Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
I'm here, Honey


Setelah menikmati malam di pinggir pantai. Kaivan dan Archie pun masuk ke dalam kamar masing-masing. Tentu yang nantinya akan bertemu melalui pintu akses.


Barang-barang Kaivan dan Archie sudah dipindahkan oleh petugas hotel sesuai perintah Kaivan tadi, sehingga mereka bisa langsing mandi dan bersih-bersih.


Seperti biasa Archie akan menggunakan daster sebagai baju tidurnya dan Kaivan memakai kaos serta celana pendek.


Keduanya pun berbaring di atas ranjang sambil berpelukan. Tidak langsung tidur, hanya berbaring sambil menikmati kehangatan bersama.


Archie mengusap perutnya. "Kita menikah sudah hampir dua bulan, tapi aku belum hamil. Itu nggak wajar ya, Mas?" Tanya Archie mendongakkan kepalanya.


Kaivan mencium puncak kepala istrinya. "Sangat wajar, Sayang. Usia pernikahan kita sekarang ini masih hangat-hangatnya, dan romantis." Jawab Kaivan lembut.


"Jangan berpikir buruk, mungkin memang belum saatnya. Kita punya waktu seumur hidup." Tambah Kaivan semakin mengeratkan pelukannya.


Mendengar itu Archie tentu saja senang, ia pun memejamkan matanya dengan wajah yang mendusel di leher Kaivan. Archie selalu suka mencium aroma maskulin dari tubuh suaminya.


Benar-benar menenangkan, tapi juga memabukkan.


"Selamat malam, Mas." Ucap Archie dan Kaivan balas dengan mencium pipinya.


Pasangan suami istri itu pun lekas tidur, siap memasuki alam mimpi yang seindah alam nyata mereka, mungkin.


Tidak ada jatah malam ini, Kaivan bisa maklum istrinya sedang lelah. Ingat, Kaivan bisa maklum.


***


Hari semakin malam, dan hawa dingin terasa menusuk. Kaivan menggeliatkan tubuhnya sedikit, lalu tiba-tiba membuka matanya.


Kaivan terbangun entah karena apa, namun perasaanya sedikit terganggu. Pria itu mengusap matanya, lalu menundukkan kepalanya guna melihat sang istri.


Kaivan tersenyum, di tengah cahaya lampu yang temaram ini wajah Archie tetap cantik. Kaivan begitu memuja istrinya, dia tidak akan mungkin melirik wanita lain karena istrinya secantik ini.


Kaivan melonggarkan pelukannya, ia lalu merebahkan kepala Archie ke bantal. Kaivan tidak beranjak dari tempat tidur, ia memindahkan Archie agar bisa lebih leluasa melihatnya.


"Kamu kesayangan saya, Archie. Cinta saya dan wanita saya." Bisik Kaivan lalu mencium kening istrinya.


Niatnya hanya ingin mencium, namun naluri kelakiannya membuat Kaivan turun mencium kelopak mata dan kedua pipi Archie.


Melihat istrinya yang tidak terbangun, Kaivan pun mencium hidung, lalu bibir Archie. Kaivan melakukannya dengan lembut agar istrinya tidak terbangun.


"Manis sekali." Bisik Kaivan, lalu kembali mencium bibir istrinya.


Tanpa sadar penjelajahan Kaivan tidak berhenti. Pria itu menyampirkan rambut Archie ke samping, lalu ia kecupi lehernya penuh damba.


Leher putih dan mulus itu benar-benar wangi, dan membuat Kaivan ketagihan. Pria itu tidak bisa berhenti.


Archie tiba-tiba melenguh, membuat Kaivan buru-buru menghentikan aksinya. Telat, Archie sudah bangun dan membuka matanya perlahan.


"Mas." Panggil Kaivan dengan suara yang serak khas bangun tidur.


Kaivan mengusap kepala istrinya. "Maaf ya, saya membuat kamu bangun." Ucap Kaivan dengan senyuman.


Archie mengusap matanya, lalu ikut bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjang.


Archie melihat jam di ponselnya yang baru menunjukkan pukul 1 dini hari.


"Tidak tahu, saya tiba-tiba bangun dan langsung mengganggu kamu." Jawab Archie.


Archie tersenyum. "Mas mau ya?" Tebak Archie dengan wajah jahilnya.


"Saya memang mau terus, tapi saya tahu jika kita menikah bukan untuk itu saja." Jawab Kaivan sembari merapikan rambut Archie.


"Ayo tidur lagi." Ajak Kaivan, namun Archie menggelengkan kepalanya.


Archie mengambil ikat rambut miliknya di atas meja nakas, lalu mengikatnya asal. Tanpa bicara apapun, Archie membuka baju dasternya sehingga menyisakan celana segitiga saja. Archie memang kebetulan tidak pakai penopang dada malam ini.


"Sayang …" ucap Kaivan terbata-bata.


"Jangan ragu, Mas. Aku istri kamu, puasin diri kamu dengan menggunakan aku." Kata Archie lalu mendekati suaminya.


Jika sudah begini Kaivan mana bisa menolak. Ia pun lekas melancarkan aksinya yang dimulai oleh Archie.


Tidak, Kaivan yang memulainya. Kaivan tiba-tiba saja menginginkan istrinya, namun berusaha menahan karena tahu Archie lelah.


Namun Tuhan memang baik, mengirimkan wanita cantik dan penuh pengertian pada Kaivan. Alhasil Kaivan pun bisa mereguk kenikmatan bersama istrinya lagi.


Suara kenikmatan pasangan suami istri itu menggema di seluruh ruangan. Tubuh Archie terlonjak, namun ia begitu menikmatinya.


Archie tidak bisa menolak sentuhan suaminya yang nyaris membuatnya hampir gila, ia selalu suka dan menginginkannya lagi dan lagi.


"Mashhh Kai." Erang Archie sembari memegang tangan suaminya.


"I'm here, Honey." Sahut Kaivan dengan suara yang begitu berat.


"Mas, pelan-pelanhh ..." Archie kembali melenguh.


Kaivan tidak mendengar ucapan istrinya, ia malah semakin menaikkan tempo permainannya.


"Arghhhh, Archie!!" Kaivan mengerang panjang, lalu mendongakkan kepalanya keatas.


Kaivan mendapatkan apa yang sejak tadi ia inginkan, lalu langsung ambruk di samping tubuh istrinya. Pria itu mengatur nafasnya, lalu memiringkan tubuhnya guna menatap Archie.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Kaivan dengan lembut.


Setiap kali selesai 'main', Kaivan tak pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih pada istrinya. Hal itulah yang membuat Archie tambah bahagia.


Archie tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Ia pun memeluk suaminya dengan erat.


"Jangan berterima kasih, Mas. Sebagai istri, aku mau selalu bisa memberikan yang terbaik untuk kamu." Sahut Archie dengan mata terpejam.


Kaivan membalas pelukan istrinya. Tiada hari tanpa pelukan, dan ciuman.


"Kamu memang yang terbaik, Sayang. Kamu wanita terbaik hanya dimiliki oleh saya." Timpal Kaivan.


TUTUP MATA KALIAN, AKU NGGAK MAU NANGGUNG DOSA😭😭


Bersambung..................................