
Dan di saat Mamah Mimi akan masuk ke dalam bath up itu. Ketiga pemuda itu pun mengambil senjata rahasia di balik saku ****** ********. Mereka lalu mendekat ke arah Mamah Mimi dan kapsul yang berisi serbuk senjata rahasia itu mereka sentil ke arah tubuh belakang Mamah Mimi. Penutup kapsul pun pecah dan serbuk isi di dalam kapsul itu bertaburan pada tubuh belakang Mamah Mimi. Melihat teman temannya sudah bergerak pengawal Dealova pun segera bangkit dan keluar dari bath up.
“Hai kenapa kamu melawan!” teriak Mamah Mimi berusaha menarik tangan pengawal Dealova. Keempat pemuda itu pun segera berusaha keluar dari kamar mandi. Akan tetapi Mamah Mimi berusaha untuk mencegah mereka. Dan Mamah Mimi pun berhasil lebih dulu berada di pintu kamar mandi dan menghalangi mereka.
“Kalian tidak bisa pergi dari sini. Atau akan mati aku santet!” Teriak Mamah Mimi dengan sangat keras. Mamah Mimi benar benar marah sebab baru kali ini ada calon korban yang melawan.
Akan tetapi tiba tiba Mamah Mimi tangannya menggaruk garuk tubuh bagian belakangnya. Tampak Mamah Mimi gelisah dan terus menggaruk garuk garuk tubuh bagian belakangnya.
“Hah? Apa ada ulat bulu di kembang itu.” Gumam Mamah Mimi dalam hati sambil terus menggaruk garuk. Keempat pemuda itu pun menjauh dari Mamah Mimi agar tubuh mereka yang hanya memakai ****** ***** tidak ikut terkena serbuk senjata rahasia.
“Hah! Apa yang terjadi dengan tubuhku ini!” teriak Mamah Mimi sambil terus menggaruk garuk tubuhnya akan tetapi masih saja dia menjaga pintu kamar mandi agar keempat pemuda utusan Bang Bule Vincent itu tidak keluar.
Sementara itu Valexa dan Deondria yang berpisah. Mobil yang membawa Valexa menuju ke rumah praktek Mamah Mimi dan mobil yang membawa Deondria menuju ke rumah mewah Mamah Mimi.
Mobil yang membawa Valexa pun sudah sampai di depan rumah praktek Mamah Mimi. Semua segera turun dari dalam mobil.
Melihat ada mobil berhenti di depan rumah praktek keempat laki laki dan pak sopir yang bertugas menjaga sesaji segera bangkit berdiri untuk melihat siapa yang datang.
“Siapa, malam malam begini datang ke sini?” gumam Pak Sopir sambil berjalan menuju ke pintu pagar. Keempat laki laki itu pun berjalan mengikuti langkah kaki pak sopir.
Saat Pak Sopir membuka pintu pagar betapa kagetnya saat melihat ada tiga laki laki gagah datang dan terus menerobos masuk. Dan lebih kaget kaget lagi ada bogem mentah mendarat pada kepalanya yang membuat pak sopir langsung terkapar. Melihat kepala pak sopir yang mendapat hantaman keras dan terkapar, keempat laki laki itu pun melawan. Dan terjadilah baku hantam dan tendang di antara keempat laki laki itu dengan dua orang anak buah Bang Bule Vincent dan Vadeo.
Sementara Valexa yang tidak dilihat oleh pak sopir atau keempat laki laki yang bertugas menjaga sesaji itu, dengan tanpa rasa takut Valexa langsung berlari masuk ke dalam rumah praktek Mamah Mimi. Kaki mungil Valexa terus berlari mencari sesuatu yang dia cari.
