
Aku merasa belum puas akan permainan itu ditambah Aku sudah sedikit ngos ngosan dan masih belum kecapean.
Aku langsung ambil alih permainan itu. Semua permainan Aku coba hingga Aku merasa kepuasan menjadi milikku. Sesekali Aku mengerang karena merasa sedikit enak.
Aku langsung bermain kembali dengan cepat dan cepat hingga Aku sangat menikmati posisi itu dan Aku merasakan hangatnya sepasang yang bukan kekasih menikmati indahnya kemesraan.
Aku juga bisa merasakan, Dia juga membantuku melakukan permainan itu. Karena sesekali Dia membantu dan melakukan gerakan gerakan manja juga.
Aku menggerutu dan menikmati karena sudah mulai diposisi nikmat. Ditambah lagi Dia sudah bangun dan sudah ada tenaga, Dia langsung melakukan serangan serangan lagi.
" Arrggghh benar sekali. Tolong tahan. Rasakan sensasinya." kataku sambil memeluknya dan Dia langsung menciumiku sambil mengemutnya.
" Ayooo lagi. Nahhh itu. Aaaahhh .... Aaahhhh ... Lagiii ... Ayooo lebih keras !!!! Arrhhh enakkk.... Awww ... " Aku menahan permainan itu karena sudah menemukan sesuatu.
Aku dan Dia menghempaskan nafas Kami bersamaan dan menjatuhkan tubuh Kami di atss ranjang.
Dia menatapku dengan senyum dan ketawa, begitu juga Aku.
Aku tertawa puas dan menggigit manja bibirku.
Suara suara manja memenuhi sebuah kamar hotel itu sepasang yang bukan kekasih sedang asik mamadu kasih di atas ranjang berukuran besar itu.
“Auchhhhh!” Kedua suara Kami terus mengerang, menikmati setiap gerakan yang Kami lakukan.
Saat Dia semakin mempercepat ritme gerakannya, Aku merasakan sesuatu menyetrum seisi tubuhku.
Dia memberi isyarat, agar Aku memberikan kedua tanganku kepadanya.
Dengan penuh semangat menyatukan kedua tangan Kami, membiarkan Dia memainkan dan menikmati permainan itu. Setelah melakukannya Dia kembali memulai permainan itu.
Dia kembali menikmati indahnya permainan itu. mencari sesuatu untuk masuk seperti Orang yang lagi dikejar hutang yang luar biasa baginya, benar benar surga dunia. Jujur saja Aku sungguh menikmatinya.
Cengkraman tangan Dia semakin mengerat saat ia akan mendapatkan sesuatu hadiah yang sangat besar, gerakannya semakin ia percepat, membuat Aku sedikit meringis karena gerakannya yang benar benar sangat tidak beraturan.
" Auuchhh ... Aaaaaaaa!" Teriakku ketika mendapatkan sesuatu yang akan terasa indah.
Bagiku hubungan seperti adalah segalanya, bahkan Aku benar benar merasa kepuasan yang amat teramat dalam saat mencapai puncaknya saat bersama Pria.
Aku tersenyum sambil memegang dada kekarnya, dadanya benar benar berdetak tak karuan.
Aku menghela napas, lalu memperhatikan tubuh kekarnya yang berjalan menuju kamar mandi.
Aku memejamkan mataku, saat Dia lagi mandi berharap bisa istirahat sebentar menunggu Dia mandia tapi tiba tiba Aku mendapat chat dari Anna bahwa Adiknya Angel mau di operasi.
Aku sontak kaget karena kemarin kemarin sudah siuman dan sudah mulai membaik. Tapi kenapa tiba tiba mau di operasi ????
Aku langsung menelpon Anna dan menanyakan apa yang terjadi.
" Ann kenapa tiba tiba dioperasi ???? Apa ada masalah serius ??? " tanyaku kaget.
" Iya Ran .... saat dilakukan pengecekan di seluruh tubuhnya, Ada gumoalan darah dibagian lehernya sehingga akan dilakukan pengoperasian segera. " jelas Anna.
" Astaga .... Tapi setelah di operasi semuanya akan baik baik saja kan ??? "
" Iya Ann .... Kita berdoa iya semoga semuanya berjalan baik. "
" Selain gumpalan darah, Apa ada masalah yang lain lagi ???? "
" Untuk saat ini setelah dicek hanya itu Ran. "
" Syukurlah ... Aku kaget membaca chatmu karena Angel tidak pernah kontak Aku lagi. Mungkin Dia tahu bahwa yang bayar biaya RS Adiknya itu Aku jadi Dia tidak mau lagi menghubungiku. "
" Oalah .... mungkin Dia merasa bersalah dan berhutang sama Kamu. Makanya Dia merasa tidak enak Ran .... Tapi Kamu tenang saja, Aku selalu melihat perkembangannya kok.... Kamu kan lagi liburan, Silahkan nikmati liburanmu .... "
" Makasih iya Ann udah ngerepotin ... Aku sudah anggap Dia seperti keluarga sendiri Ann, Tapi mungkin Angel merasa jadi berhutang budi makanya Dia tidak mau lagi menelponku. "
" Iya tidak apa apa Ran ... santai saja. Iya udah Aku mau cek pasien dulu, Nanti Aku kabarin Kmau lagi iya . "
" Oke oke Makasih An ... "
Aku menghela nafasku dan langsung menelpon lagi pihak RS nya untuk bayar tagihan RS serta biaya operasinya.