Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Archie mengetahui


Archie senang karena orang tua dan mertuanya berkumpul di rumahnya. Sang mama membawakan sop daging, sementara mertuanya membawkan kue dan buah-buahan.


Archie sangat bahagia karena mendapatkan kasih sayang penuh dari para orang tua, dan pastinya suaminya juga.


Bicara soal suaminya, saat ini Kaivan belum pulang dan Archie belum bicara lagi dengannya setelah tadi bicara di sidang kantor.


Archie tadi masih menangis dan sedih, bukan hanya karena gosip nya tapi karena pelakunya adalah orang yang tidak pernah Archie sangka-sangka. Namun beruntung, kehadiran mertuanya tadi membuat Archie berhenti menangis.


"Bagaimana keadaan kamu, Nak?" Tanya papa Jefry dengan lembut pada sang menantu.


"Aku baik-baik saja, Pa. Bayi aku juga kuat." Jawab Archie penuh senyuman.


Mama Fia tersenyum mendengar ucapan Archie. Wanita itu lalu mengusap perut menantunya yang masih rata.


"Di jaga baik-baik ya, Sayang. Jangan bekerja berat, banyak istirahat. Mama nggak mau kamu dan baby kamu kenapa-napa." Tutur mama Fia lembut.


Archie tersenyum. "Iya, Ma. Terima kasih ya." Sahut Archie lalu memeluk ibu mertuanya.


Mama Gita dan papa Dito saling pandang, mereka melempar senyum satu sama lain. Sebagai orang tua, tentu mereka bahagia melihat putrinya begitu disayangi oleh mertua dan suaminya.


Setidaknya diantara kedua putrinya, ada satu yang bahagia dengan kehidupan pernikahannya.


"Bagaimana kabar kalian, Pak Dito dan Bu Gita?" Tanya papa Jefry pada besan nya.


"Kami sangat baik, Pak Jefry. Semakin baik selama putri-putri kami bahagia." Jawab papa Dito dengan senyuman.


"Oh ya, Adinda dan Aditya bagaimana? Kami belum mengunjunginya, kami langsung kesini tadi." Mama Fia bertanya.


Mama Gita dan papa Dito kembali saling pandang, tentu mereka bingung mau menjawab dengan apa.


"Mereka juga baik-baik saja, Bu." Timpal mama Gita berbohong.


Archie memperhatikan kedua orang tuanya dengan kening mengerut. Entah mengapa ia merasa ada yang aneh pada orang tuanya itu.


"Archie, mama boleh numpang ke toilet?" Tanya mama Gita.


"Tentu saja, Ma. Tidak perlu izin, ayo aku antar." Ajak Archie lalu bangkit dari duduknya.


Archie dan sang mama pun pergi dari sana menuju toilet yang ada di lantai satu. Di salah satu kamar yang kosong, tapi bukan kamar tamu.


Ketika mereka sudah sampai di kamar itu, nyatanya mama Gita tidak masuk ke kamar mandi, ia malah memegang tangan putrinya.


"Aku tahu mama sedang ada yang dipikirkan, tapi ada apa Ma?" Tanya Archie dengan lembut.


"Sebenarnya ini masalah Adinda, Chie. Tapi tidak apa-apa, mama dan papa bisa mengatasinya." Jawab mama Gita.


"Mama senang kamu begitu di sayang oleh keluarga suami kamu, terutama sama Kaivan juga." Tambah mama Gita sembari mengusap wajah cantik putrinya.


Archie memegang tangan sang mama. "Sebenarnya ada apa, Ma?" Tanya Archie dengan cemas.


"Adinda pulang ke rumah, dia dan suaminya sedang bertengkar." Jawab mama Gita memberitahukan.


"Pulang? Apa sangat parah sampai Adinda harus pulang? Dan sejak kapan, Ma?" Tanya Archie mengerutkan keningnya.


"Mama nggak tahu, sudah tiga hari dan Aditya belum juga menjemput Dinda." Jawab mama Gita.


Mama Gita menghela nafas, lalu menangkup wajah cantik putrinya.


"Jangan terlalu dipikirkan, ini masalah rumah tangga Adinda dan dia bisa menyelesaikannya sendiri. Kalaupun butuh bantuan, ada papa dan mama." Tutur mama Gita.


"Sebenarnya mereka kenapa." Gumam Archie kepikiran.


"Sudah, Mbak. Jangan pikirkan, kasihan anak kamu." Mama Gita kembali menyahut.


"Ayo kita keluar." Ajak mama Gita dan Archie mengangguk.


Archie dan sang mama pun kembali ke ruang tamu dimana mereka berkumpul tadi. Ketika Archie sampai disana, bertepatan dengan suaminya yang kembali.


"Assalamualaikum." Salam Kaivan saat masuk rumah.


"Wa'alaikumsalam." Sahut semuanya bersamaan.


Kaivan menciumi punggung tangan kedua orang tua dan mertuanya dengan penuh kehangatan dan rasa sopan.


Sementara Archie tersenyum melihat suaminya sudah pulang, ia lekas mendekat dan hendak mengambil tas kerja sang suami, namun Kaivan malah menggenggam tangannya.


"Ma, Pa. Aku ke kamar sebentar ya, ada yang ingin aku bicarakan dengan Archie." Ucap Kaivan lalu menarik tangan istrinya.


