Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Aku mencintaimu


Setelah makan malam, Kaivan dan yang lainnya memilih untuk menikmati waktu di pantai. Beberapa karyawan Kaivan yang laki-laki membuat api unggun setelah mendapat izin dari pihak hotel, sementara yg lainnya melakukan macam-macam aktivitas.


Ada yang berkumpul dan foto-foto, ada yang berdiri di bibir pantai guna menikmati terpaan air laut yang mengenai kakinya.


Tidak ada yang berenang karena pantai sedang pasang, dan sangat berbahaya jika berenang saat ini.


Kaivan bicara serius di sebuah meja yang ada dekat pantai bersama dua pria lainnya. Sedangkan Archie sedang berkumpul dengan Amber dan Monika.


"Chie, aku yakin kamu tahu tentang gosip yang lagi tersebar sekarang kan?" Amber bertanya dengan ragu.


Archie menatap temannya itu, lalu terdiam. Archie menghela nafas, lalu mengalihkan pandangannya.


"Maaf ya, aku bukan maksud buat kamu kepikiran. Aku cuma takut saja, aku tahu kok kamu nggak begitu." Kata Amber sembari memegang tangan Archie.


Archie manggut-manggut. "Nggak apa-apa, wajar kamu tanya. Kayaknya sudah besar banget ya gosipnya." Sahut Archie.


"Tapi aku bingung, siapa ya yang berani nyebar. Kalau pak Kaivan sampai tahu, dia bisa marah banget." Monika menyahut, memasang wajah cemas.


Archie mengangkat kedua bahunya, ia pun belum tahu dalang dibalik gosip yang tersebar sekarang ini.


"Aku juga nggak tahu, tapi kita tunggu saja. Aku yakin, lama kelamaan kebongkar kok." Ujar Archie dengan yakin.


"Sabar ya, Chie. Kamu harus tetap semangat!" Kata Amber menyemangati.


Archie membalasnya dengan anggukan kepala, ia tidak menyahut lebih banyak dan memilih untuk memvideokan suasana pantai malam itu.


Archie sampai bangkit dari duduknya untuk mendapatkan hasil bagus. Ia mau meletakkan video itu di feeds instagramnya.


Hari semakin malam, banyak karyawan yang sudah memilih masuk ke dalam kamar hotel masing-masing.


"Chie, ke kamar yuk." Ajak Amber.


"Kalian duluan saja, gue mau duduk disini sebentar lagi." Sahut Archie menolak.


"Jangan malam-malam ya, angin pantai nggak bagus." Kata Monika dan Archie membalasnya dengan anggukan kepala.


Kedua teman Archie itupun pergi meninggalkan Archie sendirian. Lagipula kamar mereka berbeda, jadi tidak masalah jika duluan.


Archie yang melihat teman-teman sudah pergi lantas menoleh ke belakang, tidak ada Kaivan di tempat pria itu berada tadi.


Archie menghela nafas, ia pun melangkah menjauhi tempat ia berdiri tadi. Dengan bertelanjang kaki, Archie menikmati kelembutan pasir pantai.


Setelah cukup jauh dari tempat Archie tadi, akhirnya wanita itu pun sampai di tempat tujuannya.


"Ya ampun." Gumam Archie tercengang.


Tiba-tiba Archie merasakan sesuatu menyampir di kedua bahunya. Disusul oleh sebuah pelukan yang begitu erat dari belakangnya.


"Kenapa ke pantai pakai baju pendek gini hmm." Bisik Kaivan dengan kepala yang ia jatuhkan di bahu istrinya.


"Biar dapat kehangatan dari mas Kaivan." Sahut Archie, lalu mengusap wajah suaminya.


Kaivan terkekeh, ia melepaskan pelukannya lalu membalik badan tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.


"Mas, semua ini kamu yang siapkan?" Tanya Archie menunjuk ke arah meja dengan dia kursi yang dihias begitu cantik dan romantis.


"Tentu saja, tidak." Jawab Kaivan, membuat Archie menekuk wajahnya.


"Maksudnya, saya dibantu sama beberapa petugas hotel, Sayang." Tambah Kaivan memperjelas.


Senyuman Archie kembali terbit, ia pun lekas menggandeng tangan suaminya.


"Ayo kesana, Mas." Ajak Archie penuh semangat.


Kaivan manggut-manggut, ia pun mengajak istrinya untuk duduk di kursi dimana di depannya ada meja yang dipenuhi bunga dan lilin.


