
" Mami taroh sini ajah koper Mami. Sabun ada di kamar mandi dan sikat gigi iya Mi. Handuk juga ada disana. Aku tinggal dulu iya Mi. Mau ke kamarku bentar. " kataku.
" Okey Cin .... Kayaknya Mami bakal tidur nyenyak nih dikamar seluas dan semegah ini nanti. Udah sana, Kalian mandi bareng biar bisa saling gosok gosokan wkwkwkw ... " kata Mami mengusirku.
" Dasar Kamu iya Mi !!!! Diotaknya mesum mulu !!!! " cetusku senyum.
" Bukannya mesum Cin, Tapi emang benar kan ???? Assekk assekk jos.... " kata Mami sambil ketawa.
" Gak lah .... Gak akan kayak begituan dirumahku. Aku gak mau melakukan hal itu disini Mami !!"
" Oh iya iya. Mami tau kok. ''
" Iya udin buruan mandinya biar Kita makan !!! Jangan lama lama dikamar mandinya... " kataku senyum lalu menutup pintu kamar itu.
" Sialan Kamu iya !!! " kata Mami dengan sedikit keras.
Aku langsung berjalan dan masuk ke kamarku. Aku melihat RR duduk disofa saat Aku masuk.
" Belum mandi Yang ??? " tanyaku sambil masuk dan menutup pintu kamar.
" Belum. Pinjam handuk dong Sayang .... " kata RR.
" Oh iya, Gak ada di kamar mandi iya ??? Dilemari Yang .... " jawabku sambil berjalan ke arah lemari dan Dia langsung berdiri dan memegang tanganku.
" Gak mungkin lah Aku ngambil langsung dan buka buka lemari Kamu kan ??? Gak enak. " jawab RR.
" Lah kemarin Kamu gitu juga disana. Lagian gak apa apa tau .... Awas, gak usah .... Aku udah bisa jalan. Udah kayak Anak kecil ajah diawasin iya, Hehehehe .... " jawabku sambil melepas tangan RR.
" Beda mah itu. Kamu kan bebas di rumahku, Kalau disini kan Aku harus ijin dulu. "
" Kenapa bisa beda ??? " tatapku melihatnya dan memegang handuk yang sudah Aku ambil dari lemari.
" Beda Sayang .... Aku harus minta ijin dulu sama Kamu karena kan awalnya Aku bilang langsung nginap di Hotel, Bukan disini. Makanya Aku bilang harus ijin dulu dan beda. Bukan karena apa apa Sayang ... !!! " jawab RR memegang pundakku dan menatapku senyum dan mengambil handuk yang Aku pegang.
" Hhmm .... " jawabku santai mengangguk.
" Kamu udah mandi belum ??? Mau mandi bareng gak ??? " goda RR mengedipkan matanya senyum.
" Hehehe .... Aku bercanda kok Sayang ..... Aku tau Kamu pasti gak mau kan ??? Apalagi melakukan hal itu ??? " jawab RR mengelus pipiku.
" Nah Kamu tau tuh ..... Ngapain pura pura ngegodain gitu ??? Dasar .... " jawabku mencubit pinggangnya.
" Hahaha .... Aduh .... Sakit Sayang .... Aduh kayaknya emang benar deh, Ini tubuhku penuh dengan KDRT dari Kamu deh .... " jawabnya mencubit hidungku.
" Biarin ajah. Kan Kamu milikku !!!! Kamu mau Orang lain yang melakukan itu sama Kamu ??? " tanyaku mengancam dan menatapnya tajam.
" Gak dong ..... Semua milikku hanya Kamu yang bisa menyentuhnya dan memilikinya seutuhnya." jawab RR memelukku.
Aku juga memeluknya erat dan memejamkan mataku.
" Jangan marah marah iya, Aku takut kalau Kamu marah .... Kalau Aku ada salah atau apa, kasih tau dan nasehatin Aku, Aku gak bisa dengar suara marah marah atau suara keras ... " kataku pelan sambil menggenggam bajunya.
" Maafin Aku iya Sayang ..... Maaf ..... Itu gak akan terulang lagi, Maaf iya.... " jawab RR mengelus punggungku.
" Aku gak bisa dengar suara keras .... " kataku pelan dan memeluknya erat memejamkan mataku karena airmataku menetes perlahan.
" Iya iya. Maaf iya Sayang .... Tapi Aku mohon jangan pernah ngomong gitu lagi iya Sayang, Soalnya Aku gak mau kehilangan Kamu, Aku rela melakukan apapun asal Kamu bahagia dan selalu bersamaku. "
Aku mengangguk dan mencoba menghela nafasku dengan pelan agar tidak ketauan bahwa Aku sedang menangis, Tapi tidak bisa terelak karena RR mengetahuinya.
" Jangan nangis dong Sayang ..... Aku minta maaf iya .... Please, Udah iya .... Aku gak mau lihat Kamu menangis .... Udah iya .... " kata RR merasa bersalah dan mengusap airmata yang di pipiku dengan lembut dan menatapku.
" Tolong jangan sampai pilihanku ini salah !!! " kataku masih terisak lalu memeluknya kembali.
" Jangan berpikiran seperti itu iya, Itu gak akan pernah terjadi. Kamu akan dan harus bahagia iya .... Aku janji, Seumur hidupku akan membuatmu bahagia, Melindungimu selalu, Menggenggam Tanganmu selalu. Hmmm ???? " katanya mencium kepalaku lembut.
Aku mengangguk dan masih memeluknya. Tempat ternyaman memang hanya pelukan Dia saat ini. Tidak ada yang lebih nyaman dan tenang saat bersama Dia.
Aku sangat berharap ini untuk selamanya. Agar Aku bisa menyakinkan diriku untuk bersamanya.
Aku selalu meminta kepada Tuhanku untuk memberiku jalan terbaik walau Aku tidak Orang baik.