Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Berkhianat


Setelah di rawat selama 3 hari di rumah sakit, akhirnya Dinda di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Aditya bertanggung jawab untuk menjemput istrinya itu, bukan karena ia peduli tetapi karena dirinya takut.


Selama Dinda di rumah sakit pun, tidak ada keluarganya yang datang. Kedua orang tua ataupun kakaknya.


Dinda tidak marah ataupun kesal, ia tahu jika keluarganya tidak di kabari. Meskipun di kabarin, Dinda tidak yakin jika mereka sudi untuk datang.


Selama di rumah sakit, Dinda menyesali ucapan serta perbuatannya kepada kedua orang tua dan kakaknya.


Dia tidak memiliki siapapun, dia sendiri dan selalu melakukannya apapun sendiri. Tidak ada yang peduli seperti orang tua dan kakaknya.


Dinda menangis tiba-tiba, dan hal itu membuat Aditya cukup terkejut mendengar tangisan istrinya.


"Kamu kenapa?" Tanya Aditya dengan cuek, tidak ada nada peduli sama sekali.


Adinda tidak menjawab, wanita itu hanya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan tetap menangis.


Jika saja keluarganya ada di sana, mereka pasti akan memberikan perhatian penuh padanya, terutama …


Kakaknya, Archie.


Selama ini jika Dinda sakit, orang yang paling khawatir adalah Archie. Ketika dirinya lelah dengan pelajaran, maka Archie lah yang akan memberikannya semangat serta mengajarinya.


Dan saat Adinda nyaris tertabrak dulu, kakaknya Archie juga lah yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya.


Archie berperan banyak sekali dalam hidup Adinda, namun wanita itu malah mendapatkan balasan yang tidak serupa.


"Mbak Archie …" lirih Adinda dengan kepala yang menunduk.


Aditya menoleh. "Apa sih, jangan lebay gitu. Ingat, hubungan kamu sama Archie sudah berakhir." Ujar Aditya menyahut.


"Aku bisa mengulangi kata-kata Archie waktu itu jika kamu mau, agar kamu ingat bahwa kalian sudah putus hubungan." Tambah Aditya dengan ketus.


Adinda memejamkan matanya. Apa yang ia bayangkan selama ini tidak sama dengan kenyataannya.


Kehidupan pernikahan yang bahagia, bulshitt!! Adinda menderita, bahkan ia harus kehilangan anak dan masa depannya.


"Hidupku sudah hancur dan itu karena kakak." Ucap Adinda tanpa rasa takut.


"Berani-beraninya kamu, bosan tinggal bersamaku hah?!" Bentak Aditya sambil sesekali menoleh menatap istrinya.


Adinda malah menangis, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan selain ini. Kehilangan keluarga, lalu anak dan kesempatan untuk mengandung.


Adinda benar-benar hancur.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Aditya keluar duluan dan meninggalkan istrinya begitu saja.


Adinda menghela nafas, ia lekas menyusul dengan jalan pelan-pelan namun tiba-tiba ada yang membantunya.


"Mari saya bantu, Nona." Ucap art yang ada di rumah mertuanya.


Dinda menatapnya, matanya seketika berkaca-kaca mengingat jika wanita yang menolongnya adalah wanita yang sama dengan orang yang ia siram waktu itu.


"Maafin saya ya, Mbak." Ucap Adinda pelan.


"Dan terima kasih sudah mau menolong." Tambah Adinda lagi.


"Sama-sama, Nonya muda." Sahut wanita itu dengan ramah dan sopan.


Adinda diantar sampai ke kamarnya. Benar-benar tidak ada yang memberinya penyambutan atau sekedar menanyakan kabarnya.


Rumah sepi, bahkan ketika Adinda sampai di kamarnya, suaminya itu malah bersiap untuk pergi.


"Istirahatlah, aku harus pergi." Kata Aditya lalu melenggang pergi begitu saja.


Adinda lelah, benar-benar sangat lelah. Kepalanya pun pusing karena menangis tak henti-henti sejak tahu dia kehilangan calon anaknya.


"Nyonya mau makan sesuatu?" Tawar asisten rumah tangga itu.


"Tidak, Bi. Terima kasih, bibi boleh pergi." Jawab Adinda menolak.


Asisten rumah tangga itu pun pergi dan meninggalkan Adinda sendirian di kamar. Lagi-lagi wanita itu hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang begitu pedih.


"Maafin aku, Ma, Mbak." Lirih Adinda.


***


Aditya pergi sejak siang dan belum kembali sampai malam menjelang. Tentu saja pria itu malas pulang karena pemandangan yang ia lihat hanya tangisan istrinya.


Aditya benar-benar muak, ia membenci keadaan dimana ia merasa takut akan dijebloskan ke penjara setelah membuat Adinda kehilangan bayinya.


Aditya memilih untuk berada di sini, di sebuah apartemen wanita cantik yang menjadi simpanannya selama beberapa bulan terakhir.


Ya, Aditya selingkuh dan mengkhianati pernikahannya dengan Adinda. Namun apa yang bisa dilakukan pria sepertinya, ia butuh teman ranjang yang tidak membosankan seperti istrinya.


"Sayang, kenapa diam saja? Apa sedang ada masalah?" Tanya wanita bernama Lia itu.


"Aku pusing, seperti biasanya. Kamu tahu kan apa yang harus dilakukan jika aku datang?" Tanya Aditya dengan penuh godaan.


Lio tersenyum menggoda, ia kemudian berpindah duduk ke pangkuan Aditya dengan gerakan-gerakan manja.


"Main sampai pagi, tapi …" Lia berbisik, sembari mengusap-usap dada Aditya.


"Tapi apa, Sayang?" Tanya Aditya dengan suara yang parau karena terus di goda.


"Ada tas keluaran terbaru, hanya 200 juga. Kamu mau kan beliin aku?" Tanya Lia dengan pelan dan manja.


Aditya yang tadi sudah memejamkan matanya, lantas terbuka. Ia kemudian menatap wanita simpanannya itu.


"Bukannya Minggu lalu kamu baru beli tas? 100 juta lagi." Kata Aditya mengingatkan.


"Aku mau lagi, janji deh nanti nggak beli-beli lagi." Sahut Lia semakin manja.


Aditya menghela nafas, ia pusing sebenarnya jika harus mengeluarkan uang ratusan juta setiap Minggu, namun ia tidak bisa membuat simpanannya itu sedih.


"Berikan aku servis terbaikmu." Bisik Aditya lalu mencium bibir Lia duluan.


Lia tersenyum senang, ia akan melayani pria di bawahnya ini dengan servis terbaik. Demi bisa memporoti pria itu, tidak masalah baginya untuk mengeluarkan sedikit tenaga.


Aditya mengerang dibawah kuasa Lia, sampai akhirnya pria itu merasa puas dan menyudahi permainan nya.


Seperti biasanya, setelah permainan maka Aditya akan menuruti kemauan dari simpanannya itu. Ia lekas mentransfer uang 200 juta.


Aditya menganggap jika dia bukan pria bodoh. Menurutnya, pria yang hanya cukup dengan satu wanita adalah pria yang bodohh.


Pria yang normal itu seharusnya seperti dirinya. Tidak cukup dengan satu wanita.


Sejak bersama Archie, Aditya sudah suka bermain-main dengan wanita bahkan selingkuhannya adik Archie sendiri.


Dan sekarang bersama Adinda, ia pun akan berselingkuh. Mustahil Aditya akan setia pada istrinya itu.


KARMA LAGI MESEN TIKET DULU, SABAR YAA🤣


Bersambung.................................