Archie kebingungan, namun ia nurut saja saat tangannya di tarik oleh suaminya menuju kamar mereka.


Saat sampai disana, Kaivan langsung menutup pintu bahkan menguncinya.


"Mas, sebenarnya ada apa?" Tanya Archie bingung.


Kaivan tidak menjawab, pria itu malah memeluk istrinya dengan nafas yang memburu.


Pelukannya begitu erat, sampai membuat Archie peka dan tahu jika ada masalah yang menimpa suaminya.


Kaivan tidak menjawab, hanya suara nafasnya yang memburu yang terdengar di telinga Archie.


"Mas …" panggil Archie lebih lembut.


Kaivan membuang nafasnya pelan, lalu melepaskan pelukannya. Ia menatap sang istri dengan senyuman.


"Aku sedang marah tadi, tapi seperti biasanya. Setelah memeluk kamu, rasa marahku hilang." Jelas Kaivan membuat Archie senang.


"Tapi apa yang membuat kamu marah, Mas?" Tanya Archie mengerutkan keningnya.


"Aditya, dan hari ini kita ke rumah mbak Risa untuk membuat perhitungan." Jawab Kaivan.


Mendengar itu Archie pun terdiam sebentar. Archie memang harus ikut, dia tidak bisa membiarkan suaminya pergi sendiri karena takut tidak bisa mengendalikan amarahnya.


"Iya, Mas. Tapi kita ke rumah mama aku dulu ya." Sahut Archie lalu mengusulkan.


"Untuk apa, Sayang?" Tanya Kaivan sembari melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Sebenarnya Dinda ada di rumah mama, aku mau dia juga pulang bersama kita yang mau ke rumah tante Risa." Jawab Archie menjelaskan.


Kaivan merapikan rambut istrinya, Archie memang berhati lembut makanya masih memikirkan tentang adiknya setelah apa yang terjadi.


"Sayang, tidak. Aku melarang kamu untuk membawa adik kamu bersama kita." Tolak Kaivan menggelengkan kepalanya.


"Sebagai seorang wanita, Dinda harus di jemput oleh suaminya. Lebih baik kita bicara sekalian pada Aditya saja untuk menjemput adik kamu." Tambah Kaivan mengusulkan.


"Memang begitu, Mas?" Tanya Archie.


"Seandainya aku juga pulang ke rumah mama, nanti tunggu kamu jemput dulu baru pulang?" Tanya Archie lagi.


Kaivan mengecup bibir istrinya singkat. "Enak saja, siapa yang mau biarin kamu pergi. Kalo kamu pergi, ya aku ikut." Jawab Kaivan.


Archie dan Kaivan sama-sama terkekeh, lalu mereka kembali saling memeluk tubuh masing-masing.


"Aku pikir ada apa tadi, kamu terlihat sangat marah." Ucap Archie masih dengan posisi memeluk suaminya.


"Kamu pikir aku marah sama kamu ya?" Tebak Kaivan dan Archie mengangguk.


"Memang, aku marah sekali. Marah sama kamu karena belum dapat ciuman." Sambung Kaivan.


Archie buru-buru melepaskan pelukannya, tanpa kata ia langsung mencium bibir suaminya. Tidak lama, hanya sebentar namun terasa.


"Kok sebentar?" Tanya Kaivan mengerutkan keningnya.


"Ada papa sama mama." Jawab Archie.


Kaivan menghela nafas. "Baiklah, aku mandi dulu dan nanti nyusul kesana ya." Tutur Kaivan lembut.


Archie mencium pipi sang suami kemudian menganggukkan kepalanya. Setelah itu, barulah Archie keluar dari kamarnya.


Archie pun meninggalkan suaminya dan kembali ke ruang tamu karena merasa tidak enak pada orang tua dan mertuanya yang sedang main.


"Ma, Pa. Maaf ya aku tinggal, mas Kaivan cuma minta siapin baju." Ucap Archie beralasan.


"Benar begitu, Nak? Tidak ada masalah serius kan?" Tanya mama Fia begitu khawatir.


"Iya, Ma. Semua baik-baik saja." Jawab Archie menganggukkan kepalanya.


"Archie, ini sudah sore. Mama dan papa pulang dulu ya, nanti kapan-kapan main lagi." Ucap mama Gita sembari bangkit dari duduknya.


"Kenapa buru-buru, menginap saja disini bersama kami." Papa Jefry menyahut.


"Lain kali mungkin, Pak." Sahut mama Dito.


Archie memeluk kedua orang tuanya bergantian, Archie pasti akan sangat merindukan orang tuanya.


"Sampaikan salam papa pada Kaivan ya." Tutur papa Dito.


"Nanti aku yang main sama mas Kai kesana ya, Pa." Sahut Archie membuat papa Dito tersenyum.


"Tentu saja, itu rumah kalian juga." Sahut papa Dito menganggukkan kepalanya.


Archie lalu memeluk sang mama.


"Baik-baik ya, Nak. Jangan memikirkan apapun, kasihan bayi kamu." Tutur mama Gita.


"Iya, Ma." Sahut Archie mengangguk paham.


Kedua orang tua Archie pun pulang setelah berpamitan dengan semuanya kecuali Kaivan yang masih mandi di kamarnya setelah pulang bekerja.


ADITYA BAKAL DIAPAIN NIH SAMA KAIVAN, WADIDAWW😪


Bersambung...........................