
Archie menatap pantulan dirinya di cermin dengan mata yang melotot. Tubuhnya terasa bergidik melihat penampilan dirinya yang hampir polos itu.
Baju pemberian istri rekan kerja Kaivan itu adalah sebuah baju yang membuat tubuh Archie terekspos sana sini, terutama di bagian dadanya.
Banyak hal yang terlintas di pikiran Archie tentang tanggapan suaminya. Ia khawatir jika Kaivan malah tidak suka dengan penampilannya sekarang.
"Ya ampun, apa yang akan dipikiran mas Kaivan setelah melihat penampilanku ini ya." Gumam Archie sembari mengusap kedua tangannya sendiri.
Archie kembali bergidik, dinginnya AC terasa begitu menusuk sampai ke pori-pori kulit wanita itu.
"Sayang, sudah selesai belum. Ayo keluar." Ucap Kaivan dari luar walk in closet.
Tubuh Archie semakin tegang, ia semakin sulit untuk bernafas dan menelan gumpalan saliva nya.
"Sayang …" panggil Kaivan lagi.
"Iya, Mas. Sebentar lagi aku keluar." Sahut Archie berteriak.
Archie mengatur nafasnya. Wanita itu pun membuang nafasnya kasar, lalu lekas keluar dari walk in closet.
Ketika Archie keluar, Kaivan yang berdiri di depan ruangan sambil melipat tangan di dadanya seketika melotot.
Kaivan mendadak merasa haus melihat penampilan Archie yang begitu menggoda imannya malam ini.
"Mas, jangan tatap aku kayak gitu." Tegur Archie malu-malu.
Kaivan tersadar, ia tersenyum lalu mendekati istrinya. Pria itu mengusap wajah, lalu turun ke lengan istrinya.
"Cantik banget sih, saya sampai terpesona melihatnya." Bisik Kaivan, lalu mencium puncak kepala istrinya.
Archie tersenyum malu-malu, ia memukul pelan dada sang suami lalu melangkah mendekati ranjang.
"Aku malu." Cicit Archie sembari duduk di pinggir ranjang, dengan kepala yang tertunduk.
Kaivan kembali mendekati istrinya, ia ikut duduk di pinggir ranjang lalu meraih tangannya untuk ia genggam.
"Malu kenapa? Kamu cantik banget tahu." Kata Kaivan dengan jujur.
Archie memberanikan diri untuk menatap suaminya yang masih memasang wajah penuh senyuman.
Kaivan itu, jika soal hal begini pasti full senyum. Sedangkan saat di kantor, tersenyum pun jarang. Archie hanya bercanda, ia tahu itu adalah profesional kerja.
"Aku kan udah pakai ini, dan mas sudah lihat. Aku ganti baju ya." Ucap Archie seraya bangkit dari duduknya.
Archie hendak melangkah pergi menuju walk in closet, namun tiba-tiba Kaivan menarik tangannya sehingga wanita itu terjatuh tepat diatas pangkuan suaminya.
"Mas!!!" Pekik Archie melototkan matanya.
Kaivan memegang pinggang istrinya, membuat Archie reflek mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Kaivan mengusap lembut pipi Archie, lalu menciumnya berkali-kali.
Archie melongo sebentar, sesaat kemudian ia menatap suaminya dengan penuh tanya.
"Mas lagi mau ya?" Tanya Archie pelan.
"Mau, kalau kamu mengizinkan." Jawab Kaivan, tanpa jaim-jaim dulu.
"Ayo." Ajak Archie semangat, bahkan sampai sedikit melompat di pangkuan suaminya.
Kaivan mendesis, gerakan Archie tadi telah membangunkan sesuatu yang memang sejak tadi sudah tegak minta dimanjakan oleh Archie.
Tanpa berpikir panjang, Kaivan pun menggendong tubuh istrinya lalu merebahkannya di atas ranjang. Kaivan mengungkung tubuh kecil Archie, sembari dirinya memberikan kecupan di wajah cantik istrinya.
Archie lagi-lagi hanya pasrah, wanita itu tidak pernah bisa menolak sentuhan suaminya. Bukan hanya karena ini kewajiban, tapi karena Archie sendiri menyukainya.
Kaivan membuka lingerie yang Archie pakai, menyisakan pakaian dalamm istrinya yang berwarna sama.
"Cantik banget, kamu sangat cantik. Saya benar-benar memuja kamu, Archie." Ungkap Kaivan dibarengi geraman penuh napsu.
Archie membalas dengan membuka satu persatu kancing piyama Kaivan. Setelah terbuka, Archie melempar baju itu asal sampai tergeletak di lantai.
"Ahhh!!" Archie melenguh ketika tanpa berkata apapun, Kaivan langsung mencium dan menggigit lehernya.
Kaivan selalu menyukai aroma tubuhnya, terutama di bagian leher dan dadanya. Pengakuan itu tentu saja di katakan sendiri oleh Kaivan, dan membuat Archie sangat bangga.
"Saya selalu suka aroma tubuh kamu, benar-benar membuat saya gila." Ucap Kaivan semakin menelusuri lekuk tubuh istrinya.
"Ahhh, mashhhh!!" Archie kembali menjerit ketika penjelajahan Kaivan berhenti di dadanya.
Archie meremat rambut belakang suaminya. Ia begitu menikmati sentuhan Kaivan dan membuatnya selalu menginginkan, lagi dan lagi.
Setelah pemanasan di rasa cukup, Kaivan pun lekas menyatukan diri dengan istrinya. Mengundang jerit kenikmatan dari bibir manis Archie.
"Arghh, kamu nikmat sekali sayang!!" Geram Kaivan semakin meningkatkan tempo gerakannya.
Tubuh Archie terlonjak-lonjak, namun tak ayal ia begitu menikmatinya. Archie bahkan sudah tidak malu lagi untuk menunjukkan rasa sukanya akan kegiatan yang mereka lakukan ini.
"Mashh, ahhh aku … aku mau …" ucap Archie terbata-bata.
"Bersama, Sayang." Sahut Kaivan semakin menaikan tempo gerakannya.
Akhirnya mereka mendapatkan apa yang sejak tadi mereka kejar. Baik Archie maupun Kaivan sama-sama menikmati kegiatan ini.
Kaivan berbaring di sebelah istrinya, lalu menarik Archie untuk masuk ke dalam pelukannya. Mereka pun sama-sama tidur setelah lelah mereguk kenikmatan bersama.
Malam yang indah dan mungkin menjadi penutup sebelum mereka pergi ke Bali nanti.
ENAK AMAT YA YANG UDAH NIKAH🙄😭
Bersambung...................................