Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kondisi Archie


Kabar Archie dilarikan ke rumah sakit telah sampai di telinga kedua orang tua Archie, maupun orang tua Kaivan. Bahkan mama Fia dan papa Jefry yang berada di Australia langsung memaksa ingin pulang karena khawatir dengan kondisi menantu mereka.


Kini Kaivan berada di ruang periksa Archie yang masih belum sadarkan diri setelah mendapatkan suntikan.


Kaivan cukup khawatir dan takut akan sesuatu yang buruk terjadi pada calon anaknya, namun untung saja dokter bilang jika istrinya itu baik-baik saja.


"Sayang …" panggil Kaivan dengan lembut.


Sama sekali tidak Kaivan lepaskan genggaman di tangan istrinya. Pria itu bahkan bukan hanya menggenggam, tetapi juga menciumnya.


Sebelah tangan Kaivan yang menganggur lalu mengusap perut istrinya yang masih rata.


"Maafin papi ya, Nak. Papi janji, setelah ini tidak akan membuat mami dan kamu begini." Bisik Kaivan, lalu bangkit dan mencium perut istrinya.


Kaivan juga mencium kening istrinya, sambil memberikan usapan di rambutnya yang tergerai cantik.


Archie tiba-tiba menggeliatkan tubuhnya, membuat Kaivan buru-buru menjauh sedikit agar bisa melihat wajah istrinya.


"Sayang …" Kaivan tersenyum lebar melihat istrinya yang mulai membuka mata.


Archie mendesis pelan, lalu memegangi kepalanya yang terasa pusing. Wanita itu lalu menatap suaminya dengan rasa terkejut dan cemas.


Archie lalu menunduk, memegang perutnya dan kembali menatap suaminya.


"Mas, anak kita? Anak kita baik-baik saja kan?" Tanya Archie dengan panik.


"Anak kita masih ada disini kan?" Tanya Archie lagi sembari meraba perutnya.


Kaivan mengusap kepala istrinya lalu mengangguk, ia menarik Archie ke dalam pelukannya untuk ia dekap dengan erat.


"Sstttt, anak kita baik-baik saja Sayang. Jangan khawatir, dia masih ada disini." Jawab Kaivan lalu ikut mengusap perut istrinya.


Archie menghela nafas lega, ia lekas memeluk tubuh suaminya dengan erat. Archie harus mengadu pada suaminya.


"Mas, aku minta maaf karena tidak bilang tentang ini. Awalnya aku pikir aku akan bisa menghadapi cemoohan orang kantor, namun ternyata tidak." Ucap Archie lirih dan penuh penyesalan.


Kaivan menggelengkan kepalanya, ia lekas menyeka air mata sang istri yang sudah membasahi wajahnya.


Kaivan juga mengecup bibir Archie yang terus mengeluarkan rintihan.


"Tidak apa-apa, Sayang. Yang terpenting sekarang aku sudah tahu, dan aku tidak akan tinggal diam." Sahut Kaivan lembut.


Archie manggut-manggut, ia semakin memasrahkan diri di pelukan suaminya. Bahkan Archie dengan sengaja mempererat pelukannya.


"Banyak sekali masalah yang kita hadapi saat ini, Mas." Bisik Archie lalu melepaskan pelukannya.


"Tidak perlu kamu pikirkan, Sayang. Aku yang akan mengurusnya, dan aku juga sudah meminta seseorang untuk mencari akar dari masalah di kantor." Timpal Kaivan dengan lembut.


Archie lega, ia menganggukkan kepalanya lalu menggenggam tangan suaminya. Jika begini Archie tidak akan memikirkan ucapan para karyawan, suaminya akan mengurus semuanya.


Tidak lama kemudian pintu ruang rawat Archie terbuka. Tampak mama Gita dan papa Dito masuk dengan wajah cemasnya.


"Archie, Nak!!" Mama Gita lekas mendekat, lalu memeluk putrinya erat.


