
“Di mana cucu cucuku yang tampan?” tanya Nyonya William dengan pandangan mata masih mencari cari dua sosok bayi cucu cucunya.
“Apa mereka kalian sembunyikan dengan baik agar tidak digondol oleh Alien?” tanya Nyonya William lagi yang kini menatap wajah Vadeo dan Alexandria secara bergantian. .
“Mereka ikut Nanny Ma, dibawa ke kamar kakak kakaknya. Karena kamar Twins boy belum jadi.” Jawab Alexandria dengan nada lembut dan sabar sambil menatap wajah Sang Mama yang tampak panik dan gelisah. Sedangkan Vadeo tampak mengerutkan dahinya.
“Apa yang sudah Bang Bule katakan Ma?” tanya Vadeo yang curiga Bang Bule berkata yang tidak tidak hingga Sang Mertua perempuan nya begitu sangat mengkhawatirkan Twins boy digondol oleh Alien.
“Mama tenang saja, Twins boy sehat sehat dan aman aman saja. Mereka sedang tidur habis minum asi. Ayo kita makan aku sudah lapar sekali habis disedot Aja dan Ata.” Ucap Alexandria sambil menarik lengan Sang Mama.
“Bule bilang katanya keluarnya cahaya di mata Twins boy ada kaitannya dengan berita yang viral itu, NASA melihat ada benda asing memasuki orbit bumi. “ ucap Nyonya William dengan nada serius dan belum mau melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Vadeo dan Alexandria .
“Dan banyak yang komentar kalau benda asing itu ada kemungkinan nya adalah makhluk luar angkasa.. hiiiii mengerikan kalau ada IT masuk ke sini... hiiiiii..” ucap Nyonya William lagi sambil kedua bahu terangkat dan kepala menggeleng geleng dengan cepat, begidik ngeri.
“Iya benar itu Deo , banyak pendapat yang mengatakan kalau benda asing itu pesawat atau piring terbang dan di dalamnya adalah makhluk cerdas luar angkasa yang ingin menguasai bumi.” Saut Nyonya Jonathan memberi keterangan tambahan.
“Makanya kita mau rapat untuk menjaga Raja dan Asasta. Kalau perlu mereka berdua dibawa ke pulau Alexandria bawa mereka ke bangunan bawah tanah seperti kakak kakaknya yang selamat dari serangan nenek sihir waktu itu.” Ucap Nyonya Jonathan lagi.
“Ma itu hanya hoak. Aliens, IT kan hanya film saja Ma, kenapa Mama sampai takut begitu.” Ucap Vadeo memberi ketenangan pada kedua Mamanya itu.
“Hah? Banyak yang berawal dari film tapi menjadi kenyataan...” ucap Oma Kucing tidak mau kalah.
“Sudah kalian berdua turun dulu. Aku dan Oma Kucing mau lihat Raja dan Asasta. Aku dan Oma Kucing mau gendong mereka.” Ucap Nyonya Jonathan selanjutnya lalu menarik lengan Nyonya William dan melangkah menuju ke kamar Twins girl di mana Twins boy sedang dijaga oleh dua Nanny di sana.
“Hmmm ayo turun Ma, kita coba temui Papa. Kalau mereka akan membawa Twins boy ke bangunan bawah tanah itu sangat sangat tidak layak buat bayi dan kamu. Mama dan Papa kan belum melihat keadaan dan bagaimana jalan menuju bangunan bawah tanah itu. “ ucap Vadeo sambil menggandeng tangan sang istri.
Sesaat Vadeo dan Alexandria sudah sampai di lantai satu. Tampak di ruang keluarga Tuan Jonathan sedang duduk di sofa sambil sibuk dengan hand phone miliknya. Sedangkan Valexa dan Deondria terlihat sedang bergaya gaya sesuai dengan arahan Dealova yang sibuk memotret motret kedua ponakannya yang cantik jelita dan imut itu.
“Pa, mau rapat apa?” tanya Vadeo sambil duduk di samping Tuan Jonathan, dan Tuan Jonathan masih sibuk dengan hand phone miliknya, sedangkan Alexandria langsung menuju ke ruang makan dia akan membuat susu sebab sudah teramat merasakan perutnya lapar.
“Tidak Aunty sekarang rapat bahas Aja dan Ata.” Suara Valexa dan Deondria secara bersamaan lalu mereka berdua kini duduk di dekat sang Papa sebab sudah bosan dipotret potret.
“Tuh, anak anak kamu sudah menjawab.” Ucap Tuan Jonathan sambil memasukkan hand phone pada saku tshirt berkerah nya.
“Pa, mereka berdua baik baik saja Pa. Mereka aman di sini Pa. Apa Papa juga sependapat dengan Mama kalau mereka akan disembunyikan di pulau Alexandria?” tanya Vadeo sambil menatap Tuan Jonathan . Valexa dan Deondria tampak juga ikut menyimak ucapan Sang Papa dan mereka berdua juga turut menatap Sang Opa.
“Kita tunggu Opa William, sebentar lagi dia sampai.” Ucap Tuan Jonathan sambil menatap ke arah ruang depan dia sangat menanti nanti kedatangan besan laki lakinya.
Dan tidak lama kemudian
TING TONG TING TONG
Terdengar bunyi bel tamu. Valexa dan Deondria pun segera bangkit berdiri dan berlari menuju ke pintu utama Mansion.
“Itu dia Opa William sudah datang. Kita bahas dengan serius tentang Raja dan Asasta. Aku memang setuju dengan Mama kamu, Raja dan Asasta kita sembunyikan dahulu ke pulau Alexandria. “ ucap Tuan Jonathan dengan mantap.
“Pa, kalau Raja dan Asasta ke pulau Alexandria, aku dan Alexa ikut ke sana dan berarti itu Aca dan Aya juga ikut ke sana. Bagai mana dengan sekolah mereka Pa.” Ucap Vadeo yang tidak setuju dengan wacana menyembunyikan Raja dan Asasta dibawa ke pulau Alexandria.
Akan tetapi tiba tiba terdengar suara Valexa dan Deondria yang tampak bergembira sambil menyebut nyebut nama seseorang.
“Ado... Ado.. “
“Ado... Ado..”
“Ado Sayaaaaang.. Ado dataaaaang...” suara teriakan mereka berdua sambil bertepuk tangan senang sebab adik sepupu nya datang. Ya .. yang baru saja datang adalah keluarga kecil Bang Bule Vincent.
“Bul, ayo katakan kamu bicara apa? Aku kan sudah pesan agar kamu tidak bilang pada Mama dan Papa William pasti jadi heboh. Raja dan Asasta masih terlalu kecil untuk dibawa ke pulau Alexandria. “ ucap Vadeo sambil menatap sosok Bang Bule Vincent yang baru saja datang sambil menggendong Ado.