Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 178.


“Papa kita lakukan lagi nanti di pantai!” ucap Alexandria sambil tangannya terulur menarik tangan Vadeo.


“Nanti kita lakukan bersesi sesi.” Ucap Alexandria lalu melangkah meninggalkan kamar mandi setelah sang suami benar benar sudah keluar dari bath up.


“Hmmm mending saat hamilnya Aca dan Aya, Alexa tidak minta pergi ke bukit hanya minta permen asam. Yang ini minta ikan laut masih ditambah harus pergi ke laut.” Gumam Vadeo dalam hati sambil membersihkan tubuhnya lalu mengeringkan dengan handuk lebar. Dan setelahnya dia pun melilitkan handuk itu pada tubuh bagian bawahnya lalu segera keluar dari kamar mandi agar tidak mendapat omelan dari istrinya lagi. Perkataan Alexandria terakhir yaitu nanti melakukan bersesi sesi di sana pun memberi semangat pada Vadeo untuk pergi ke pantai.


Beberapa menit kemudian mereka semua sudah siap. Dua mobil yang akan mengantar mereka pun telah menyala mesinnya dan pak sopir sudah siap di jok kemudi. Bang Bule Vincent dan Ixora pun sudah datang dengan wajah segar berseri seri. Mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan dua mobil itu pun berjalan meninggalkan rumah Vadeo dan Alexandria untuk menuju ke pantai.


Sedangkan mobil yang membawa Nyonya Jonathan dan Nyonya William terus melaju dari pantai menuju ke rumah Vadeo dan Alexandria. Karena capek saat menunggu di pesawat tadi kedua Nyonya itu pun tertidur dengan lelap di dalam mobil yang terus berjalan itu. Sebelum tidur Nyonya Jonathan sudah berpesan pada Pak Sopir agar tidak usah berhenti henti langsung terus berjalan agar cepat sampai rumah.


Dan sesaat kemudian anjing pelacak yang dipangku oleh pengawal itu tampak gelisah dan terus mengeluarkan suara kegelisahan dari mulutnya.


“Auuuunnnngggg.... hiks... hiks.... auuuuunggggg....” suara anjing pelacak permata itu sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Dan suaranya itu mengganggu tidurnya ke dua Nyonya.


“Kenapa anjing itu bikin aku terbangun saja?” tanya Nyonya Jonathan sambil membukakan matanya.


“Mungkin dia melihat permata langka.” Gumam Nyonya William yang juga terbangun oleh suara anjing pelacak permata itu.


“Iya permata yang aku pakai.” Ucap Nyonya Jonathan.


“Ini Nyonya sepertinya anjing ingin buang air kecil atau air besar.” Ucap Sang pengawal yang memangku anjing pelacak itu.


“Hah, ya sudah bawa dia keluar agar tidak mengotori mobil. Bau nanti kalau dia buang kotoran di sini.” Teriak Nyonya Jonathan dan Nyonya William secara bersamaan.


Mobil itu pun lalu mencari tempat yang diizinkan untuk membuang air kecil dan air besar. Saat ada satu jalan cabang kecil menuju ke hutan mobil membelok dan beberapa meter kemudian mobil berhenti.


“Turunkan di situ, dekat situ ada parit bisa kamu bersihkan anjing itu di parit itu.” Suara Pak Sopir lalu dia pun membuka pintu mobil. Sang pengawal pun segera membuka pintu mobil dan menurunkan anjing pelacak permata itu.


“Hmmm siapa tahu anjing itu juga menemukan permata di sini.” Ucap Nyonya Jonathan lalu ikut turun dari mobil. Nyonya William pun juga ikut turun dari mobil. Sang pengawal yang duduk di jok belakang pun tidak akan membiarkan dua Nyonya itu berjalan jalan tanpa kawalan nya, dia pun segera turun dari mobil. Nyonya Jonathan dan Nyonya William pun terus melangkah mengikuti ke mana anjing pelacak permata itu berlarian untuk mencari tempat yang dia anggap aman untuk membuang kotorannya.


Sedangkan dua mobil yang berjalan menuju ke pantai terus melaju. Alexandria dan Ixora mengira Oma Oma itu menurut pada kemauan mereka, menunggu dengan manis di villa pantai beristirahat menikmati keindahan pantai yang sudah dinyatakan aman. Karena selama ini kedua Oma itu pun juga senang jika berlibur di pantai.


