
Saat Mami dan Rein keluar dari kamar, Aku langsung cuci muka dan membersihkan diri untuk bersiap tidur karena besok Aku mau ikut ke kantornya RR sebelum pulang lusa sekalian Dia mau kejarin semua pekerjaan yang penting karena Dia bersihkokoh untuk ikut juga.
Dia masih duduk menyender diranjangnya dan masih menungguku saat Aku keluar dari kamar mandi.
" Why ???? " tanyaku mengerutkan kening sambil senyum saat Dia tidak melepas pandangannya dariku.
Dia langsung memelukku kembali.
" Terima kasih Sayang .... "
" Dari tadi Kamu selalu bilang itu, Padahal Aku gak ngelakuin apa apa loh .... Jujur iya baru tadi Aku tahu bahwa Kamu ulang tahun hari ini. Maaf iya Aku benar benar gak tau dan gak kepikiran untuk ngecek dan kepo soal tgl lahirmu. " kataku sedikit manyun menatap wajahnya.
Dia hanya senyum dan menganggukkan kepalanya.
" Kamu ada disampingku udah lebih dari cukup Yang .... "
" Maaf Aku belum beliin kado buat Kamu. Sebenarnya tadi Mami sama Rein nanyain Aku mau dibeliin kado apa. Tapi Aku gak tahu dan gak bisa mikir mau beliin apa buat Kamu Yang ..... Besok Kita beliin iya .... Kamu mau apa ???? " tanyaku sambil mengelus pipinya lembut.
" Aku mau Kamu. " bisiknya ditelingaku dan mencium leherku membuatku sedikit menggelitik.
" Apaan sih .... Serius Yang .... Kamu mau apa ??? HHmm ??? " tanyaku lalu mencium pipinya dan mencolek hidung mancungnya itu.
" Hm .... Apa iya ???? Tapi Aku gak pengen apa apa Yang .... " jawabnya memegang tanganku.
" Harus ada !!!! " cetusku melotot.
" Aku mau jam tangan ajah deh. Biar tiap hari Aku pake itu dan selalu ingat Kamu disetiap detak jarum jam itu bahkan disetiap nafasku, Kamu selalu ada. " jawabnya menatapku serius.
" Pintar juga Kamu ngegombalnya iya ... " godaku tertawa .
" Aku serius loh Yang .... Emang ada diwajahku menunjukkan kalau Aku sedang bercanda ???? " tanyanya menatapku.
" Hhmm ... Gak sih. Iya udaj sekali lagi selamat ulang tahun iya Sayang .... Semua yang terbaik menghampiri Hidupmu. " jawabku senyum lalu menciumnya.
RR langsung kembali mencium dan melingkarkan tangannya di pinggangku dan Kami melakukan cumbuan hingga melakukannya malam itu.
Tanpa mengenakan apapun, Kami tertidur pules dan Dia tetap memelukku.
RR masih tidur disampingku lalu Aku mengambil piyama yang ada disampingku hendak mau melihat siapa yamg menelponku pagi pagi begini. Tapi tangan RR menarikku dan memelukku kembali hingga Aku sedikit kaget.
Dia menggerutu dan mencium punggungku.
" Yang, sudah jam 6. Hayo bangun .... Nanti Ku telat ke kantor... " kataku sambil memegang tanganku.
" 5 menit lagi. Aku masih ngantuk. " jawabnya pelan.
" Iya udah. Awas dulu, Ponselku tadi bunyi. Aku mau lihat siapa yang nelpon. " kataku sambil melepas tangannya.
RR tidak mau melepasku dan tetap memelukku dengan manja manja. Sesekali Dia berkata " Maunya memelukku terus. "
Hingga Aku membalikkan badanku dan menyentil jidatnya dengan sedikit keras.
" Auuu .... Sakit Yang !!!! " cetusnya sambil memegang jidatnya.
" Makanya buruan bangun ....asa berloyo loyo begini ??? Ahh .... ayo buruan. Aku mandi duluan iya .... " kataku hendak pergi ke kamar mandi tapi masih ditahan sama Dia.
" Apa lagi sih ????? " tatapku melotot hingga Dia ketawa sendiri dan menarik hidungku lalu mencium keningku.
" Hahaha .... iya iya udah mandi lah sana. " kata RR melepas tangannya.
" Dasar mesum!!!! " gerutuku memakai piyama lalu pergi.
" Kalau sama Kamu mah kan gak apa apa Yang .... " godanya.
" Kalau Aku gak mau gimana ??? " kataku balik badan melihatnya yang masih duduk bersender di kasur dan belum mengenakan apa apa. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya dan Dadanya terlihat kekar.
" Gak mungkin gak mau. Apalagi nolak ???? iya gal mungkin bangat dong ... Hahaha ... Aku kan tau Kamu Yang .... Tau bangat .... " kata RR sambil senyum senyum main mata.
" Dasar Kamu !!!! " kataku senyum geleng geleng.
" Yang bareng mandinya. " kata RR beranjak dari kasurnya dan berjalan mengikutiku.
" Aauu .. Aarhggg .... Sayang !!!!! Hahahaha .... Aduh Geli ih .... "