel teleponan atau chat an. Dia selalu mengabari dan memberi tahu Aku untuk setiap perkembangan kesehatan Adiknya itu. Bahkan semalam Kami masih chat an dan Adiknya itu masih baik baik saja dan sudah kelihatan sehat seperti tidak ada sakit apa apa, dan kenapa bisa pagi ini tiba tiba drop ???
Aku panik dan sedih mendengar itu, Mengingat perjuangan Kakaknya untuk Dia yang lebih dari apapun dilakukan hanya untuk Adiknya itu. Harapannya hanya Adiknya itu.
Aku langsung menelpon Mami agar datang ke RS untuk menemani Angel karena Aku tidak bisa lama lama disana karena harus kekantor. Ditambah lagi ada Pak Steve disana pasti Dia sedang memantau setiap Divisi walau tanpa alasan yang jelas.
Mami juga sangat syok dan sedih mendengar kabar itu, Soalnya semalam juga Dia chat an sama Adiknya Angel karena Mami meminta nomornya saat Dia dirawat.
Dia juga langsung menuju RS itu.
Sampai disana, Aku langsung buru buru keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam. Aku melihat Angel yang berada di ruang tunggu duduk dan menunduk kebawah.
Aku berlari menghampirinya dan mengelus pundaknya menguatkan Dia. Dia menangis memelukku dan tidak berkata apa apa.
" Udah udah .... Serahkan semua sama Dokter. Aku tahu isi hatimu. Tetap kuat dan berdoa, Pasti Dia bisa melaluinya ya .... " kataku sama Dia.
Adiknya masih dalam pemeriksaan Dokter. Aku menguatkan Angel agar Dia tetap kuat dan sabar.
" Kamu harus kuat supaya Adik Kamu kuat, Oke ??? Jangan pikirin yang lain. " kataku menatapnya dan mengelus tangannya.
Aku bisa melihat wajahnya yang sudah lesu dan lelah menangis, Matanya sembab dan sedikit bengkak.
Tidak berapa lama kemudian, Dokter yang menanganinya keluar dari ruang pemeriksaan membuatku dan Angel berdiri dan menghampirinya.
" Dok, Bagaimana kondisi Adik Saya ??? " tanya Angel.
" Untuk saat ini hasilnya belum keluar dan Pasien sudah dirawat didalam. Jadi Kita nunggu hasilnya dulu keluar. " jawab Dokter itu sambil senyum.
" Boleh Boleh, Silahkan. Tapi Pasien masih tidur. Tolong jangan berisik. " jawab Dokter tersebut.
Angel langsung masuk tanpa lama lama, Sementara Aku berjalan mengikuti Dokter itu dari belakang dan memanggilnya.
" Dok, Maaf ... Saya mau nanya, Pasiennya tiba tiba drop itu karena apa iya ??? Apa karena pengaruh obat atau bagaimana ???? " tanyaku menatap Dokter paruh baya itu.
" Tadi dicek bukan pengaruh dari obat obatan yang dikonsumsi Pasien. Makanya harus nunggu ct scannya dulu baru bisa dijelaskan. Soalnya semuanya normal pas di cek. " jawabnya.
" Oh gitu. Baiklah Dok, Terima kasih banyak iya. " jawabku sambil senyum dan Dokter itupun pergi meninggalkan lorong rawat inap para Pasien itu.
Tidak beberapa lama, Mami langsung nelpon dan Dia sudah berada dilobby RS. Aku langsung menyuruhnya masuk saja dan Aku melambaikan tanganku saat Dia melihat sekitar dan mencariku.
Tanpa berkata apa apa, Kami berdua langsung masuk ke ruangan itu dan melihat Angel yang duduk disamping Adiknya itu. Dia menggenggam erat tangan Adiknya itu dan menatapinya.
Kami masuk dan Mami langsung mengelus pundak Angel dan mengangguk karena Angel menahan airmatanya.
" Cepat pulih iya Dek ..... Ingat Kakakmu yang sangat menyayangimu selalu disisimu. " kataku pelan sambil mengelus rambutnya.
Aku menghela nafasku dan " Jel, Aku ke kantor dulu ya .... Nanti Aku kesini lagi. Kalau ada apa apa telepon Aku iya. Mami juga disini kok ... " kataku memegang pundaknya.
" Makasih iya Ran .... Kamu selalu ada. Makasih banyak. " jawab Angel sambil meneteskan airmatanya.
" Udah udah gak usah nangis. Hmmm ??? " jawabku.
Dia pun mengangguk dan berusaha senyum.
" Mi, tolong antarin Aku kedepan dong, Sekalian beli makan atau roti di depan buat Kalian. "
" Hayo. "
" Aku jalan dulu iya Jel.... "
" Iya Ran , Hati hati iya .... "