Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Sengaja di buat cemburu


Bukan hanya Archie yang menemani papa Jefry dan keluarganya, melainkan ada mama Fia juga. Mama Fia bangun setelah bi Sari membangunkan dan berkata mereka kedatangan tamu.


Kini mereka berkumpul di ruang tamu sambil berbincang. Tampak papa Jefry begitu antusias berbicara dengan mama Fia.


"Jadi Aditya lancar kan pengobatannya?" Tanya mama Fia dengan penuh perhatian.


"Lancar, Oma. Aku sudah bertekad untuk hidup lebih baik, karena itulah aku semangat berobat. Meski tidak bisa disembuhkan, mungkin." Jawab Aditya dengan senyuman miris.


"Nggak kok, Dit. Kita nggak tahu takdir Tuhan seperti apa, selama kamu mau semangat sembuh dan hidup, pasti bisa." Sahut Archie yang duduk di sebelah mama Fia.


Aditya menatap Archie, lalu tersenyum dengan lebar. Senyuman yang mengandung arti kebahagiaan atas perhatian kecil dari mantan kekasihnya.


"Makasih ya, Chie. Kamu yang bikin aku yakin untuk melanjutkan hidup." Kata Aditya tanpa sadar.


Semua orang yang mendengar itu langsung diam, terutama Archie. Papa Jefry dan mama Fia bahkan sampai saling melirik satu sama lain.


Archie menatap ke arah lain. Ia tiba-tiba bangkit dari duduknya ketika merasakan suasana di ruang tamu itu tidak enak.


"Ma, aku ke dapur sebentar ya. Aku belum minum susu, lupa." Ucap Archie.


Tentunya itu hanya alasan Archie saja agar bisa menjauh dan pergi dari sana sementara. Archie cukup bersyukur karena Aditya mengatakan itu tidak di depan suaminya.


Archie tahu, Kaivan akan marah besar jika mendengar Aditya mengatakan sesuatu yang merujuk ke sebuah penyesalan atau kode minta balikan.


Suaminya yang super cemburu dan posesif, tentu bisa langsung menghajar Aditya saat itu juga.


Archie ke dapur, dia duduk bersama bi Sari yang sedang memotong sayuran. Archie menghela nafas.


"Bi, sini aku bantuin." Ucap Archie sembari mengambil alih pisau di tangan bi Sari.


"Eh, Nyonya. Kenapa kesini, nggak ngobrol sama yang lain?" Tanya bi Sari mengerutkan keningnya.


"Bibi pasti tahu suami aku cemburuan. Dia bisa ngamuk kalo tahu apa yang terjadi." Jawab Archie berbisik.


Bi Sari cekikikan, dia tentu saja paham dengan maksud ucapan majikannya itu.


"Tuan Kaivan nggak tahu, tapi awas baby nya ngadu." Celetuk bi Sari.


"Baby, jangan ngadu sama papi ya. Nanti bisa-bisa papi ngamuk." Bisik Archie dengan polosnya.


Bi Sari kembali cekikikan, dia selalu suka ketika melihat majikannya yang mengajak janin dalam kandungannya bicara.


Majikannya itu bisa bersikap sangat dewasa, dan bisa juga bersikap seperti anak-anak.


Masih asik mengajak baby melon bicara, tiba-tiba saja ponsel Archie berdering. Tertera nomor Kaivan yang ada di layar ponsel Archie.


Archie lekas mengangkatnya. Dia dengan penuh rasa bahagia dan penuh senyuman.


"Mas Kaivan sayang." Ucap Archie dengan riang.


"Enak ya ngobrol sama Aditya?" Tanya Kaivan drnya ekspresi wajah di tekuk.


Archie mengerutkan keningnya. Ia bertanya-tanya bagaimana suaminya bisa tahu, dan Archie ingat jika Kaivan memasang cctv di rumah.


"Nggak ya, aku aja lagi bantuin bibi masak." Elak Archie sembari menunjukkan bi Sari.


Bi Sari melambaikan tangannya kepada sang majikan dengan penuh senyuman.


"Bibi cantik banget hari ini." Ucap Kaivan sengaja memanasi istrinya.


Archie mengarahkan ponselnya ke wajahnya.


"Aku? Aku nggak cantik?" Tanya Archie dengan sewot.


"Nggak." Jawab Kaivan dengan ketus.


"MAS KAIVAN, AWAS KAMU YA!!!"


INI MASIH ADA LANJUTANNYA, TAPI MALAM YA ATAU BESOK. AKU ADA KERJAAN 😭😭


Bersambung..............................