Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 193


Sembari menunggu Dia selesai mandi, Aku ngolesin salep tadi di tubuhku lalu keluar dari kamar.


Aku berjalan ke arah dapur dan mencium aroma masakan Mba nya wangi bangat. Jadi ingat dan rindu akan masakan Bibi di rumah.


" Halo Mba .... Masak apa nih, Wangi bangat .... " kataku menghampiri 2 Orang Mba nya yang lagi asyik masak.


" Halo Non .... Lagi masak ikan bakar trus Dia lagi buat bumbu tomyam sama berbeque. " jawab Mbanya.


" Oh gitu .... Ada yang bisa Aku bantu gak ??? " kataku sambil menghampirinya yang lagi kupas perbumbuan.


" Oh gak usah Non.... Kita ajah hehehe .... " jawabnya sigap dan tidak memperbolehkanku untuk membantunya.


" Gak apa apa Mba. Santai ajah, Aku bisa kok bantu bantu, Hehehe .... Sini Aku yang kupasin bawangnya. " kataku sambil memegang bawang yang ada disamping Mba nya.


" Gak usah Non .... Jangan, Itu sudah tugas Kami. Gak enak sama Tuan. Nona duduk ajah. Mau dibuatin teh gak Non ??? " jawab Mbanya dengan sigap menarik bawang yang hendak Aku ambil itu.


" Iya kan ngebantu gak apa apa Mba. Gak enak sama Tuan gimana ??? Emang Dia suka ngomel iya ???? " tanyaku sembari duduk disamping Mbanya.


" Gak Non. Tuan sih gak pernah marah, Tapi kan Kita gak enak Non masa Tamu disuruh bantuin masak ...???? Iya kalau Tuan lihat pasti marah lah Non, Bagaimana bisa Tamunya disuruh masak ???? " kata Mbanya sembari oseng oseng bumbu tadi.


" Iya gak apa apa Mba, Selagi menawarkan diri kan ??? Yamg penting asal jangan dipaksa ajah. Mba udah lama disini juga ??? " kataku sambil melihat Mba satunya.


" Udah lumayan Non .... Tapi lebih lama Dia. " jawabnya sambil melihat Wanita separuh baya disampingnya.


" Oh .... " jawabku mengangguk.


Aku melihat lihat Mereka memasak sembari main Ponsel. Mami yang keliling rumah itu dan berjalan dari samping melihatku karena pintu samping terbuka.


" Dari mana Kamu Mi ??? " tanyaku yang melihatnya masuk.


" Biasa Cin, Aku jalan jalan. Banyak buah ternyata di belakang rumah itu iya Mba. " kata Mami tidak sadar.


" Uppsss .... Astaga .... wkwkwk ... Aku gak sadar loh Cin, Ngomong pake bahasa indo sama Mereka. Pantasan tidak dijawab dan hanya senyum saja. Sialan ..... " kata Mami ketawa.


" Dasar ..... Buah apa Mi ??? lagi berbuah apa gimana ???? " tanyaku.


" Iya. Lagi berbuah. Apel sama Anggur kalau gak salah. " jawab Mami.


" Mba, Ada pohon Apel dibelakang iya ??? " tanyaku sama Mba nya.


" Iya ada Non. Lagi pada berbuah itu Non, Udah bisa di panen. Nona mau ???? Ada dikulkas biar Saya potongin. " jawab Mbanya.


" Iya Non. Emang banyak disitu buah. Ada tukang kebun yang merawatnya. Strawberry juga lagi berbuah disitu kalau gak salah. Banyak Non .... " katanya.


" Oh iya ??? Besok ayok dong kesana jalan jalan sekalian mau ikut panen. Hehehe .... Disini subur iya tanahnya ???? " kataku.


" Iya Non. Disini tanahnya subur. Besok Nona lihat ajah tanaman buahnya banyak disana. Kadang juga Kami nanam sayur dan cabe disana kalau lagi gak ada kerjaan atau lagi pas santai. "


" Wah enak dong iya ..... Aku jadi gak sabar nih mau kesana besok, Hehehe .... " kataku nyengir.


" Emang di Negara Nona tidak ada kebun buah gitu ???? "


" Jarang bangat Mba. Soalnya kan tanahnya gak sesubur disini. Apalagi di tempatku gak ada sama sekali. " jawabku.


" Ohh .... "


Mami langsung membuka kulkas dan melihat banyak buah tertata rapih disana.


" Wah .... ini udah kayak minimarket buah iya, Semua ada. Cin mau gak ???? " kata Mami melihatku.


" Mau dong Mi. Ambilin satu satu. " kataku.


Mba yang melihat Mami mengambil buah langsung memberikan piring sama Mami biar ada tempatnya.


" Thank You Honey .... " kata Mami dengan centil membuat Mbanya kaget dan senyum senyum melihat Mami.


" Dia emang begitu Mba. Oh iya ini hasil dari sana semua ???? " tanyaku.


" Iya Non. Banyak juga yang dijual dan hasilnya lumayan Non .... "


" Oh .... Berarti luas dong kebun buahnya itu ??? " kataku sambil makan Burberry hitam.


" Iya lumayan Non. Itu semenjak Nyonya masih ada, Jadi dulu Dia kesehariannya disana Non kalau gak ada urusan atau acara gitu. Jadi sekarang juga Tuan ngurusin itu. "


" Oh .... Ini manis bangat loh .... " kataku.


Tiba tiba Rein mendengar suara Kami didapur dan Dia datang menghampiri.


" Hellowww .... Any Body Home ???? " katanya sambil senyum.