Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 292


Designer sedang memakaikan gaun untukku. Di kamar ada Anna dan Angel yang selalu membantuku dan menemaniku. Sementara RR lagi di luar untuk makan karena tadi Dia hanya menyuapiku saja, ditambah Dia merasa gak enak kalau di kamar bersama Teman Temanku.


" Hari ini Kami benar benar cantik bangat, Ran ... " puji Anna memelukku diikuti oleh Angel.


" Doakan Kami cepat cepat nyusul juga ya Ran, dan dapat Orang baik seperti RR. " kata Angel.


" Amin .... Amin .... "


" Bahagia selalu ya Kalian berdua. "


" Cepat dapat momongan ..... " bisik Anna menggodaku sambil main mata senyum melihat ke arah Angel.


" Iyap .... Malam ini langsung tancap gas ajah Ran ..... Nanti kabar kabarin Kita bagaimana rasanya setelah sudah melakukan itu di malam pertama. " tambah Angel menggodaku.


Angel memang belum pernah Aku kasih tau sama sekali bahwa Aku berhubungan dengan RR dan yang mengambil keperawananku adalah Dia. Walau Angel sempat menggodaku dan memberi tahu bagaimana enak dan nikmatnya melakukan itu dengan Orang yang Kita mau. Begitu juga Anna yang tidak tahu apa kerjaan Angel. Mereka berdua kenal belum lama ini saat Aku memilihnya untuk jadi Bridesmaidku.


" Astaga .... Kalian berdua ya .... Otaknya udah langsung kesitu ajah ... " jawabku senyum geleng geleng melihat Mereka berdua.


" Iya dong .... Kan Kita juga pengen tau Ran .... Aduh, Hmmm ... Jadi pengen cepat cepat deh ... " goda Anna.


" Makanya buruan. Jangan milih milih ... " cetusku.


" Sekarang udah bisa ngomong gitu, ya !!! Hmm ... Dasar .... " jawab Anna sambil senyum senyum merapikan gaunku.


" Hahahah .... Makanya Kalian berdua buruan dong .... Biar Kita nanti liburan bareng. " kataku mengedipkan mataku.


" Kenalin dong sama Temannya RR, ada gak ???? Mentok nih Aku. " kata Angel.


" Wkwkwkwk ..... Makanya satu ajah cukup, jangan banyak banyak pilihannya. " jawabku ketawa.


******


Acara resepsi itu berjalan dengan lancar dan meriah sekali. Semua tamu yang datang ikut serta merasakan kebahagiaan yang Kami rasakan juga. Tidak lupa Aku mempersembahkan satu lagu karena Papanya Agus menyuruhku untuk menyanyi.


Tamu undangan juga di hibur oleh beberapa Artis yang sengaja di undang RR untuk mengisi acara hiburan.


Aku merasa memang disana sudah nyaman karena memang pertama ketemu dan memadu kasih disana juga, walau awalnya Aku tidak tau bahwa itu miliknya.


Aku masih mengenakan gaunku resepsiku menuju hotel. Untung saja ada sendak jepit di mobil, jadi Aku bisa mengganti hels yang Aku pakai dengan sendal itu.


Semua tubuhku terasa sangat pegal, capek dan ngantuk bercampur jadi satu.


Kami langsung menuju lantaj kamar RR dan sudah berada di dalam lift.


" Aku capek. " gerutuku di dalam lift sambil memegang tangan RR.


Dari wajahku memang sudah kelihatan sangat lemas.


" Iya udah, Langsung istirahat nanti ya ??? " jawab RR mengecup keningku dan mengelus punggungku.


RR langsung membuka pintu kamarnya serta langsung menutup pintunya kembali. Aku langsung masuk ke kamar diikuti oleh RR.


" Sayang, Tolong bukain ... " kataku pelan tapi terdengar manja dan berdiri membelakangi RR.


RR berjalan mendekat dan mulai menyentuh gaunku perlahan.


Jemarinya perlahan melepas dan membuka kancing gaunku dengan lembut hingga jemarinya menyentuh kulit punggung tubuhku yang membuatku merinding.


RR mendekatkan dagunya berada di belakang telingaku hingga Aku bisa merasakan suara nafasnya yang hangat menyentuh leherku.


Aku memejamkan mataku saat Dia mencium lembut leherku.


Aku langsung memegang tangannya yang melingkar di perutku. Aku menuntunnya untuk menyentuh gunung kembarku dan melakukan remasan lembut membuatku bergejolak hebat.


Detak jantungku mulai tak karuan kala salah satu tangan RR melepas gaunku hingga terjatuh di lantai. Dia mulai menciumi punggungku.


Benar mungkin kata Orang Orang, Malam Pertama bagi Pengantin adalah malam yang panjang.