
Kaivan baru saja selesai mandi dengan keadaan yang sudah jauh lebih segar. Pria itu kini keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah.
Kaivan melangkah mendekati ranjang, lalu duduk di sebelah istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Bangun, Sayang." Ucap Kaivan sambil menciumi wajah istrinya.
Ini sudah kesekian kalinya Kaivan membangunkan Archie, namun wanita itu menolak untuk bangun karena masih sangat mengantuk.
Bagaimana tidak mengantuk, Archie semalam harus bangun demi bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri, hingga membuatnya lemas sekali rasanya.
"Sayang …" ucap Kaivan masih betah menciumi wajah istrinya.
"Mas, aku masih mengantuk." Archie berbicara dengan suara yang serak.
"Ini sudah siang, Sayang. Kamu bilang mau menyelam." Ucap Kaivan mengingatkan.
Mendengar ucapan suaminya, Archie pun perlahan membuka matanya. Wanita itu melenguh pelan, lalu bersandar di kepala ranjang.
"Capek banget?" Tanya Kaivan sembari merapikan rambut istrinya.
"Capek sedikit, badan aku juga lemas." Jawab Archie dengan mata yang sesekali terpejam.
"Maaf ya, gara-gara saya kamu jadi begini. Saya nggak akan ganggu kamu tidur lagi." Kaya Kaivan lalu memeluk tubuh Archie.
Archie tiba-tiba mendorong Kaivan, dengan sedikit kasar bahkan sampai membuat pria itu nyaris berbaring.
Tanpa bicara apa-apa, Archie turun dari ranjang lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat istrinya lari tentu saja membuat Kaivan khawatir. Pria itu pun lekas menyusul ke dalam kamar mandi.
Uwekkk …
Archie muntah-muntah di kamar mandi sambil memegangi perutnya. Wanita itu sudah mencuci mulutnya, namun lagi-lagi mual dan muntah.
Kaivan mendekat, ia memijat tengkuk istrinya lalu mengusap punggungnya dengan penuh kelembutan.
"Sayang, ada apa? Kamu mual? Saya pesankan teh jahe ya." Ucap Kaivan dengan nada khawatir.
Archie tidak menyahut, wanita itu masih terus mual dan muntah sampai membuatnya begitu lemas.
"Kepala aku mendadak pusing, Mas. Aku nggak sanggup jalan." Ucap Archie dengan nafas tersengal-sengal.
Mendengar itu tentu saja Kaivan khawatir, ia lekas menggendong tubuh istrinya dan membawanya keluar dari kamar mandi.
Kaivan merebahkan tubuh polos istrinya di atas ranjang, dan tidak lupa ia selimuti. Kaivan mengusap wajah Archie lalu menggenggam tangannya.
"Kamu salah makan? Atau gimana? Saya panggil dokter ya." Ucap Kaivan hendak pergi.
"Tetap saja kamu harus di periksa, Sayang." Ujar Kaivan, wajahnya terlihat begitu cemas.
Melihat wajah cemas istrinya tentu membuat Archie tersenyum tipis. Ia pun membalas genggaman tangan suaminya dengan mengusap punggung tangannya.
"Aku nggak apa-apa, Mas. Jangan khawatir gitu, aku cuma mual kok." Ucap Archie lembut.
"Kita batalin snorkeling nya ya, kondisi kamu tidak mendukung. Kita di kamar saja, tidak perlu ikut yang lain." Ucap Kaivan.
"Nggak, Mas. Kamu harus keluar, jangan membuat para karyawan curiga. Mereka juga pasti ingin kamu ikut seta." Tutur Archie dengan penuh pengertian.
"Tapi sayang–" Kaivan hendak menolak ucapan istrinya, namun Archie mencegah dengan memegang tangannya.
"Aku mohon, Mas. Aku nggak apa-apa kok, nanti aku pasti baikan setelah istirahat." Potong Archie dengan cepat.
Kaivan menghela nafas, ia pun bangkit dari duduknya untuk mengambil pakaian Archie di dalam koper.
Kaivan memilih baju daster, baju kesayangan Archie yang biasa di pakai ketika di rumah.
Kaivan membantu istrinya memakai baju, lalu merebahkannya kembali. Pria itu mencium kening Archie lalu turun ke bibirnya.
"Jangan dekat-dekat, kamu bau." Celetuk Archie tiba-tiba sambil menutup hidungnya.
Kaivan tercengang, ia baru selesai mandi dan istrinya dengan enteng mengatakan bahwa dia bau. Archie sedang bercanda kan ini.
"Sayang, saya baru selesai mandi lhoo." Ucap Kaivan lalu mencium tubuhnya sendiri dengan mengangkat tangan kanan dan kirinya bergantian.
"Aku nggak suka, kamu jauh-jauh ah sana." Sahut Archie mengusir sang suami.
Kaivan menghela nafas, ia pun pasrah dan menjauh dari suaminya. Sikap Archie ini tentu membuat Kaivan semakin gemas.
"Saya panggil dokter ya, nurut sama saya." Ucap Kaivan lalu menelpon layanan kamar untuk meminta bantuan memanggil dokter.
Archie hendak melarang, namun Kaivan sudah duluan menelpon. Jika sudah begitu Archie pasrah saja, dia juga cukup lelah untuk sekedar bicara dan berdebat dengan suaminya.
Archie memilih untuk berbaring dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Tidak butuh waktu lama, Archie pun kembali tidur.
Kaivan yang sudah selesai menelpon lantas menatap suaminya. Ia tersenyum ketika melihat Archie tertidur.
"Kasihan sekali istri saya." Gumam Kaivan lalu lekas mendekati istrinya.
Kaivan duduk di pinggir ranjang, lalu mencium kening nya lagi pelan agar tidak membangunkan Archie.
MBAK ARCHIE KENAPA YAA???
Bersambung.....................................