
Setelah saling memuaskan dan karena jam cek out juga sudah tiba, Aku dan Dia saling bercumbu mesra untuk berpamitan. Bahkan serasa tidak ingin jauh dan masih mau bersama untuk menikmatinya lagi.
Aku langsung berjalan menuju lift dan memuju lobby bersama Dia. Dia langsung pamit pergi duluan sementara Aku masih menunggu Mami di lobby karena masih belum datang.
Sembari menunggu, Aku memesan kopi dan cemilan yang ada di samping Hotel itu.
Sambil menunggu Mami, Aku menikmati breakfast itu sambil mengecek laporan yang dikirim Managerku dan mengecek Online Shop Butik.
Kami di Bangkok tinggal Dua hari lagi dan Hari ini rencana mau beli oleh oleh untuk staffku dan untuk beberapa temanku. Lumayan lama Aku menunggu Mami untuk datang, kurang lebih setengah jam. Mungkin Mereka menikmati kebersamaanya hingga lupa bahwa sudah waktunya untuk cek in.
Aku langsung menerima chat dari Anna dan mengirim berapa total biaya RS itu. Aku segera langsung transfer dan mengirim buktinya kembali sama Anna. Anna langsung mengambil bukti kwitansi dari bagian Kasir bahwa biayanya sudah dibayar lunas sampai hari itu.
Aku sengaja tidak memberi tahu Angel dan bahkan tidak menelponnya. Aku juga merasa tidak enak kalau Aku memberi tahunya bahwa biaya RS nya sudah Aku bayarkan. Aku takut Dia akan salah paham nanti walau sebenarnya Aku tulus membantunya.
Aku lega akhirnya Anna membantuku untuk menjelaskan ke pihak Perawat itu dan Adiknya Angel sudah masuk ke ruang Operasi dan tinggal menunggu jam dan Dokternya saja untuk bersiap.
Anna memantau dari kejauhan karena Angel berada di ruang tunggu khusus ruang Operasi. Anna melihat Angel sangat kusut dan sedih karena hal yang menimpa Adiknya itu.
Aku bisa membayangkan bagaimana dan apa yang Angel rasakan saat ini. Pasti butuh dukungan dan teman untuk menguatkannya.
Karena yang Aku tahu Dia tidak punya teman dekat yang bisa diajak bicara santai dan blak blakan. Yang Aku tahu Dia hanya cerita sama Aku tentang bagaimana perjalanan hidupnya dan Adiknya itu.
Anna juga melihat semenjak di RS tidak ada teman dari Angel yang datang berkunjung. Hanya Dia sendiri yang datang dan hanya Dia sendiri yang panik.
Sungguh ada perasaan bersalah juga karena tidak ada disisinya disaat seperti ini. Tapi Aku yakin Dia kuat dan mampu untuk melewatinya terlebih untuk Adiknya.
Tiba tiba saat Aku lagi serius seriusnya baca laporan yang dikirm Managerku itu, Aku melihat Mami bersama Prianya itu berjalan bergandengan tangan sambil senyum senyum satu sama lain, Seakan Mereka memamerkan kemesraan Mereka di depan umum.
" Aishhh ini Bencong bukan main dah .... " gerutuku sambil senyum geleng geleng.
Mereka berdua akhirnya berpisah. Tapi sebelum berpisah, Doinya mencium lembut bibir Mami dan terlihat sangat jelas dimatamu hingga Aku sontak kaget bukan main.
" Wah ..... Wah .... " kataku tidak tahu harus mau bilang apa.
Bukan cuma Aku yang ada saat itu. Banyak Orang lalu lalang di Hotel itu tapi Mereka melihatnya mungkin sudah hal biasa jika ada yang melakukan seperti itu di depan umum.
Karena memang disini, Homo sangat bebas. Makanya mungkin banyak Orang dari luar ingin bercumbu dan bercinta di kota ini.
Terkadang Mereka membawa pasangan masing masing kesini dan melakukan hal itu disini.
Mami langsung menghampiriku dengan penuh senyum sumringah meriah sekali.
" Wah .... ceria sekali Anda. " pancingku senyum melihatnya.
" Yoi .... " jawabnya santai sambil mengeluarkan mata uang Bangkok berjumlah lumayan banyak kira kira kurang lebih 10 juta ada.
Aku hanya geleng geleng melihat Mami yang seperti lagi Kasmaran.
Aku tahu bayaran terbanyak yang Dia dapat baru hari ini, makanya mungkin Dia sangat senang atau Mereka mendapatkan kepuasan masing masing.
" Gimana gimana ??? " pancingku mencolek Mami.
" Aargghhhh ... Luar Biasa. " jawabnya sambil memejamkan matanya.
" Udah udah .... gak usah dibayangkan. Ayo Kita balik ajah biar Kita langsung beli oleh oleh. " cetusku yang melihat Dia selalu senyum membuatku najis melihatnya.