Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kembali ke kantor


Setelah permintaan mama Fia kemarin, Archie bertekad bahwa ia tidak akan terlalu ikut campur apalagi sampai terlalu peduli pada keluarga Aditya.


Archie tidak mau suami dan ibu mertuanya itu marah padanya karena menjadi istri dan menantu yang tidak nurut.


Dan ya, hari ini Archie akan kembali ke kantor. Bukan hanya karena dirinya sudah pulih kembali, tetapi juga karena ia kasihan pada suaminya yang mengeluhkan pekerjaan Karin.


Kaivan itu memang orang yang ceplas-ceplos, sehingga ia akan berbicara dengan asal.


"Jangan gitu, Mas. Kasihan Karin nya, lagian mungkin dia saking gugupnya sampai salah dengar nama." Ucap Archie dengan lembut.


"Nggak dong, Sayang. Aldavi ke Alfani itu jauh banget, itu bukan sekedar salah dengar tapi memang tuli." Sahut Kaivan lalu menghela nafas.


Archie lekas memukul pelan bibir suaminya. Sembarangan sekali Kaivan ini bicara padahal saat ini dia sedang hamil.


"Jangan sembarangan menghina orang, Mas. Ingat, istri kamu ini lagi hamil." Tegur Archie pelan.


Kaivan mengecup bibir istrinya singkat. "Maaf ya, janji deh aku diam." Ucap Kaivan lalu menutup mulutnya.


Archie tersenyum, ia pun lanjut mengikat simpul dasi di leher suaminya kemudian memakaikan jas juga.


Saat Archie sibuk membantu suaminya bersiap, Kaivan tentu mengambil kesempatan untuk mengusap pinggangnya yang terbalut rok span selutut berwarna hitam dan kemeja model berpita warna putih.


"Sayang, besok-besok jangan pakai rok yang terlalu ketat ya. Kasihan anak kita ketekan." Ucap Kaivan memberitahu.


Archie menundukkan kepalanya, ia lalu mengusap perutnya yang sebenarnya tidak merasakan apapun.


Memakai rok span yang memang sudah ukurannya tidak akan membuatnya sakit perut karena ketekan.


"Ini memang sudah ukuran aku, Mas. Kamu jangan khawatir, baby nya baik-baik saja kok." Sahut Archie.


"Tapi kalau mas mau aku ganti, aku ganti kok." Tambahnya lalu melingkarkan tangannya di leher sang suami.


Kaivan tersenyum sambil memperhatikan wajah istrinya yang cantik, ia kemudian mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang banget sama kamu, Archie!!" Ungkap Kaivan dengan sungguh-sungguh.


Archie terkekeh, ia pun lekas mengajak suaminya keluar dari kamar sebelum dia pingsan karena terus menerima ucapan manis dari suaminya.


"Oh ya, Sayang. Nanti kita makan siang bareng Aldavi ya." Ucap Kaivan sembari menuruni anak tangga.


"Wahh, ajak Karin juga ya. Aku biasa makan sama Karin soalnya mas." Sahut Archie.


Kaivan manggut-manggut. "Dia memang harus ikut, karena dia yang akan membayar." Ujar Kaivan.


Archie mengerutkan keningnya, ia merasa bingung mendengar penuturan suaminya.


"Karin yang bayar, maksudnya Mas?" Tanya Archie.


Kaivan tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan menjawab dan akan membiarkan istrinya itu untuk bertanya sendiri.


Mereka sampai di dapur, tepatnya di meja makan. Tampak mama Fia sudah duduk sambil menunggu mereka.


"Selamat pagi, Ma." Sapa Kaivan sembari langsung duduk.


Sementara Archie, wanita itu mencium dulu pipi ibu mertuanya lalu mulai melayani suami serta mertuanya dengan telaten.


Archie memang menantu dan istri yang baik, karena itulah mama Fia siap melakukan apa saja demi kebahagiaan nya.


