
Aku sedikit senyum dan berpikir bahwa Dia akan marah dan bisa melupakanku serta bakal ini yang terakhir.
Aku menarik tangannya untuk bermain berdiri tapi Dia tidak mau. Dia langsung berdiri dan hendak menuju kamar mandi.
Mungkin Dia sudah tidak mood lagi karena pas lagi diposisi ter enak malah Aku langsung menyudahinya.
Aku langsung berjalan mengejarnya dan memeluknya dari belakang hinga mendesah desah sambil menyodok nyodok serta menempelkan gunungku di punggungnya.
Aku berusaha untuk menariknya agar berbalik badan kearahku tapi Dia terus berjalan hingga akhirnya Aku memegang miliknya dengan posisi masih dari belakang.
Dia melepaskan tanganku dan berkata " Aku capek. "
Aku langsung melepasnya dan its oke mungkin Dia sudah marah dan akan ini pertemuan yang terakhir. Aku berusaha senyum dan kembali duduk di kasur itu sambil memakai handuk untuk menutupi badanku.
Aku cukup lama menunggunya keluar dari kamar mandi hingga akhirnya Aku memanggilnya karena Aku mau membersihkan diri sebelum pergi dari sana.
" Hei, Are You Oke ???? "
Aku menunggu jawaban dari Dia tapi tak kunjung ada jawaban. Aku langsung pergi dan masuk ke dalam kamar mandi dan mendapati Dia berendam di bath up.
Tanpa berpikir panjang Aku nyalakan shower dan mandi dan menghiraukan Dia.
Aku menggosok semua tubuhku dengan spons yang ada disana. Aku dengan cepat membersihkan diriku dan ingin pergi dari sana.
Kumatikan shower dan hendak memakai handuk, Dia langsung keluar dari bath up dan menarik tanganku langsung memelukku.
" Maafkan Aku Sayang .... " bisiknya.
Aku menghela nafasku dan berusaha untuk tetap tenang. Aku memegang tangannya yang melingkar di badanku. Aku perlahan mengelus dan melepasnya.
" Maaf .... Maaf Sayang .... Aku minta maaf. "
" Maafin Aku Sayang .... Aku terlalu emosi hingga membuat Kamu sakit hati. Aku benar benar minta maaf. " katanya mempererat pelukannya.
" Iya Iya. Tapi tolong lepas tanganmu. Aku udah mandi loh .... " cetusku dengan sedikit marah.
Dia akhirnya melepas tangannya dan mengikutiku berjalan dari dalam kamar mandi hingga ke arah tempat tidur itu. Aku langsung mengbil seluruh pakaianku yang ada disana dan langsung memakainya.
Aku menyemprotkan sedikit parfum yang ada di dalam tasku. Dia selalu menatap dan melihatku dengan tatapan kosong.
Terkadang Aku meliriknya yang menghela nafasnya dan terkadang menunduk sambil mengusap air matanya.
" Aku mau pamit dulu dengan cara baik baik. Aku gak mau ada sakit hati diantara Kita. Kalau Aku ada salah, Aku minta maaf. Hubungan Kita ini hanya sebatas di dunia seperti ini saja. Aku juga mengucapkan banyak terima kasih atas semua yang Kamu berikan untukku. " kataku sambil menyodorkan tanganku di depannya.
Dia hanya menunduk dan Aku lihat Dia sesekali mengusap matanya dan tidak mau melihatku.
Aku langsung mengambil tasku dan berbalik badan menuju pintu. Dia langsung mengejarku dan memelukku dengan tangisan yang membuatku sontak kaget mendengarnya sesunggukan.
" Tolong maafin Aku. " katanya sambil menarikku agar Aku berbalik melihat Dia.
Aku melihat tangannya yang gemetaran memegang Pipiku.
Aku baru melihat Seorang Pria menangis di depanku dan dipelukanku.
" Why ??? ada apa ??? " tanyaku yang kebingungan melihatnya.
Dia hanya memelukku erat sembari sesunggukan dan Aku berusaha untuk menenangkannya dan menariknya untuk duduk di sofa itu.
Aku langsung mengambil dan memberikan Dia segelas air minum agar tenang dulu. Aku tidak mau bertanya apa apa kalau Dia tidak mau cerita. Aku tidak mau memaksa untuk mengatakan kenapa dan ada apa. Biarkan Dia yang bercerita sendiri.