Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 64


" Astaaga .... kelakuannya masih sama ajah iya ... "


" Aisshhh .... Dia memang sudah kurang ajar sih.... Masih ajah iya tidak berubah. "


" Kalau sudah tabiat mah susah .... "


" Udah udah .... Gak usah ditanggapi. Yang penting kedepannya Kita sudah tahu Dia kayak gimana. "


" Aku kira sudah berubah loh weh ... ternyata makin parah.... "


" Tapi Aku salut ah sama Kamu Ran ... Kalem dan tenang saat mengatakan itu tadi. Ekspresimu sungguh luar biasa. "


" Iyap betul .... "


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Teman Alumniku ini.


Karena mood sudah tidak enak, Kami memutuskan untuk pulang.


Aku mengantar Anna ke kosnya dulu baru pulang. Diperjalanan Anna juga memberi tahuku bahwa Dia tidak menyukai sikap Rony tadi. Tapi Dia juga tidak berani karena Dia mengingat perlakuan Roni dulu ke Dia yang selalu mengejeknya karena seragamnya yang lusuh dan selalu telat bayar uang sekolah.


" Kamu tidak usah takut An .... lain kali jangan diam saja kalau Dia mengejek atau merendahkan Orang lain. Siapapun itu. Jadikan masa lalu Kamu untuk dorongan dan dukungan untukmu sekarang ini. Lihat Kamu sekarang, Sudah menjadi Seorang Dokter! Jadi jangan pernah untuk diam jika ada Orang yang bicara tidak sopan atau tidak punya etika. Jangan jadikan trauma Kamu saat dulu ke sekarang. Tapi jadikan itu untuk dorongan agar tidak ada lagi yang seenaknya bicara begitu. " kataku menatapnya.


" Iya Ran .... Aku juga gitu. Tapi mengingat dulu yang tiap hari Dia menghinaku membuatku tadi down dan traumaku sedikit membuatku ketakutan juga untuk bicara. "


" Aku tahu kok An .... tapi berusaha ajah untuk kuat didepan semua Orang .... tunjukkan bahwa Kamu mampu dan bisa. Terkadang kesombongan juga diperlukan di depan Orang Orang yang sok Angkuh. Tapi asal Kita tahu porsinya dan tempatnya yang pas saja. hehehe...."


" Iya Aku juga tadi terharu sekali Kamu bisa membuat Dia langsung pulang. Biasanya dulu Kamu hanya tidak mau menanggapinya walau hanya sesekali mengejeknya. Kamu bisa kuat dan tenang menjawabnya. "


" Makin hari Kita semakin bisa berpikir jaih ke depan An .... Sebenarnya Aku gak sekuat yang Kamu kira loh .... " jawabku meliriknya sambil senyum.


" Aarrgghhh .... Aku gak percaya. Secara sejak dulu Kamu sangat percaya diri. Bagaimana sekarang biaa berubah tiba - tiba ??? "


" Ah serius ???? " tanyanya heran.


" Iya serius. Apalagi masa itu masa tersulit dalam hidupku, berbulan - bulan untuk bisa memulai hidupku. Bahkan sampai saat ini terkadang Aku bisa menangis sendiri. Jadi tidak seperti yang Kamu pikirikan loh. "


" Wah ..... Aku juga bisa memahami itu Ran .... Tapi Kamu benar benar wanita kuat. Bisa terlihat dari dalam diri Kamu yang sekarang sudah sangat jauh sukses. Aku benar benar salut sama Kamu. "


" Aku juga salut sama Kamu Ibu Dokter .... " jawabku mendekatkan wajahku dan menggodanya.


" Aishhh ... Kamu bisa ajah.... Next Kita nongkrong dong .... "


" Boleh boleh ajah .... Tinggal nunggu waktu Bu Dokter ajah mah... Aku kan kapan ajah bisa. "


" Siap siap ... Aku akan mengatur waktu. "


" Oke oke .... Kos Kamu yang mana ??? " tanyaku saat tujuan yang di Map sudah sampai.


" Itu tuh yang warna biru. Aku tinggal di lantai 2. Ayo masuk dulu Ran .... "


" Gak usah deh An .... lain kali ajah iya... Aku mau langsung pulang... "


" Ah Kamu mah gitu.... Benaran iya nanti mampir ke Kos ku ??? awas loh !!!! " ancamnya.


" Siap siap ... "


" Iya udah hati hati iya .... "


" Iya An .... bye .... "