
Beberapa jam kemudian, Mami datang dan berjalan seolah lagi fashion show saat berjalan mulai dari depan pintu.
Dia melenggak lenggokkan badannya menghampiriku hingga para Pelanggan tertawa melihat kelakuan Mami.
" Halooo Sayang Sayang..... Silahkan di borong iya.... " katanya kepada Customer dengan suara centilnya.
Sebagian ada yang bertanya, apa Dia Karyawan baru butik ini atau tidak.
" Wah pasti makin betah nih disini para Customer kalo si Mas eh .... apasihhh ??? " kata Seorang Wanita paruh baya dengan sedikit merayunya.
" Upppsss .... Panggil Saya Mami Cin.... Say sih pengen jadi Karyawan disini tapi Pemilik Butik ini tidak menerima Saya. Dia kalau ngomong sangat menyakitkan Cin.... " katanya sambil memegang tangan Wanita itu.
" Masa sih ???? Ah Kamunya ajah kali yang tidak mau.''
" Bukan Cin.... Dianya ajah yang sangat jutek dan sangat kasar kalau ngomong sama Aku. Aku selalu sakit hati sama omongannya Dia. " katanya dengan suara sedihnya.
" Lah trus ngapain kesini kalau sakit hati ???? "
" Iya begitu lah Cin..Untung Aku Sayang sam Dia. " katanya dengan mentel.
" Ih dasar nih bencong iya.... Kamu sayang sama Aku ???? masalahnya Aku gak Sayang sama Kamu, Gimana dong ???? " cetusku senyum melihatnya sambil membantu melayani pembayaran barang yang di beli customer.
" Itu lah kan .... Kalian dengar sendiri kan .... Aku sakit hati tau dibilangin begitu. Mulutnya Dia itu tajam bangat. " katanya memegang dadanya dengan memperlihatkan kuku - kuku centilnya.
Mereka semua langsung tertawa terbahak bahak mendengar curhatannya Mami dan Aku hanya geleng - geleng melihat Mereka.
" Cin.... Aku boleh melamar disini gak sih sebagai SPG ???? " tanya Mami melirikku.
" Bencong tidak diterima disini. " cetusku.
" Ahhhhh mulutmu tajam sekali. Aku sedih.... "
Setelah Butik lumayan sepi dan setelah Karyawanku selesai makan, Aku langsung masuk ke ruanganku serta mengajak Mami.
" Gimana ???? " tanyaku sambil duduk di kursiku.
Mami tidak menjawab tapi Aku melihat Dia senyum sumringah duduk di sofa.
" Awas... lama lama jadi gila! " cetusku sambil menyalakan komputer yang ada di ruangan.
" Cin ..... kekar sekali. '' katanya singkat.
" Kamu udah tidur sama Dia ???? Wah .... Amazing.... " kataku sambil tepuk tangan.
" Kamu terbaik deh. Aku benar benar baru merasakan bahwa bercinta kali ini sungguh penuh kenikmatan yang sangat membuatku puas. "
" Emang Kamu langsung diajak ???? " tanyaku penasaran.
Dia melirikku senyum " Pertama Aku chat Hay cinta .... " lalu Aku mengirim fotoku.
" Dia langsung menelpon dan mengajak keluar. Setelah bertemu, Aku diajak bermalam di Apartemennya Dia dan menghabiskan malam panjang itu dengan penuh hasrat kenikmatan. "
" Dia bermain sangat keras dan sedikit kasar Cin.... tapi Aku suka dan menikmatinya. "
" Dia tidak menanyakan dapat nomornya dari mana. ''
" Kalau masalah itu, Biasanya tidak menanyakan hal hal kecil gitu karena di Gay itu, Kita pasti pernah kasih nomor atau di aplikasi apa gitu. Makanya tidak pernah ragu akan nomor nomor Kita yang tersebar.''
" Oh gitu iya. Tapi tadi Aku habis meeting sama Dia, Mi. Wah lama lama Aku makin jijik dan ilfil melihat Dia. Dia kirain Aku bakal tertarik kali sama Dia. " kataku.
" Iya sih Cin dari yamg Aku lihat saat bersama Dia, Dia itu Orangnya penyuka sesama jenis maupun lawan jenis. Jadi Dia bisa melayani dan menikmati semua itu. "
" Lah apa enaknya sama sama Laki Laki ???? "
" Iya mungkin ada sesuatu rasa yang tidak bisa dibandingkan kali Cin .... Iya sama saja kayak Orang yang Lesbian, kan kadang Mereka juga punya pasangan. Jadi kemungkinan besar, Punya pasangan itu hanya tameng saja buat Mereka . ''
" Oh gitu iya ... " kataku masih sedikit bingung.
" Yoiiii.... "
" Trus Kalian melakukan itu bagaimana caranya sih Mi ????? " kataku menatapnya dengan penasaran.
" Iya begitu Cin.. Sama layaknya seperti pasangan pada umumnya. bercumbu dan bercinta. ''
" Hanya itu kah ???? "
" Iya melakukan itu lewat bekalang Cin....."
" Hah ???? apa rasanya itu ???? kataku karena baru pertama tahu.
" Iya enak ajah Cin .... Lah emang Kamu baru tahu ??? ''
" Iya loh... Aku ngira hanya seperti bercumbu dan bercinta biasa sajah Mi. Dan kalau soal itu paligan dibuat kayak makan pisang gitu, makanya Aku baru tahu. "
" Iiiihhh Itu mantap full Cin.... Lebih mantul dari apapun....."
" Astaga.... itulah iya kalau udah sarafnya agak lari... " cetusku tertawa.
" Dasar Kamu iya .... Tapi Dia emang jago sih Cin dalam bermain, Aku akuin itu. Dia itu TOP bangat. Dia malah bilang, kalau sewaktu waktu Dia telepon Aku, mau gak bersamaku lagi ??? "
" Trus ??? "
" Iya Aku jawab dong dengan senang hati. Dapat puasnya, dapat pula duitnya. "
" Oh iya??? Dia bayar Kamu dong ceritanya ??? "
" Iya. Dia kasih walaupun tidak seberala dibanding Kamu. Hanya jutaan saja. ''
" Mayanlah iya buat jajan..." kataku.
'' Iya Cin..... "