Kebahagiaan Archie adalah kebahagiaannya Kaivan, dan kebahagiaan Kaivan adalah kebahagiaan mama Fia.


Semenjak ada Archie, mama Fia benar-benar melihat Kaivan hidup dengan normal. Tidak ada lagi amarah apalagi obat penenang.


"Archie, nanti bisa pulang lebih awal?" Tanya mama Fia.


"Mama mau ajak kamu ke mall, ada yang mau mama beli disana." Jawab mama Fia.


"Aku akan mengantar kalian, aku tidak bisa membiarkan kalian hanya berdua apalagi Aditya sudah kembali berkeliaran." Sahut Kaivan dengan cepat.


Baik Archie maupun mama Fia hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak akan menolak Kaivan yang ingin mengantar mereka.


Selesai sarapan, Archie dan Kaivan pun pergi ke kantor. Jalanan yang cukup macet membuat keduanya menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk sampai.


Keduanya masuk secara bersamaan, dan tentu dengan tingkat profesionalisme yang tinggi.


"Selamat pagi, pak Kaivan dan bu Archie." Sapa para karyawan dengan sopan.


Archie membalasnya dengan ramah, Kaivan? Jangan berharap Kaivan akan memberikan senyuman nya.


Ketika mereka akan masuk ke dalam lift, Rafi dan Monika juga masuk. Keduanya menyapa Kaivan dan Archie dengan sopan.


Semenjak kejadian Amber, Archie memilih untuk pilih-pilih teman meski mereka berdua tidak salah.


Archie masih bertegur sapa, bahkan tidak menolak jika diajak makan bersama namun untuk lebih dari itu ia tidak bisa.


Mereka pun turun di lantai yang sama. Kaivan langsung masuk ke ruangannya, sementara Archie langsung ke meja kerjanya.


"Mbak Archie!!" Pekik Karin begitu bahagia.


Archie terkekeh, ia menatap Karin dengan kening mengkerut.


"Kenapa sih?" Tanya Archie bingung.


"Mbak, aku kesusahan banget nggak ada mbak." Jawab Karin sambil merengek pelan.


Karin bisa merengek pada Archie, namun jangan harap pad Kaivan bisa. Yang ada Karin akan langsung di tendang dari perusahaan.


"Mbak tahu nggak sih, aku bukan cuma buat masalah sama pak Kaivan, tapi sama temannya juga." Ucap Karin curhat.


"Kenapa bisa?" Tanya Archie.


"Dan memang benar jika nanti siang kamu mau traktir aku, pak Kaivan dan pak Aldavi makan?" Tanya Archie lagi.


Karin menundukkan kepalanya. "Terpaksa, Mbak." Jawab Karin pelan.


"Memang ada apa sih? Kenapa tiba-tiba kamu yang harus bayar makan?" Tanya Archie lalu menarik kursi untuknya duduk.


"Aku nggak sengaja siram baju pak Aldavi pakai kopi, Mbak." Jawab Karin pelan.


"Hah?! Pantesan." Sahut Archie geleng-geleng kepala.


Archie terkekeh, ia benar-benar merasa lucu hanya dengan membayangkan kejadian itu.


Mungkin Karin terlalu gugup makanya sampai melakukan kesalahan, padahal jika di meja bersamanya, Karin bisa di bilang cukup cekatan.


"Nggak apa-apa, tenang. Ada aku." Ucap Archie menepuk dadanya sendiri.


Karin tersenyum senang, ia benar-benar bersyukur karena senior di kantornya adalah Archie. Istri dari atasannya yang begitu baik.


"Makasih ya, Mbak. Mbak baik banget sih, beda sama …" Karin menggantung ucapannya ketika sadar dia hampir membuat masalah.


"Santai saja, aku sama pak Kaivan memang berbeda." Kata Archie sembari mengusap bahu Karin.


MAAF, AKU LAMA UPDATE. LAGI KURANG ENAK BADAN GUYS 😭😭


Bersambung..................................