Mereka berdua tidak akan makan malam karena tadi sudah, mereka hanya akan sedikit minum dan makan cake.


"Alkohol?" Tanya Archie dan Kaivan menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Minuman soda, Sayang." Jawab Kaivan sembari menuangkan ke dalam gelas mereka berdua.


Setelah sudah terisi, pasangan suami istri itu melakukan cheers bersama.


"Tidak perlu berterima kasih, Sayang. Ini kewajiban saya untuk membahagiakan kamu, saya senang jika kamu suka." Balas Kaivan.


Archie merogoh kantung celananya, ia lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera.


"Ayo foto, Mas. Aku akan kirim ke mama Fia, agar dia tahu bahwa putranya ini sangat mencintai istrinya." Ucap Archie.


Kaivan tidak menolak, ia pun ber-swafoto untuk dikirim ke mama Fia.


"Kenapa kamu bilang begitu?" Tanya Kaivan.


"Sebenarnya mama beberapa kali hubungi aku, dan dia mengatakan bahwa dia takut kamu nyakitin aku, Mas." Jawab Archie menjelaskan.


"Kenyataanya?" Tanya Kaivan mengangkat kedua alisnya.


"Tidak sama sekali, mas Kaivan sangat menyayangiku, dan aku juga." Jawab Archie.


Kaivan terdiam sebentar, ia lalu menatap istrinya dengan serius.


"Apa? Coba ulang." Pinta Kaivan dengan lembut.


"Aku sayang mas Kaivan, cinta juga. I love you Kaivan Arsangga." Ucap Archie dengan lantang.


Mendengar itu, Kaivan pun bangkit dari duduknya dan langsung menarik Archie untuk ikut berdiri. Tanpa banyak bicara, Kaivan langsung mencium bibir istrinya.


Archie tidak menolak, ia membalas ciuman suaminya dengan ritme yang sama. Lembut dan penuh perasaan.


Karena keduanya habis minum soda, mereka bisa merasakannya dari bibir masing-masing. Hal itulah yang membuat Kaivan semakin bersemangat dan enggan menjauhkan bibirnya.


Archie menepuk pelan dada suaminya, membuat Kaivan paham dan langsung menghentikan ciuman mereka.


"Sayang, ucapkan lagi." Pinta Kaivan dengan nafas yang begitu cepat.


"Aku mencintai kamu, Mas Kaivan." Ungkap Archie lagi.


Kaivan menyatukan kening mereka berdua, ia benar-benar bersyukur dan bahagia mendengar ungkapan hati istrinya barusan.


"Sayang, sungguh?" Tanya Kaivan.


"Tentu saja." Jawab Archie manggut-manggut.


Dicintai begitu besar oleh Kaivan, membuat Archie tidak perlu lama-lama untuk menyadari perasaannya. Ia sangat mencintai suaminya, sama besarnya dengan cinta Kaivan untuknya.


Kaivan menarik Archie ke dalam pelukannya, ia dekap erat-erat wanita cantik yang sudah sah ia nikahi itu.


Kaivan tidak tahu harus seperti apa untuk mengungkapkan rasa bahagianya malam ini.


Mereka berdua pun kembali duduk untuk menikmati kue yang Kaivan siapkan. Kaivan menyuapi istrinya, dan tentu saja Archie tidak menolaknya.


"Makan dari tangan mas Kaivan rasanya lebih enak." Ucap Archie dengan jujur.


"Makan dari bibir kamu jauh lebih enak." Sahut Kaivan.


Archie bangkit dari duduknya, ia pun berjalan mendekati Kaivan dan tanpa malu lagi langsung duduk di pangkuan pria itu.


"Sayang …" Kaivan tercengang melihat aksi istrinya.


Archie mengambil krim kue, lalu ia letakkan di bibirnya.


"Coba." Kata Archie pelan.


Tidak mau membuang waktu dan kesempatan, Kaivan pun lekas mencium bibir istrinya, menikmati manisnya krim kue yang bercampur manis bibir istrinya.


Archie tersenyum, ia membalasnya lagi. Malam ini begitu indah, dan Archie mau menghabiskannya dengan penuh kebahagiaan bersama suaminya.


"Kamu benar-benar kesayangan saya dan cinta saya, Archie." Bisik Kaivan lalu mengeratkan pelukannya.


Archie tersenyum. Kenapa terdengar ucapan suaminya begitu manis, sampai-sampai membuat Archie ingin terus mendengarnya.


BUSETTT, MANIS AMAT PASANGAN INI😭😍


Bersambung.................................