Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Adinda membuat masalah


Archie dan Kaivan sampai di rumah setelah seharian ini bekerja. Mereka niatnya ingin langsung istirahat, namun siapa sangka jika mereka malah kedatangan tamu yang tidak diundang.


Archie menatap wanita itu dengan pandangan biasa saja, tidak ada amarah apalagi kebencian.


Tatapan yang sangat berbeda dengan tatapan wanita yang menjadi tamu Archie itu.


“Mau apa kamu, Adinda?” tanya Archie dengan pelan.


Adinda mendekat, wanita itu lalu mencekal tangan kakaknya dengan penuh tenaga. Archie bahkan sampai kesakitan karena tindakan adiknya.


Kaivan yang melihat itu lekas mendekat, ia menepis tangan Adinda dan menarik istrinya agar menjauh dari Adinda yang seperti orang stress itu.


“Maksud mbak apa penjarakan kak Adit? mbak benar-benar nggak mau aku bahagia ya!” bentak Adinda di depan wajah Archie.


“Berani sekali kamu, datang ke rumah saya dan langsung membentak istri saya.” Kaivan menegur dengan penuh penekanan dan rasa marah.


Adinda menatap Kaivan, wanita itu bahkan melempar tatapan yang tidak takut apalagi merasa bersalah sama sekali.


“Kalau om nggak mau mbak Archie dibentak, maka urus istri om ini. Katakan padanya untuk jangan pernah mengganggu suami orang.” Sahut Adinda dengan lantang.


“Istri om ini masih suka genit ke suami aku, cuma karena dia ditolak sama kak Aditya makanya dia sampai melaporkan suami aku ke penjara.” Tambah Adinda dengan tatapan mengarah kepada Archie.


“Mbak Archie itu memang wanita penggoda, dia nggak tahu malu.” Sambung Adinda begitu sarkas.


“ADINDA!!!” Archie berteriak dengan lantang setelah sejak tadi hanya diam saja.


Archie mendekati adik perempuannya itu, kemudian melipat kedua tangannya di dada.


“Berhenti bicara omong kosong, kamu nggak tahu–” Ucapan Archie terhenti karena Adinda kembali bicara dan menyela nya.


“Aku tahu, Mbak. Aku sudah menemui kak Adit di penjara dan dia menceritakan semua sikap mbak yang masih saja menggodanya.” Potong Adinda.


“Aku heran sama mbak, mbak itu benar-benar nggak punya hati ya. Setidaknya pikirkan anak dalam kandunganku, dia butuh seorang ayah.” Tambah Adinda sembari mengusap perutnya.


“Dinda, mbak memikirkan kamu dan anak kamu. Mbak juga nggak pernah menggoda suami kamu, kamu sudah dibohongi sama Aditya.” Ucap Archie menjelaskan.


"Mbak yang pembohong, mbak memang wanita munafik. Pantas saja kak Adit memilihku." Sahut Adinda lagi.


"Cukup, keluar dari rumah saya." Usir Kaivan dengan tegas.


"Tidak akan, Om. Aku tidak akan pergi sebelum mbak Archie menarik laporannya terhadap kak Adit." Tolak Adinda menggelengkan kepalanya.


"Kak Adit itu kan keponakan om, masa om tidak mau membela nya. Tolong katakan pada istri om ini untuk membebaskan kak Adit." Pinta Adinda.


"Sebelum kamu meminta itu kepada saya, saya harus katakan satu hal dulu sama kamu, Adinda." Ucap Kaivan penuh penekanan.


"Asal kamu tahu, Aditya itu sudah menipumu dan sedang berusaha untuk memanfaatkan mu." Tambah Kaivan.


"Om nggak perlu ikut-ikutan mbak Archie, aku cuma mau suami aku kembali." Sahut Adinda semakin tinggi.


"Dinda, cukup. Pergi dari rumah mbak sebelum mama Fia dan papa Jefry keluar dan marah sama kamu." Usir Archie menunjuk ke arah gerbang rumahnya.


"Aku nggak mau, mbak harus bebasin kak Adit dulu." Tolak Adinda tetap kekeh pada permintaannya.


