
Mobil yang membawa Valexa dan Deondria segera melaju ke bukit pohon asam. Sementara Alexandria segera masuk ke dalam rumah dan mengerjakan apa yang suaminya minta. Untuk membuatkan alat yang bisa agar hand phone tetap berfungsi di bawah tanah dan tetap bisa memantau keadaan.
Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi karena Valexa dan Deondria ingin segera sampai di bukit pohon asam.
“Sayang.. apa kita akan lama bersembunyi di bawah bukit pohon asam?” tanya Vadeo dengan nada khawatir dan kedua anaknya hanya diam saja semakin membuat Vadeo khawatir.
“Meyeta atan meyihat atu tan Aya denan caya mitis Pa.. (Mereka akan melihat aku dan Aya dengan cara mistis Pa..)” ucap Valexa dengan tatapan mata terus ke depan karena ingin segera sampai ke bukit pohon asam. Vadeo yang mendengar ucapan Valexa terlihat bingung. Demikian pula Bang Bule Vincent yang duduk di depan di jok samping Pak Sopir, Bang Bule Vincent langsung menoleh ke arah Valexa.
“Bagaimana itu Ca?” tanya Vadeo dan Bang Bule Vincent secara bersamaan.
“Meyeta bica meyihat atu tan Aya dayi dauh.. (Mereka bisa melihat aku dan Aya dari jauh..).” Ucap Valexa sambil menatap wajah Bang Bule Vincent yang masih menoleh ke arahnya.
“Duda bica membunuh dayi dauh... cantet... (juga bisa membunuh dari jauh.. santet..).” saut Deondria juga menatap wajah Bang Bule Vincent dengan tajam. Bang Bule Vincent yang mendengar kata santet langsung kaget dan spontan melonjak kaget. Demikian pula Vadeo dan langsung mengucap sebaris doa sambil memeluk tubuh kedua anaknya dengan erat.
“Sayang percaya Allah akan melindungi kita...” ucap Vadeo yang masih memeluk tubuh mungil Valexa dan Deondria yang duduk di pangkuan nya.
“Iya Papa.. tapi tita duda ayus bedaga.. daga.. (Iya Papa.. tapi kita juga harus berjaga jaga..).” ucap Valexa dengan pandangan mata kini kembali ke depan sepertinya ingin mobil segera sampai ke bukit pohon asam.
Tampak Vadeo dan Bang Bule Vincent hanya diam saja. Bang Bule Vincent pun kini menghadap ke depan sambil memijat mijat pelipisnya. Sedangkan Vadeo masih terus memeluk tubuh kedua puteri mungilnya itu dan dalam hati Vadeo terus melantunkan doa doa.
Setelah perjalanan satu jam mobil telah sampai di batu di bawah bukit pohon asam. Perjalanan lebih cepat karena karena mobil terus melaju dengan kencang. Setelah pintu sudah terbuka Valexa dan Deondria langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ke atas bukit. Vadeo dan Bang Bule Vincent pun terus mengikuti langkah kaki mungil yang berlari.
“Bul, nanti kalau Richardo mengirim alat yang dibuat oleh Alexandria bagaimana cara dia masuk ke bawah tanah ya? Pasti dia sudah lupa jalannya kalau tidak diantar ular besar itu.” Ucap Vadeo sambil berjalan cepat mengikuti Valexa dan Deondria.
“Nanti tanya pada Aca dan Aya, pasti mereka berdua tahu caranya.” Ucap Bang Bule Vincent sambil terus melangkah dengan cepat menyusul kedua ponakan.
Sementara itu di pulau Jawa. Tepatnya di Mansion Jonathan. Nyonya Jonathan tampak kaget saat melihat di layar hand phone nya ada penasaran permata permata langka di media sosial di group emak emak pencinta permata.
“Hmmm akan datang permata langka jaman kerajaan kerajaan tua Nusantara.” Gumam Nyonya Jonathan sambil mengusap usap layar handphone nya membaca komentar komentar di bawah postingan salah satu anggota group. Nyonya Siu Lie memang masuk ke dalam group itu namun dengan akun palsu, bukan atas nama Siu Lie.
