Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Terima kasih, Sayang


...WARNING 18+...


...BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN, KALAU NGGAK BIJAK YAUDAH TEROBOS AJA....


...DOSA DITANGGUNG MASING-MASING....


Mata itu saling memandang dengan deru nafas yang saling beradu. Sore hari yang cerah ini menjadi saksi pasangan suami istri itu berbaring di atas ranjang dengan posisi si suami yang mengungkung tubuh kecil istrinya.


Tangan pria itu terulur, mengusap kening, lalu turun ke pipi dan terakhir bibirnya yang berwarna pink alami.


"Archie, sekali lagi saya tanya dan kamu menjawab nya dengan anggukkan, maka saya tidak akan bisa berhenti." Ucap Kaivan dengan pelan.


Archie tersenyum, gadis itu malah mengalungkan tangannya di leher sang suami, kemudian kembali mengangguk dengan yakin.


"Aku siap, Mas. Lakukan saja, aku sangat siap." Balas Archie lantang.


Tak ada lagi yang membuat Kaivan ragu, pria itu langsung menundukkan kepalanya dan mencium bibir istrinya.


Ini merupakan pertama kalinya, segalanya yang pertama termasuk ciuman pertama. Archie dan Kaivan sebelumnya tak pernah melakukannya.


Archie memejamkan matanya, berusaha mengimbangi ciuman suaminya yang terkesan lembut dan hati-hati. Tidak ada tindakan kasar ataupun pemaksaan, semua berjalan sesuai alur yang lembut.


Sesaat kemudian Kaivan pun melepaskan ciumannya, ia bisa merasakan nafas Archie tersengal-sengal karena terlalu lama dicium olehnya.


"Maaf, tapi saya suka bibir kamu." Ucap Kaivan sembari mengusap bibir istrinya yang basah.


Archie tersipu, gadis itu mengalihkan pandangannya dengan senyuman yang malu-malu. Tanpa sadar tangan Archie mencengkram tengkuk Kaivan guna menetralisir kegugupannya.


"Archie?" Panggil Kaivan setengah berbisik.


Archie menoleh perlahan, menatap suaminya dengan senyuman yang sedikit di paksakan karena gugup.


Kaivan tiba-tiba menundukkan kepalanya, dan mencium bibir istrinya kembali. Kali ini ciumannya tak selembut tadi, terasa lebih kasar namun malah dinikmati oleh Archie.


"Eumhhh …" Archie melenguh ketika merasakan bibirnya atas dan bawahnya di gigit bergantian.


Mendengar lenguhan itu dari bibir istrinya, Kaivan semakin bersemangat dan menambah tempo ciuman mereka.


Perlahan bibir Kaivan mulai berpindah ke pipi dan leher istrinya yang seputih susu. Mencium, bahkan menggigit dan menciptakan tanda kemerahan di sana.


"Ahhhh … mashh …" Archie melenguh keras sembari menjambak rambut belakang Kaivan.


Kaivan menjauhkan diri, pria itu pun menarik tubuh Archie hingga duduk. Kaivan membuka baju Archie hingga menyisakan pakaian dalamm saja.


Kaivan benar-benar tidak ragu, apalagi lenguhan dari istrinya membuat Kaivan semakin terdorong untuk melakukan ini semua.


Setelah itu Archie kembali di baringkan di atas ranjang, lalu dicium kembali oleh Kaivan dengan gairahh yang semakin membara.


"Ahhh, mas Kai!!" Erang Archie ketika tangan Kaivan mulai mengambil alih di bagian dadanya.


Archie benar-benar panas dingin, mereka belum ke permainan inti tapi Archie sudah sangat kelalahan dan banjir peluh.


"Sayang." Panggil Kaivan lembut.


Archie yang memejamkan mata lantas membukanya, ia pun langsung bertatapan dengan sorot mata tajam namun mempesona milik suaminya.


Archie mengusap rahang Kaivan, tanpa kata gadis itu malah menarik wajah tampan sang suami dan mencium bibirnya duluan.


