
Archie bangun pagi-pagi dengan wajah cerah penuh senyuman. Wanita itu sengaja bersiap duluan dan menunggu suaminya sambil memasak sarapan.
Archie malu sekali untuk menatap suaminya, mengingat kejadian semalam dimana dia bersikap begitu berbeda.
"Kamu seksi dan ternyata liar juga ya, saya suka sekali."
Bisikan Kaivan semalam membuat telinga Archie merinding, bahkan hanya mengingat ucapan suaminya saja berhasil membuat bulu kuduk Archie bangun dan memberikan efek kasar dikulit tangan dan kakinya.
"Nyonya, anda baik-baik saja?" Tanya bi Sari ketika Archie hanya diam sambil memegangi spatula.
Archie tersadar dari lamunannya, lalu menganggukkan kepalanya. Ia mengaduk masakannya lagi yang belum matang.
"Oh iya, Bi. Tolong buatin jus untuk mas Kaivan ya, jus mangga tanpa gula." Ucap Archie dengan lembut.
"Baik, Nyonya." Sahut bi Sari lalu lekas melakukan perintah majikannya itu.
Archie lanjut memasak sayur setelah menata ayam goreng di meja makan. Walaupun sudah rapi-rapi, Archie tetap cekatan dalam memasak tanpa merusak riasannya.
Ketika Archie sedang sibuk memasak, tiba-tiba Kaivan datang. Kedatangan Kaivan tidak diketahui oleh Archie sebab memang pria itu sengaja melakukannya.
Bi Sari yang hendak menyapa Kaivan buru-buru di larang Kaivan dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya sendiri tanda meminta bi Sari untuk diam.
"Bibi keluar dulu ya." Ucap Kaivan tanpa suara dan untungnya bi Sari mengerti.
Bi Sari yang memang sudah menyelesaikan pekerjaannya pun lekas keluar. Wanita itu tentu paham apa yang ingin dilakukan oleh majikannya.
Setelah bi Sari keluar dari dapur, Kaivan pun melangkah semakin mendekati Archie lalu memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
"Mas Kaivan!!" Tegur Archie penuh rasa terkejut.
Kaivan tersenyum, ia mengeratkan pelukannya bahkan menciumi bahu istrinya. Archie masih sangat wangi meski sedang memasak begini.
"Kok tahu ini saya?" Tanya Kaivan pelan.
"Tentu, Mas. Siapa lagi yang berani peluk aku, nggak mungkin tetangga sebelah." Jawab Archie bergurau.
Kaivan mencubit pipi istrinya gemas, ia bahkan menggigit pelan bahu istrinya sampai mengundang pekikan dari bibir Archie.
"Saya patahin tangan orang yang berani sentuh kamu." Ucap Kaivan dengan penuh penekanan.
Archie menelan gumpalan salivanya, ia mematikan kompornya karena kebetulan masakannya sudah matang. Wanita itu pun membalik badan dan menatap suaminya.
Archie mengecup bibir istrinya. "Bercanda, Mas. Aku juga nggak mau disentuh pria selain mas Kaivan dan papaku." Sahut Archie.
"Dan anak kita, mungkin." Tambah Archie malu-malu.
Kaivan tersenyum simpul, ia mengusap kedua pipi istrinya yang terasa begitu halus di tangannya.
"Saya berdoa semoga junior kita segera hadir disini." Ucap Kaivan lalu mengusap perut Archie.
Archie manggut-manggut, ia juga tentu menginginkan hal yang sama. Archie ingin lekas mengandung anak Kaivan yang pasti akan bisa menambah kebahagiaan rumah tangga mereka.
"Masakanku sudah selesai, ayo kita sarapan dan berangkat." Ajak Archie menarik tangan suaminya.
Archie dan Kaivan pun sarapan bersama. Hari ini Archie yang memasak sehingga Kaivan sangat menikmati sarapannya.
Usai sarapan, keduanya pun lekas berangkat ke kantor. Di perjalanan, Archie sedikit merapikan makeup nya dan menyemprotkan parfum agar tidak bau, padahal memang tidak.
"Cantik." Puji Kaivan tanpa menatap istrinya.
"Mana?" Tanya Archie celingak-celinguk.
"Kok mana, saya puji istri saya cantik." Jawab Kaivan menekuk kedua alisnya.