"Bagaimana keadaanmu, Nak? Apa yang terjadi sampai membuat kamu begini?" Tanya mama Gita lagi dengan penuh kekhawatiran.


"Aku nggak apa-apa, Ma. Mungkin karena beberapa hari ini aku jarang makan, rasanya mual sekali." Jawab Archie tidak berbohong.


"Jangan begitu, Archie. Pikirkan tentang kondisi bayi kamu, makan yang banyak." Tutur papa Dito lembut.


Archie menganggukkan kepalanya, ia lalu memeluk tubuh sang papa dengan erat. Archie merindukan kedua orang tuanya.


Mama Gita lalu menatap Kaivan dengan hangat. Ia mendekati menantunya itu, lalu mengusap bahunya.


"Mama tahu pasti kamu tadi khawatir, dan mama berdoa semoga hal seperti ini tidak terjadi." Ucap mama Gita.


"Orang tua kamu tahu?" Tambah mama Gita bertanya.


"Tahu, Ma. Saya memberitahu mereka dan mereka dalam perjalanan kesini." Jawab Kaivan.


"Mas, kenapa harus bilang mama dan papa. Mereka itu kan sedang sibuk di luar negeri, mereka pasti khawatir." Archie menyahut setelah mendengar ucapan suaminya.


Kaivan mendekat. "Tidak apa-apa, Sayang. Lagipula mereka memang sudah niat untuk kembali." Sahut Kaivan lembut.


Mama Gita dan papa Dito tersenyum melihat putri pertama mereka begitu dicintai dan disayangi keluarga suaminya.


Archie sudah mendapatkan banyak kesulitan, dan memang sudah waktunya wanita itu bahagia.


"Kamu sudah makan, Archie?" Tanya papa Dito.


"Tadi sudah makan soto, Pa." Jawab Archie.


"Tapi jika papa mau membelikan aku bubur ayam, aku tidak akan menolaknya." Tambah Archie sambil tertawa.


Semua orang tertawa mendengarnya, tak terkecuali Kaivan. Pria itu bahkan sampai mengusap rambut istrinya.


"Aku beliin, kamu diam sini ya." Ucap Kaivan.


"Tidak, Kai. Biar papa dan mama saja, kamu dan Archie tunggu sini. Semoga sudah ada tukang bubur yang buka jam segini." Cegah papa Dito dengan cepat.


"Itu benar, biar mama dan papa yang membeli buburnya. Kalian tunggu disini." Tambah mama Gita.


Kaivan pun tidak membantah, pria itu mengangguk dan membiarkan kedua mertuanya pergi untuk membeli bubur sesuai permintaan Archie.


Kini diruangan itu hanya ada Archie dan Kaivan. Pasangan suami istri itu saling memandang dan saling menggenggam tangan.


"Mas nggak balik ke kantor?" Tanya Archie.


"Tidak, Sayang. Aku akan menunggu kamu disini, Karin pasti bisa mengurusnya." Jawab Kaivan lembut.


"Gitu ya, yaudah peluk aku." Pinta Archie mengangkat kedua tangannya guna meminta pelukan.


Kaivan lekas memekik istrinya, bahkan menciumi seluruh wajah istrinya yang cantik itu. Sejenak Kaivan akan mengesampingkan masalahnya, ia hanya ingin berbahagia jika sedang bersama istrinya.


Meski demikian, tentu Kaivan sudah menyelediki tentang pelaku gosip kantor dan pelaku pemalsuan surat tes genetik nya.


Apa yang Archie katakan memang benar, saat ini mereka sedang banyak masalah, namun Kaivan yakin pada dirinya jika dia bisa menyelesaikan ini sendiri tanpa merepotkan istrinya.


SAMA AKU AJA SELESAIKAN NYA OM KAI, SEKALIAN KITA PACARAN, EH😭😭


Bersambung.....................................