Sedangkan Valexa dan Deondria akan menemani Sang Mama yang sangat ingin pergi ke pantai. Valexa dan Deondria yang tahu istilah ngidam dari penjelasan pengasuhnya itu pun ingin menuruti kemauan adik adiknya. Meskipun mereka berdua tahu jika Oma Oma sudah dalam perjalanan ke rumah mereka biarkan saja tidak memberi tahu pada orang tuanya. Dua bocah itu kini duduk di jok paling belakang sambil tersenyum lebar. Mereka berdua sudah tidak mau lagi dipangku oleh orang tuanya.


Sementara itu Sang anjing pelacak permata setelah selesai membuang kotoran dari dalam tubuhnya dan sudah dibersihkan oleh Sang pengawal, langsung kembali berlari menuju ke mobil. Dua Nyonya itu terlihat sangat kecewa.


“Anjing sialan sudah diikuti malah langsung saja pergi setelah lega, tidak mencari cari permata langka dulu di sekitar parit itu.” Gumam Nyonya William sambil membalikkan tubuhnya dan mengikuti langkah kaki anjing yang berlarian. Nyonya Jonathan pun juga turut membalikkan tubuhnya demikian juga sang pengawalnya. Sedang satu pengawal yang mengantar anjing sudah ikut berlari lari sajak tadi sambil memegang rantai anjing itu.


“Ayo cepat jalan!” perintah Nyonya Jonathan saat semua sudah masuk di dalam mobil. Mobil pun terus berjalan menuju ke rumah Alexandria dan Vadeo.


“Pasti mereka semua belum mandi. Aku yakin mereka akan berangkat setelah makan siang. Lalu mereka akan bersenang senang di pantai sampai malam dan menginap di Villa pantai.” Gumam Nyonya Jonathan dengan sangat yakin pada prediksinya.


Mobil pun terus melaju dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Vadeo dan Bang Bule Vincent. Petugas penjaga pintu gerbang sudah mengatakan jika keluarga Vadeo dan Bang Bule Vincent sudah pergi ke pantai. Akan tetapi Nyonya Jonathan dan Nyonya William tidak percaya.


“Mana mungkin? kami tidak bertemu mereka di jalan.” Ucap Nyonya Jonathan dan Nyonya William secara bersamaan. Mobil pun terus berjalan masuk ke dalam halaman rumah Vadeo dan Alexandria.


“Mungkin mereka lewat saat kita mengantar anjing buang kotoran Nyonya.” Ucap Pak Sopir menduga duga.


“Hah? Coba aku telepon Alexandria.” Ucap Nyonya William lalu dia mengambil hand phone dari dalam tas tangannya. Nyonya William pun segera memgusap usap layar hand phone miliknya untuk mencari nama kontak Alexandria.


“Al kalian di mana?” tanya Nyonya William saat Alexandria sudah menerima panggilan suaranya.


“Di jalan Ma, mau jemput Mama.” Suara Alexandria di balik hand phone milik Nyonya William.


“Aku sudah sampai rumah, sekarang juga kalian balik!” ucap Nyonya William dengan nada tegas.


“Haduh Mama itu bagaimana sih, disuruh nunggu di villa malah sudah jalan ke rumah. Aku tuh ngidam ke pantai Ma... ya sudah Mama tunggu di rumah saja. Kamar Mama sudah siap.” Suara Alexandria lalu dia memutus sambungan teleponnya.


“Hah? Anak kurang ajar semua, kalau tidak tidur saat dihubungi main putus sambungan saja.” Ucap Nyonya William lalu dia menaruh hand phone miliknya ke dalam tas tangannya lagi.


“Benar mereka sudah ke pantai. Alexa ngidam ke pantai.” Ucap Nyonya William sambil menaruh hand phone miliknya di dalam tas. Nyonya William pun mengatakan pada besan perempuannya jika Alexa sedang ngidam untuk berlibur di pantai.


“Ya sudah kita istirahat sebentar dan setelah itu kita ganti kostum lalu itu kita ke bukit keburu sore hari. Kita bawa bekal dari sini saja makan siang di jalan atau di bukit.” Ucap Nyonya Jonathan lalu membuka pintu mobil dan segera turun dari mobil.