
Setelah 3 hari perjalanan bisnis yang mereka lakukan, Archie dan Kaivan pun akhirnya kembali ke Jakarta. Mereka sampai di mantan ibu kota itu dengan selamat pastinya.
Keduanya tak mampir kemana-mana dan langsung pulang ke rumah. Kaivan langsung istirahat, sementara Archie membereskan barang-barangnya dengan dibantu oleh bi Sari.
"Nyonya, anda pasti lelah. Lebih baik anda istirahat saja dan saya yang membereskan semuanya." Ucap Bi Sari dengan sopan.
Archie yang sedang memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih hanya tersenyum.
"Nggak apa-apa, Bi. Lagian aku cuma bantu sedikit, setelah ini pekerjaan bibi banyak lohh …" sahut Archie dengan ramah.
Usai memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih, Archie pun memasukkan semua pakaian kotor itu ke dalam mesin cuci otomatis yang dipunyai oleh rumah itu.
Cucian bisa di tinggal, Archie pun pergi ke kamar untuk menata barang-barang miliknya dan milik suaminya.
Archie menata makeup dan parfum miliknya di meja rias, begitupula dengan parfum milik Kaivan, serta keperluan pria itu lainnya seperti pomade rambut.
"Selesai deh." Gumam Archie lalu mengangkat kedua tangannya keatas.
Archie menatap pantulan Kaivan di cermin. Pria itu tampak begitu tenang dalam tidurnya, membuat Archie tersenyum.
Archie berjalan pelan, lalu naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Kaivan.
Kaivan yang tidur telentang buru-buru Archie manfaatkan untuk ia peluk erat. Gadis itu lekas memejamkan matanya ketika Kaivan menggeliat dan membalas pelukannya.
"Kenapa nggak dari tadi." Bisik Kaivan semakin mengeratkan pelukan mereka.
"Kan aku beresin barang-barang dulu, Mas. Kasihan bibi jika harus membereskannya sendiri." Sahut Archie pelan.
Kaivan mencium puncak kepala istrinya, lalu mengusap punggungnya.
"Yaudah, sekarang tidur. Nanti sore kita ke rumah mama kamu dan ke rumah kak Risa untuk kasih oleh-oleh." Tutur Kaivan lembut.
Archie mengangguk, gadis itu pun menghela nafas dan semakin memejamkan matanya. Sampai akhirnya pasangan suami istri itu tidur dengan pulas dengan posisi berpelukan.
Posisi itu bahkan tidak berubah sampai sore menjelang dan keduanya bangun. Kaivan bangun duluan dan terpaksa meninggalkan istrinya, ia harus buru-buru mandi dan bersiap.
Tidak lama setelahnya, giliran Archie yang bangun. Gadis itu celingak-celinguk ketika tidak menemukan suaminya, namun saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi membuatnya menjadi tahu.
Archie turun dari ranjang, lalu lekas membereskan ranjang yang sprei nya sudah diganti oleh bi Sari sebelum mereka pulang.
Gadis itu yang baru saja menyelesaikan beres-beres ranjang tiba-tiba terdistraksi oleh suara notifikasi ponselnya yang ada di atas meja dekat sofa.
Archie menguap sambil melangkah mendekati sofa, lalu meraih ponselnya. Sebuah pesan masuk dari nomor asing.
"Archie, sekali saja saya mohon temui saya. Besok kita bertemu di jam makan siang ya, saya benar-benar ingin bicara hal penting dengan kamu." Tulis orang itu dalam pesannya.
Archie mengerutkan keningnya, ia lekas membalas dan mempertanyakan siapa yang telah mengirim pesan ini, namun belum ada balasan tiba-tiba saja Kaivan keluar.
"Mas kenapa nggak pakai baju di kamar ganti!!" Archie memekik dan langsung menutup matanya rapat-rapat.
"Ada yang saya lupa." Sahut Kaivan lalu berjalan mendekati meja rias.
Kaivan mengambil parfum yang biasa ia gunakan setelah mandi dan sebelum memakai baju. Pria itu hendak kembali masuk ke dalam walk in closet, namun terbesit di pikirannya untuk menggoda Archie.
Kaivan berdiri di sebelah Archie. "Mandi bersama saya mau nggak?" Tanya Kaivan berbisik.
Tangan pria itu sudah menjalar dan melingkar apik di pinggang ramping sang istri.
Archie melotot, namun sesaat kemudian ia menoleh guna menatap suaminya.
"Kan mas sudah mandi, ngapain ngajak mandi bareng?" Tanya Archie balik.
"Jawab saja mau atau tidak, urusan saya yang sudah mandi biarkan saya." Jawab Kaivan dengan gemas.
Archie terdiam sebentar. Kaivan mencintainya, jadi tidak salah jika dia memberikan apa yang sudah menjadi hak pria itu, termasuk mengajaknya aneh-aneh di kamar mandi.
Archie merangkul lengan suaminya. "Jika mas Kaivan memang mau, aku siap kok. Ayo." Sahut Archie dengan lembut.
Kaivan terhenyak, berniat untuk menggoda istrinya tapi malah dia yang tergoda. Dia pikir Archie akan menolak dan memekik takut, tapi malah pasrah seperti ini.
"Kamu yakin? Nggak keberatan memangnya?" Tanya Kaivan dengan suara yang rendah.
"Mas kan suami aku, buat apa aku keberatan." Jawab Archie lalu mengusap wajah suaminya.
"Kamu belum mencintai saya kan, Archie? Tapi kamu mau memberikan hak saya?" Tanya Kaivan lagi, terdengar semakin berat.
"Aku kan sudah mengatakan mau belajar, jadi aku siap memberikan hak pada mas. Lagipula, kamu kan sudah mengakui jika kamu cinta sama aku." Jawab Archie dengan jujur.
Kaivan semakin merasa tak bisa bernafas mendengar sahutan ucapan istrinya. Archie, si gadis baik dan sangat pengertian ini memang tak bisa di bercandai, semua akan dianggap serius olehnya.
Jika sudah seperti ini, apakah Kaivan akan menolak? Jawabannya tidak mungkin.
"Saya sangat mencintai kamu, Archie." Ungkap Kaivan lalu menggendong istrinya ala bridal style.
Kaivan tidak membawa Archie ke dalam kamar mandi, melainkan ke ranjang mereka yang sudah Archie rapikan.
Tidak mungkin Kaivan mengajak istrinya untuk melakukan hubungan ini untuk pertama kalinya di kamar mandi, itu pasti akan menyiksa Archie.
"Archie, kamu yakin?" Tanya Kaivan dengan pandangan yang sudah penuh kabut gairahh.
SPESIAL HARI INI 3 BAB, TAPI GANTUNG 🤣🤣
Bersambung...................................