“Apa seperti permata milik Vadeo hadiah ulang tahun pernikahan itu ya?” gumam Nyonya Jonathan sambil masih membaca komentar komentar dan banyak yang sudah mendaftar dan mentransfer uang pada sebuah nomor rekening.
Nyonya Jonathan sambil mondar mandir mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi nama kontak Vadeo.
“Hmmm sejak kemarin mereka juga tidak menelepon, hanya ibu pelayan yang menelepon mengatakan semua baik baik saja.” Gumam Nyonya Jonathan yang sudah menghubungi nomor kontak Vadeo akan tetapi tidak ada nada sambung.
“Hah? Mati lagi hand phone nya. “ gumam Nyonya Jonathan lalu dia mengusap usap layar hand phone nya lagi untuk menghubungi kontak nama Alexandria. Dan sesaat hati Nyonya Jonathan terlihat lega sebab terdengar ada nada terhubung. Akan tetapi Alexandria belum juga menerima panggilan video dari Mama Mertua.
“Al, cepat angkat Al.. jangan buat Mama gelisah begini.” gumam Nyonya Jonathan yang masih terus menghubungi nama kontak Alexandria berkali kali.
Sedangkan Alexandria yang tadi sedang sibuk membuat alat untuk mempermudah komunikasi. Kini sedang berada di dalam kamar mandi.
“Hoek... Hoek ...” suara Alexandria di dalam kamar mandi wajahnya menghadap pada wastafel dan mengeluarkan makanan yang tadi sudah masuk ke dalam lambung nya. Alexandria tampak memutar kran wastafel dan mengguyur semua kotoran di dalam wastafel itu hingga bersih. Saat sudah bersih Alexandria memutar lagi kran untuk mematikan air yang mengalir dari kran. Saat akan membalikkan tubuhnya.. tiba tiba...
“Hoek.... Hoek... Hoek.... “ suara Alexandria lagi dan kembali menunduk menghadap pada wastafel kini yang keluar sudah berupa cairan.
Alexandria tampak memutar kran wastafel lagi dan mengguyur lagi kotoran yang berubah cairan dari dalam lambung nya itu hingga bersih lagi. Tubuh Alexandria tampak lemas, wajahnya pun tampak pucat.
“Jangan rewel Nak..” ucap Alexandria sambil mengusap usap perut datarnya mengajak berkomunikasi dengan janin yang berada di dalam rahimnya.
Alexandria dengan pelan pelan berjalan keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju ke meja untuk mengambil hand phone nya, dia akan menghubungi Ixora dan akan melaporkan kondisi tubuhnya yang baru saja mual mual dan isi di dalam lambung sudah terkuras habis. Saat melihat layar hand phone nya ada panggilan masuk tidak terjawab dari Mama Mertua nya. Alexandria pun segera menelepon balik, akan tetapi kini terdengar nada sibuk di nomor hand phone Nyonya Jonathan. Alexandria pun segera menghubungi Ixora agar segera datang ke kamarnya.
Sedangkan Nyonya Jonathan kini sedang berkomunikasi dengan Sang besan perempuannya, menceritakan tentang apa yang sudah dibaca di group emak emak pencinta permata. Dan kekhawatiran Nyonya Jonathan pada Pulau Alexandria dan penghuninya.
“Aku belum cek sosmed, sejak tadi masih sibuk di dapur, Dealova minta dibuatkan kue kesukaannya untuk teman teman yang membantu pameran. Nanti malam juga akan ada gala dinner untuk penutupan pameran. Nanti dech aku cek.” Suara Nyonya William yang kini juga sudah masuk group emak emak pencinta permata.
"Tadi malam Ixora meneleponku katanya baik baik saja sih.. coba hubungi lagi mungkin Alexa sedang di dapur ikut bantu masak masak." ucap Nyonya William selanjutnya. Ixora sudah dipesan oleh Alexandria agar tidak mengabarkan dulu tentang kehamilannya.
....