
Habis makan, Rein dan RR kembali bekerja sementara Aku lagi dengarin lagu sambil tiduran nyender di sofa lalu pules.
Kebisaan sekali kalau udah tiduran bisa bisanya tidak kenal tempat. Dasar Aku .....
Tapi saat Aku tidur disofa, Tiba Tiba Aku minpiin Mama sama Papa padahal sama sekali Aku gak lagi mikirin Mereka.
Mereka memelukku dengan erat dan penuh senyuman diwajahnya. Dipelukan Mereka, Aku menangis histeris seakan beban dan pergumulan yang selama ini Aku pendam, Aku luapkan semuanya. Mama sama Papa hanya melihatku dengan anggukan dan senyuman sebelum Mereka pergi.
Aku melihat dengan sangat jelas, Papa menggenggam tangan Mama. Disitu Aku benar benar menangis bahagia melihatnya. Mama sama Papa hanya senyum tanpa mengatakan apapun.
Sampai sampai Aku tidak sadar kalau Aku juga menangis saat tidur dan bukan hanya di dalam mimpiku. Aku menangis sesunggukan dan memanggil Mama Papa yang sudah melambaikan tangannya sambil senyum.
Makin jauh, Makin jauh hingga tidak terlihat. Senyuman itu sangat nyata bagiku dan Aku sangat bahagia. Aku menangis bahagia serta memanggilnya agar jangan pergi dulu.
RR yang melihatku menangis langsung berlari dari mejanya ke sofa dan langsung memegang tanganku serta membangunkanku.
" Sayang .... Kenapa ??? Ada apa ???? Bangun bangun .... " katanya sambil panik memegang tubuhku.
Aku yang masih nangis dan membuka mataku lalu memeluk RR langsung dan erat.
Aku sesunggukan dipelukan Dia. Dia mengelus punggungku dan " Its Oke .... Its Oke .... Aku ada disini, Kamu tenang iya ... " katanya mengelusku.
Aku menggenggam erat Dia dan memejamkan mataku sambil menangis.
Aku sangat senang melihat Mama dan Papa yang begitu tulus memberikan anggukan dan senyumannya kepadaku. Ditambah genggaman erat di tangan Mama membuatku semakin bahagia. Tidak ada lagi rasanya yang Aku sesali. Semua perlahan hilang.
Ketulusan cinta dari RR juga membuatku merasa nyaman dan tenang saat bersamanya.
" Aku mimpiin Mama sama Papa. " kataku pelan sambil memeluknya erat.
" Itu tandanya Kamu kangen sama Mereka. Its oke. Itu hal biasa kok. Nanti Kita di Indo Jiarah iya ke Mereka. '' jawab RR menenangkanku.
Aku mengangguk dan memeluknya.
" Nah, Minum dulu Yang, Biar Kamu tenang ..."
Aku mengambilnya dan meminumnya lalu menatap RR yang jongkok di depanku dan Aku langsung memeluknya lagi.
" Love You .... " kataku pelan. Kata kata itu spontan keluar dari mulutku. Padahal Aku jarang bangat ngomong hal iti sama RR.
Mendengar itu RR sangat senang bahagia sekali.
" I love so much Sayang .... Terima kasih banyak sudah mencintaiku juga. Aku bahagia sekali hari ini, Kamu bisa mengatakan itu secara langsung tanpa Aku minta. Terima kasih .... I Love You. " jawab RR senyum bahagia terpancar di wajahnya saat menatapku dengan lembut.
Dia mengecup keningku lalu mengelus elus lembut pipi dan rambutku. Aku hanya senyum melihatnya tanpa mengatakan apa apa lagi.
" Duduk sini .... Jangan disitu. Capek." kataku dan menyuruhnya untuk duduk disampingku.
Dia pun langsung duduk dan Aku menyenderkan kepalaku dibahunya dan memegang tangannya.
Dia senyum dan mengelus tanganku.
" Kamu masih banyak kerjaan iya ??? " tanyaku pelan sambil mengelus elus tangannya.
" Tinggal dikit doang Sayang .... Kenapa ??? Kamu mau apa ??? " tanyanya.
" Aku mau Kamu disini bentar ..... Bentar ajah .... Aku capek ...''
" Kita pulang ajah ???? Nanti Aku bisa kerja dari rumah Yang .... "
" Gak gak. Aku bentar doang. 5 menit ajah Yang .... " kataku dan tidak melepas tangannya.
" Iya iya ..... Jangan sedih sedih lagi iya .... Aku akan menjagamu selama hidupku. "