Kaivan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Archie yang memulai, namun Kaivan yang menguasai.


Sambil terus menyatukan bibir, Kaivan melucuti sisa pakaian yang istrinya kenakan sampai akhirnya Archie polos di hadapan suaminya.


Kaivan terkekeh, pria itupun ikut membuka handuk yang melilit di pinggangnya.


"Biar kamu nggak malu, saya buka juga pakaian saya." Celetuk Kaivan dengan pintarnya.


Mata Archie seketika melotot melihat sesuatu yang berada di tengah-tengah antara perut ke bawah itu. Ia langsung menutup matanya.


"Jangan tutup mata, dia nggak gigit sayang." Bisik Kaivan lalu mencium kening istrinya.


Kaivan pun semakin turun. Mulai dari leher, dada dan terakhir pusat dari seorang wanita. Kaivan bermain-main disana untuk membuat Archie kembali terangsanggg.


"Ahhh, apa yang ahh mas lakukan?!" Archie melenguh dengan tangan yang malah semakin menekan kepala Kaivan.


Archie benar-benar kelabakan menerima rasa yang sebelumnya tak pernah ia rasakan, sampai akhirnya Archie merasakan sesuatu yang sangat nikmat keluar dari tubuhnya.


"Ahhhh …."


Kaivan pun kembali menegakkan tubuhnya, lalu mencium keningnya dengan penuh rasa sayang.


"Mulai ya, Sayang?" Tanya Kaivan seakan meminta izin.


"Memangnya m-masuk, Mas?" Tanya Archie gugup mengingat ukuran yang tidak biasa tadi.


Kaivan mengusap peluh di kening istrinya, lalu mengecup bibirnya singkat.


"Kamu percaya sama saya kan?" Tanya Kaivan dan Archie menjawabnya dengan anggukan kepala.


Cukup, itu sudah cukup untuk Kaivan memulai semua ini. Pria itu pun memposisikan 'miliknya' di depan 'pintu' Archie.


Perlahan mulai mendorongnya masuk, namun sangat sulit. Ringisan rasa sakit sudah mulai keluar dari bibir mungil Archie.


"Shhhh, sabar sayang. Saya sedang berusaha." Ucap Kaivan sambil sedikit mengerem.


Setelah beberapa kali berjuang, akhirnya Kaivan berhasil menjebol gawang kegadisan yang Archie jaga selama ini.


Kaivan merasa beruntung dan bangga karena menjadi yang pertama untuk istrinya. Kaivan pun menunduk dan menciumi wajah istrinya tanpa ada yang terlewat.


"Terima kasih sudah menjadikan saya yang pertama, Sayang." Ucap Kaivan dan hanya dibalas senyuman oleh Archie.


Kaivan pun mulai menggerakkan tubuhnya, menciptakan ringisan dari bibir Archie yang perlahan berubah menjadi desahann penuh kenikmatan.


Kaivan memacu tubuhnya dengan penuh semangat, dan Archie membalas sentuhan suaminya dengan mengusap rahang, dada dan otot Kaivan.


Archie mendongak, Kaivan terlihat jauh lebih tampan dari biasanya. Berkeringat dengan nafas tersengal-sengal memberikan kesan tersendiri bagi Archie.


Kaivan pun sama, ia melihat wajah istrinya berkali-kali jauh lebih cantik. Belum lagi desisan dari bibir seksinya membuat Kaivan kalang kabut.


Setelah perjuangan panjang yang candu itu, akhirnya Kaivan dan Archie mendapatkan kenikmatan yang sejak tadi mereka kejar.


Kaivan berbaring di sebelah Archie, lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Terima kasih, Sayang." Ungkap Kaivan lalu mencium kening istrinya.


Archie tidak membalas dengan ucapan, dia terlalu lelah sehingga memilih untuk diam sambil semakin menduselkan tubuhnya.


MASIH PAGI, BACANYA NANTI MALAM AJA😭


Bersambung...............................