Archie memegang tangan adiknya itu lalu menariknya menuju gerbang, namun gerakannya harus berhenti ketika Adinda memberontak.


"Aku bilang aku nggak mau, mbak itu memang jahat. Mbak adalah wanita paling jahat yang tidak pernah mau memikirkan perasaan orang lain." Teriak Adinda.


"Mbak bukan hanya munafik, tapi juga licik." Sambung Adinda.


Pipi Adinda memerah karena ditampar oleh Archie. Sakit rasanya sudah pasti, bahkan Dinda sampai menangis karena rasa sakit.


"Archie, Nak. Apa yang terjadi?" Mama Fia terkejut melihat menantunya menampar Adinda.


Mama Fia mendekati Archie, sementara papa Jefry mendekati Kaivan.


"Kaivan, ada apa ini?" Tanya papa Jefry.


Mama Fia dan papa Jefry keluar dari rumah setelah mereka mendengar keributan di depan rumah. Dan saat mereka keluar, ternyata memang ada keributan antara Archie dan Adinda.


"Oma, mbak Archie sudah memenjarakan kak Adit." Adinda mengadu pada mama Fia.


Mendengar itu, sontak mama Fia terkejut. Ia lalu menatap menantunya yang masih menatap Adinda dengan tajam.


"Sayang, apa itu benar?" Tanya mama Fia pada Archie.


"Bukan hanya kak Adit, Oma. Tapi mama Risa juga dipenjara karena mbak Archie." Adinda kembali bicara.


"Apa? Sebenarnya ada apa ini, Kai?" Tanya papa Jefry pada putranya itu.


"Aditya telah membuat gosip tidak benar tentang Archie dan menyebarkannya di kantor. Satu kantor membicarakan hal buruk tentang Archie, bahkan sampai membuat istriku masuk rumah sakit waktu itu, Pa." Jawab Kaivan menjelaskan intinya.


"Sedangkan mbak Risa, dia sudah memalsukan hasil tes genetik ku untuk membuatku pisah dengan Archie." Tambah Kaivan.


"Hasil tes genetik? Dipalsukan bagaimana?" Tanya mama Fia kebingungan.


"Mbak Risa membuat isi laporan itu yang menunjukkan bahwa aku mandul, Ma. Sedangkan Archie sedang hamil, dia mau aku berpikir jika Archie selingkuh dengan laki-laki lain." Jawab Kaivan menjelaskan.


Mama Fia dan papa Jefry sontak semakin terkejut, mereka lalu menatap Adinda yang membelalakkan matanya.


"Bohong, Oma, Opa. Om Kaivan dan mbak Archie sudah berbohong. Kak Adit dan mama Risa nggak mungkin begitu." Ujar Adinda enggan menerima kenyataan.


"Sudah cukup, Dinda. Mbak sangat memikirkan kamu, tapi kesalahan suami kamu itu bukan hal yang kecil. Sekarang pergi." Usir Archie pelan.


"Mbak tuli ya, aku nggak akan pergi sebelum mbak mencabut laporan tentang suamiku." Tolak Adinda.


Archie mencekal lagi tangan Adinda, namun wanita itu malah mendorong kakaknya.


Tubuh Archie terhuyung ke belakang, namun untung saja Kaivan bergerak cepat dan langsung menangkap tubuh istrinya.


"Archie!!" Mama Fia terkejut melihat menantunya hampir saja terjatuh.


"Sayang, kamu nggak apa-apa?" Tanya Kaivan sembari mengusap-usap perut istrinya.


"Aku nggak apa-apa, Mas. Untung kamu pegang aku." Jawab Archie menganggukkan kepalanya.


Sementara Adinda, wanita itu ketakutan. Ia pun memilih untuk pergi ke sana daripada ia akan di habisi Kaivan.


"DINDA!!" Teriak Kaivan namun tidak dihiraukan oleh Adinda.


"Mas sudah, ayo kita masuk." Ajak Archie sembari mengatur nafasnya.


Kaivan menggendong Archie, lalu lekas membawanya masuk ke dalam rumah. Kaivan bersyukur karena istrinya tidak jatuh tadi.


ADINDA MAU AJA DI TIPU SUAMINYA 😫🤣


Bersambung...........................................