"Kirain kamu lagi puji apa gitu, abisnya puji istri sendiri nggak sambil di tatap." Sahut Archie menyindir.
Kaivan terkekeh, kebetulan lampu merah sehingga ia bisa berhenti walaupun hanya sejenak. Kaivan menatap Archie yang juga menatapnya.
"Cantik sekali istri saya." Puji Kaivan dengan sungguh-sungguh.
"Nanti mau makan siang sama saya nggak?" Tanya Kaivan kembali melajukan mobilnya.
"Boleh saja, aku juga nggak ada teman untuk makan siang bersama." Jawab Archie manggut-manggut.
"Yang kemarin kemana? Monika?" Tanya Kaivan.
"Mereka semua ada pertemuan diluar, hanya pak Rafi yang ada." Jawab Archiena.
"Kalau begitu makan siang sama saya saja, jangan sama pria itu." Kata Kaivan lalu meraih tangan istrinya.
"Kenapa? Mas cemburu ya?" Tanya Archie usil.
"Pakai tanya, jelas iya dong." Jawab Kaivan sambil menciumi punggung tangan istrinya.
Archie senang karena semenjak suaminya mengungkapkan perasaanya, Kaivan tak pernah ragu atau malu untuk menunjukkan cinta dan kasih sayangnya, walaupun Archie belum mengutarakan perasaannya sendiri.
"Kado dari rekan saya belum kamu buka?" Tanya Kaivan tiba-tiba, mengingatkan hadiah yang Kaivan berikan kemarin.
Archie mendadak tegang, tentu dia sudah membuka hadiah itu namun kembali menyimpannya.
"B-belum, Mas." Jawab Archie gugup.
Kaivan hanya berdehem pelan lalu manggut-manggut, tak bertanya lebih jauh. Sampai akhirnya mereka tiba di kantor dan Archie turun di tempat biasa.
Mobil Kaivan pergi dari hadapan Archie, membuat wanita itu lekas melangkah menuju kantor.
"Selamat pagi, Nona Archie." Sapa satpam kantor dengan sopan.
"Pagi." Balas Archie ramah.
Archie melangkah masuk. Baru masuk, Archie merasakan sesuatu yang berbeda, semua orang menatapnya.
"Kenapa semua orang menatapku." Batin Archie penuh tanya.
Archie berusaha untuk tidak peduli, ia pun melangkah mendekati lift. Dan di sana lah Archie tahu alasan mengapa orang menatapnya.
"Dengar-dengar pak Kaivan itu punya hubungan sama sekretarisnya, gue rasa sih cuma simpanan." Celetuk salah satu karyawan wanita.
"Tahu dari mana lo, jangan nyebar gosip." Sahut temannya ikut berbisik.
"Lo nggak lihat, ada akun anonim yang nyebarin." Ucap wanita tadi.
"Parah sih kalau bener, sekretarisnya cantik kayak gitu masa mau jadi simpanan." Timpal temannya.
Mendengar itu, tentu saja Archie terkejut bukan main. Jadi ini alasan mengapa semua orang memperhatikan dirinya sambil bisik-bisik. Sebuah gosip yang entah siapa yang menyebarnya.
Archie hanya diam saja, ia akan mencari tahu sendiri. Archie hanya berdoa semoga suaminya tidak tahu, Archie tidak mau suaminya sampai marah.
"Kira-kira siapa yang menyebarkan gosip ini, selama ini aku tidak pernah menonjolkan sikap dengan mas Kaivan." Batin Archie lalu membuang nafasnya kasar.
Ketika lift terbuka dan karyawan tadi masuk, mereka berdua kaget melihat Archie namun Archie hanya diam saja dan memasang wajah biasa.
Sampai di lantai tujuan, Archie keluar. Ia lagi-lagi di tatap oleh para karyawan yang satu lantai dengannya.
"Kenapa kalian semua menatap saya?" Tanya Archiena pada akhirnya.
"Tidak apa-apa, Bu. Anda sangat cantik." Jawab salah satu dari mereka dengan senyuman yang sulit diartikan.
Archie memilih tidak menyahut, ia menyesal telah bertanya tadi. Tentu saja jawabannya pasti bukan hal yang baik.
Kata 'cantik' itu pasti memiliki arti yang buruk baginya.
GOSIP OH GOSIP, SIAPA NIH YANG NYEBARIN 🙄
Bersambung....................................