Dan saat dia melihat sesaji sesaji itu lalu kaki mungilnya menendang semua semua sesaji itu. Dan kerangka yang katanya leluhur Mamah Mimi itu pun dia dorong dan jatuh berantakan mengeluarkan asap. Valexa terus berlari dan akhirnya dia sudah sampai di depan pintu ruang praktek Mamah Mimi, kaki mungilnya segera menendang pintu itu dan setelah pintu terbuka Valexa pun segera masuk. Mata Valexa berbinar saat melihat melihat bola krital di dalam ruang praktek itu dengan segera kedua tangan mungilnya mengambil bola kristal itu. Dia angkat bola kristal itu lalu dia banting ke lantai.
“Hmmm cukup.” Gumam Valexa lalu mengambil lagi bola kristal yang sudah retak retak itu. Sambil membawa bola kristal yang sudah rusak itu Valexa terus berlari menuju ke luar rumah praktek Mamah Mimi yang asapnya semakin banyak.
Valexa terus berlari keluar sambil membawa bola kristal. Tampak di halaman masih terjadi perkelahian yang mulai tidak seimbang.
BUK BUK
BUK BUK
BUK
“Tuan mari segera tinggalkan tempat ini. Nona sudah berada di dalam mobil.” Suara Pak Sopir di balik pintu pagar. Ketiga laki laki pun segera melangkah keluar dari pintu pagar.
Vadeo segera melangkah menuju ke mobil untuk melihat Valexa. Dengan cepat Vadeo membuka pintu mobil dan tampak Valexa sudah duduk manis di jok belakang kemudi.
“Sayang, kamu tidak apa apa? Apa sudah berhasil?” tanya Vadeo sambil ikut masuk ke dalam mobil.
“Cudah Papa yiat ini (Sudah Papa, lihat ini).” Ucap Valexa sambil menunjuk bola kristal rusak yang berada di bawah jok.
“Tepat cemua macuk te dayam mobing (Cepat semua masuk ke dalam mobil).” Perintah Valexa pada anak buah Bang Bule Vincent. Dan saat mereka semua sudah masuk ke dalam mobil. Tiba tiba ada suara yang sangat keras.
BRUKKK KRATAK KRATAK KRATAK
Rumah praktek Mamah Mimi roboh berantakan. Vadeo yang sudah duduk memangku Valexa tampak bengong lalu mencium puncak kepala Valexa.
“Untung kamu sudah keluar Nak.” Ucap Vadeo dengan penuh syukur karena anaknya sudah berhasil dan selamat.
“Tita cetayang menyucul Aya.. (kita sekarang menyusul Aya..).” perintah Valexa kemudian. Dan mobil pun segera berjalan meninggalkan rumah praktek Mamah Mimi yang sudah roboh hancur berantakan, menuju ke rumah mewah Mamah Mimi di mana Deondria bertugas di sana.
“Sayang, itu bola kristal sudah tidak bisa digunakan? Bagaimana kalau perempuan tua itu merebutnya lagi?” tanya Vadeo sambil menatap wajah Valexa yang tampak serius melihat ke arah depan, bagai tidak sabar ingin cepat cepat menyusul saudara kembarnya.
“Cudah yucak Pa.. Papa injak aja.. atu mau injak tapi kaki tu ga campe.” Jawab Valexa karena kaki mungilnya memang menggantung tidak bisa sampai di lantai mobil. Vadeo pun menginjak bola kristal itu, saat Vadeo akan menginjak dengan keras.
“Pa nanti tita ancur tan di cana aja.. (Pa nanti kita hancur kan di sana saja).” Ucap Valexa karena dia ingin menghancurkan bola kristal itu di depan pemiliknya.
“Pak tepat (Pak cepat).” Perintah Valexa pada Pak Sopir. Akan tetapi pak sopir yang belum paham kosa kata Valexa masih saja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Valexa lalu mendongak menatap wajah Sang Papa.
“Pak tambah kecepatannya!” perintah Vadeo pada Pak Sopir.
“Ooo iya Tuan.” Ucap Pak Sopir lalu menambah laju kecepatan mobilnya. Vadeo pun juga sudah tidak sabar untuk bergabung dengan Deondria.